171. Burger Super dari Laut Belanda

Penulis : Giri A. Wardhani
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Bagi anda penggemar burger, pernah coba makan burger rumput laut?
Ini nih, inovasi baru dari negeri Belanda, burger yang terbuat dari rumput laut dari perairan Belanda yang popular dengan nama The Dutch Weed Burger.
Penasaran? Berikut penampakan burger rumput laut tersebut.

image001
Sumber: http://dutchweedburger.com/?lang=en

Dari tampilannya, memang tidak jauh beda dari burger-burger yang umumnya kita temui di kedai-kedai makanan cepat saji. Lantas apa bedanya?

Adalah Mark Kulsdom seorang pembuat film dan Lisette Kreischer seorang penata makanan mengadakan perjalanan ke kota New York untuk membuat film tentang perubahan budaya makanan. Lisette saat itu berhasil menciptakan sekaligus menyajikan burger rumput super lezat dan menamakannya The Dutch Weed Burger. Ciptaannya yang menggunakan 100% tanaman, utamanya rumput laut inilah yang kemudian menjadi inspirasi bagi mereka untuk menggembangkan makanan vegetarian dengan rumput laut sebagai basis ciptaan mereka.

Rumput laut merupakan ‘superfood’ dengan kombinasi dan struktur protein setara dengan daging. Sumber protein yang berasal dari tanaman ini diyakini akan mampu menjadi sumber protein dimasa mendatang yang akan mengurangi kebutuhan lahan pertanian serta limbah yang dihasilkan selama proses produksi protein tersebut.

Ilmuwan dari Universitas Wageningen telah menyatakan bahwa rumput laut dan ganggang merupakan makanan super atau ‘superfood’ yang mengandung vitamin, mineral, omega 3, 6, 9 dan protein yang baik untuk tubuh karena cepat dan mudah diserap oleh tubuh manusia. Protein tersebut setara dengan protein dalam daging dan dapat menggantikan daging sebagai sumber protein. Selain itu rumput laut mengandung anti oksidan yang mampu mencegah kanker, menjadi penawar racun, mampu membantu menurunkan berat badan, menetralkan tingkat keasaman darah, dan kaya kalsium dengan kandungan kalsium 10 kali lebih tinggi daripada susu dan 8 kali lebih tinggi dari daging sapi serta mengandung 46 mineral, 16 asam amino dan 11 nutrien mikro.

Atas dasar itulah, maka tidak salah jika rumput laut dikategorikan sebagai ‘superfood’ yang memiliki keunikan tersendiri dan kombinasi lengkap yang mengandung vitamin, mineral, protein dan elemen lain yang alami dan berasal dari alam.

Rumput laut merupakan jenis tanaman yang hidup di air dan mampu hidup dengan cara menyerap semua yang ada di laut. Kemurnian air menjadi hal yang krusial bagi hasil produksi rumput laut yang baik. Rumput laut akan mampu hidup dan berkembang biak dengan sendirinya secara baik selama lingkungannya terjaga dan alami. Oleh sebab itu maka budidaya pertanian rumput laut dapat dikatakan juga sebagai indikator kebersihan lingkungan di laut tersebut.

Dari sisi lingkungan dan kelestarian tanah, budidaya rumput lain selain mengembangkan potensi dari sumber daya alam yang menghasilkan bahan baku juga mampu menjaga kelestarian ekosistem laut. Rumput laut menyerap CO2 dan menyerap nutrien seperti ammonia, nitrat, nitrit dan phospat dari media perairan secara difusi melalui dinding thallusnya. Selain itu rumput laut juga mampu mengabsorbsi unsur atau senyawa lain seperti logam berat di sekelilingnya. Rumput laut juga mampu menghasilkan oksigen dan sebagai biological filter bagi sekitarnya.

image003
sumber: https://www.pinterest.com/pin/528821181219428510/

Budidaya rumput laut dan ganggang telah dikembangkan oleh sejumlah industri di Belanda dan menghasilkan bentuk baru dari pertanian yang disebut dengan seagriculture. Rumput laut yang tumbuh di Dutch Oosterschelde, yang menjadi bahan baku pembuatan weed burger ditangani oleh perusahaan bernama Zeewaar. Inilah inovasi lahan pertanian pertama yang berada didalam air (seagriculture).

image005
Sumber: http://www.zeewaar.nl/about_zeewaar.html

Siapa penggagasnya? Mereka adalah Jennifer Breaton dan Rebecca Wiering yang menjadi perintis dengan ide pelestarian budidaya rumput laut untuk di konsumsi secara luas. Gagasannya ini direalisasikan Januari 2013 lalu melalui perusahaan yang dinamakan Zeewaar B.V. yang merupakan perusahaan pertama dan satu-satunya dengan konsep pelestarian budidaya rumput laut yang mampu menghasilkan green weed sea lettuce, brown weed finger weed dan sugar weed.

image007
Sumber: https://twitter.com/zeewaar_rebecca/media

Walaupun wilayah perairan Belanda sekitar 18,41% dari total luas negeri Belanda yaitu 41,528km2, lahan pertanian budidaya rumput laut di Belanda memiliki potensi yang sangat baik untuk berkembang. Hal ini bermuawal dari kultur budaya Belanda yang terdidik dan mendukung setiap upaya penemuan inovasi-inovasi terkini demi kehidupan yang lebih baik. Tak heran jika negeri Belanda selalu masuk dalam daftar negara yang memiliki tingkat inovasi tinggi, seperti tahun lalu dimana Belanda menduduki ranking kelima pada Global Innovation Index.

Tidak aneh pula jika di Belanda terdapat banyak sekali kompetisi inovasi yang diselenggarakan. Jika perusahaan Zeewaar yang merupakan pendatang baru dengan inovasinya mampu menjadi finalis 5 besar pada tahun 2013 di ajang Accenture Innovation Award for Sustainability menyisihkan ratusan peserta lainnya, tentu sangat patut kita apresiasi. Demikian pula dengan inovasi produk makanan yang ditawarkan oleh The Dutch Weed Burger.

Jadi, siapa mau burger super dari rumput laut Belanda ini?

image009
Sumber: https://twitter.com/zeewaar_rebecca/media

Sumber:
1. http://dutchweedburger.com/?lang=en
2. http://www.dutchnews.nl/best-of-the-web/this-dutch-hamburger-is-made-from-weed-man-seaweed/
3. http://www.zeewaar.nl/about_zeewaar.html
4. https://twitter.com/zeewaar_rebecca/media
5. https://www.pinterest.com/pin/528821181219428510/
6. ftp://ftp.ecn.nl/pub/www/library/report/2013/l13030.pdf
7. http://foodmatters.tv/health-resources/seaweed-superfoods
8. http://www.dailymail.co.uk/femail/food/article-3007359/First-wheatgrass-kale-s-KELP-seaweed-superfood-table.html
9. (http://www.forbes.com/sites/insead/2014/07/29/global-innovation-index-2014-switzerland-on-top-for-fourth-consecutive-year/)