168. Belanda Selalu Bertahan Pada Eleman Kehidupan

Penulis : Neni Susanti
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda merupakan Negara yang memiliki julukan Negeri kincir angin. Selain itu, Negara Belanda juga mendapat julukan Negeri bunga tulip. Dengan kincir anginnya, Belanda memanfaatkan tenaga angin untuk dikonversi menjadi energi listrik. Padahal kincir angin pada awalnya dimanfaatkan untuk mendorong angin ke arah lautan agar dapat terbentuknya sebuah daratan yang lebih luas.

Hal ini terjadi karena pada dasarnya Negara Belanda sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Fenomena ini membuktikan bahwa masyarakat Belanda memang sangat inovatif dan suka berkreasi. Seperti halnya yang pernah diungkapkan oleh ilmuan yang namanya selalu dikenang sepanjang masa, yaitu Albert Einsten. Beliau mengakatan bahwa “Imagination is more important than Knowledge”, dari pernyataan tersebut, tersirat bahwa sebuah kreatifitas dapat diwujudkan tidak hanya dibatasi oleh sebuah ilmu pengetahuan. Tidak hanya angin yang dimanfaatkan oleh Belanda sebagai sumber energi, air, api dan tanah juga sudah dimanfaatakan dengan benar. Di artikel ini saya akan membahas kreatifitas Belanda yang berkaitan dengan air.

Belanda memiliki sistem pengolahan air terbaik di dunia, salah satunya adalah kota yang drainase-nya dikelola oleh Belanda pada masa kolonial yaitu Yogyakarta. Yogyakarta terletak di daerah Kotabaru yang awalnya dikenal sebagai Nieuwe Wijk. Kota tersebut merupakan daerah pemukiman masyarakat Belanda yang memiliki design pola radial yang sangat rapi dan mempunyai infrastruktur yang terencana dengan apiknya. Dibangun saluran bawah tanah untuk mengelola limbah rumah tangga guna mencegah pencemaran lingkungan serta mengalirkan air hujan ke selokan yang selanjutnya bermuara pada pembuangan akhir. Sehingga, kota Nieuwe Wijk anti terhadap banjir.

image001
Polder River Expansion (Sumber Google)

Teknologi polder merupakan sistem teknologi yang kompleks. Sistem ini telah diterapkan oleh Belanda sejak zaman pertengahan, guna mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang. Belanda terus mengembangkan sistem polder ini agar lebih potensial. Akhirnya, di tahun 1643-an (akhir zaman pertengahan), Belanda mulai memanfaatkan kincir angin untuk mendrain tanah agar polder tersebut berfungsi lebih sempurna.

Polder sendiri adalah dataran rendah yang dikelilingi oleh tanggul sehingga membentuk suatu daerah. Pada daerah ini, air buangan dari air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal). Lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai (kanal) yang bermuara ke laut. Selain itu, sistem polder banyak diterapkan pada reklamasi laut (muara sungai), maupun pada manajemen air buangan yang letaknya di daerah yang lebih rendah dari permukaan laut dan sungai. Dimana air dalam sistem dikendalikan sedemikian apiknya sehingga jika terdapat kelebihan air yang dapat menyebabkan banjir, air tersebut akan dipompakan keluar sistem polder.

Wew sistem polder ini sangat menakjubkan bukan?, dengan diterapkannya sistem polder dapat memecahkan masalah banjir diperkotaan. Jika dilihat dari sistem kerjanya, sistem polder mempunyai subsistem pengolahan tata air yang demokratis dan sangat mandiri. Sehingga dapat dikembangkan dan diterapkan oleh masyarakat dalam pengendalian banjir di kawasan mereka masing-masing.
Pada tahun 1953-an, Belanda mengalami banjir yang dahsyat. Bencana banjir tersebut banyak memakan korban jiwa dan pada akhirnya pemerintah Belanda membuat Proyek Delta (Delta Works/Deltawerken). Itu merupakan pembangunan infrastruktur polder strategis untuk menguatkan pertahanan terhadap bencana banjir. Target inovasi Proyek Delta adalah untuk mengurangi resiko banjir di South Holland dan Zeeland per-10.000 tahun sekali. Dapat disimpulkan bahwa Belanda memang Negeri yang kaya akan inovasi dan tidak pernah berhenti menyempurnakan sistem poldernya. Hal ini merupakan sebuah perjuangan yang dilakukan Belanda untuk mempertahankan Negerinya dengan menerapkannya elemen kehidupan untuk keperluan hidupnya.

Bukan hanya masyarakatnya yang sangat inovatif, tetapi dukungan dari pemerintahnya-pun sangat spektakuler. Sampai-sampai, Belanda mendirikan sebuah Kementrian khusus yang bertanggungjawab dalam perlindungan terhadap banjir. Terlebih lagi diwujudkannya pula, agensi-agensi tambahan untuk meningkatkan taraf perlindungan dari banjir. Semua bentuk solidaritas ini merupakan agenda penting untuk Belanda demi melindungi pertumbuhan ekonomi akibat ancaman banjir.

Maka patutlah Negara-negara tetangga baik Barat maupun Timur seperti Indonesia mencontoh Belanda dalam mengembangkan dan menerapkan inovasinya. Bayangkan saja, setiap tahun Kota Jakarta mengalami kebanjiran. Akibat drainase Kota Jakarta yang masih buruk-lah yang memicu terjadinya banjir. Drainase merupakan sebuah gorong-gorong di bawah trotoar (jalan). Nah, drainase di Kota Jakarta ini masih berukuran kecil sehingga belum mampu menampung beban curah hujan yang banyak.

So, tidak ada salahnya jika masyarakat dan jajaran pemerintah Indonesia maupun Negara-negara lainnya mencontoh inovasi sistem poldernya Negara Belanda. Top banget deh, Negara Belanda yang mempunyai kreativitas sedemikian apiknya untuk melindungi Negerinya dari bencana banjir. Tidak hanya itu, masih banyak elemen kehidupan lainnya yang telah di konversi Belanda menjadi sesuatu yang sepektakuler untuk menyeimbangkan Negerinya. Diantaranya adalah angin dan air yang dikonversi menjadi energi listrik. Api dikonversi menjadi sistem bluetooth yang ditemukan oleh Jacobus Cornelis Haartsen.

Melihat inovasi-inovasi yang telah dilakukan Belanda, harapan saya masyarakat Indonesia dapat mencontoh dan menerapkannya sehingga tidak ada lagi banjir langganan untuk Kota Jakarta. Marilah kita belajar pada Takumi, kalau dalam bahasa Jepang yang berarti “Ahlinya” (Semoga Bermanfaat).
Referensi:

http://googleusercontent.com

http://bekisarnet.blogspot.com/2011/11/sistem-polder.html

http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html

http://miaji.wordpress.com/2013/01/17/mengapa-sih-jakarta-selalu-banjir/

http://myexpatliving.com/wp-content/uploads/2012/01/DSCN4214.jpg

http://www.iamexpat.nl/app/webroot/upload/files/Topics/Expat-page/Survival-kit/polder_2.png

http://wakilketuakelas.blogspot.com/

http://www.indoenergi.com/2012/04/keunggulan-dan-kelemahan-energi-air.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Bluetooth

http://rosiyanto.blogspot.com/2010/11/cara-belanda-menanggulangi-banjir.html