176. Duo Solusi Kualitas Udara Dari Belanda

Penulis : ATHIAH DWIDANTI AMIDA
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Udara sejuk yang biasanya kita rasakan di daerah pedesaan sangat langka di kota-kota besar. Hal ini dikarenakan kawasan perkotaan dimana terdapat banyak kendaraan berlalu lalang disertai lalu lintas padat dan aktivitas perindustrian memiliki udara yang kotor dan panas. Jika kondisi udara semakin kotor dipenuhi polusi, maka lama kelamaan tentu saja akan berpengaruh pada kesehatan dan pemanasan global seperti yang dapat kita rasakan sekarang. Nah dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut. Dua inovasi dari negeri Belanda ini membantu memberikan solusi.

Clair
Untuk mengurangi rasa panas yang menerpa, biasanya kita akan menggunakan pendingin ruangan atau yang lebih sering kita sebut AC (Air Conditioner). AC hampir digunakan di setiap tempat, seperti perkantoran, kampus, toko, rumah, terlebih kendaraan. Banyak manfaat yang diperoleh dengan menggunakannya, tetapi ternyata ada juga sisi negatifnya, yaitu cairan pendingin yang dibutuhkan AC dapat membahayakan bumi yang kita tinggali. Atas dasar itulah, Bram Baak, Martijn ten Kate, dan Anna van der Togt asal Belanda menciptakan inovasi ramah lingkungan dan hemat energi yang dinamakan Clair. Berdasarkan PHD Riset di TU Delft, Clair dikatakan sebagai cooling-partner yang sempurna.

Clair merupakan sistem pendingin ruangan yang dapat memberikan udara dingin bersih, dan fleksibel digunakan dimana saja baik itu di bus, perahu atau pabrik asalkan terdapat pasokan residual heat 80° C dan cooling-demand 16° C. Proyek buah karya Bram, Martijn, dan Anna ini menjadi pemenang pertama dalam kompetisi yang diadakan oleh Dutch Clean Tech Challenge 2015.

image001
(https://www.facebook.com/dutchcleantechchallenge)

Keuntungan dari Clair, antara lain penggunanya dapat menghemat penggunaan energi, serta dapat mengurangi emisi CO2 dan asap. Hasilnya kota bersih dari polusi!

Cara kerjanya dapat dilihat pada gambar berikut:

image003
(http://www.tudelft.nl)

Langsung terpikir ingin menggunakannya?? Sayang sekali si pendingin ruangan alami ini belum dipasarkan karena masih dalam tahap pengembangan. Clair sekarang sedang diselidiki lebih lanjut pada hidrogenasi bus angkutan umum. Secara spesifik uji cobanya akan dilakukan di kota Amsterdam dan Antwerp, yang berpartisipasi pada proyek Uni Eropa untuk kota bersih melalui CHIC (Clean Hydrogen in European Cities). Alasan dipilihnya kedua kota itu adalah dikarenakan bus-bus disana sudah memiliki bus hidrogen dimana mereka ingin menguji Clair. Melihat tujuan dan kelebihannya, semoga saja produk ini tidak membutuhkan waktu lama untuk dipasarkan!

Photocatalytic Pavement
Lain halnya dengan Clair yang masih harus melewati masa panjang untuk dipasarkan. Photocatalytic Pavement sudah dipasarkan cukup lama. Penjernih udara inovasi ilmuwan Belanda dari Eindhoven University of Technology ini menggunakan Titanium oksida guna mengurangi polusi.

Prosesnya, permukaan jalan yang telah disemprotkan dengan titanium oksida (TiO2), bahan kimia yang dapat mengambil polusi udara seperti Nitrogen oksida (NOx) , diubah menjadi bahan kimia yang tak terlalu berbahaya, contohnya menjadi Nitrat. Nantinya nitrat ini akan terbasuh oleh air hujan. O iya, sebagai informasi, penggunaan titanium oksida yang merupakan bahan kimia fotokatalitik akan lebih efisien jika dilakukan ketika matahari bersinar terang.

image005
(http://www.dogonews.com)

Sebenarnya metode pemurnian udara menggunakan titanium oksida sudah pernah diperkenalkan pada tahun 2008 oleh perusahaan asal Italia. Namun Inovasi dari negeri Belanda memiliki versi berbeda yang membantu meningkatkan visibilitas dan momentum teknik remediasi baru. Meskipun penggunaan Photocatalyct Pavement tidak dapat menghilangkan keseluruhan polusi udara, tetapi teknologi ini dapat membantu mengurangi polusi di tempat yang paling terbebani oleh udara buruk. Polusi udara dapat dikurangi hingga 45% pada kondisi cuaca yang ideal dan 19% sepanjang hari. Hasil ini diperoleh berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di kota Hengelo, Belanda.

Selain dapat mengurangi polusi udara, keuntungan lain dari penggunaan metode ini adalah dapat membantu menguraikan kotoran dari permukaan semen atau bahan kotoran lain yang tertanam di dalamnya. Hasilnya, jalan pun menjadi bersih!

Sang innovator, Prof Jos Brouwers mengatakan bahwa terdapat kendala biaya pada pengaplikasian teknologi ini, seperti yang dikatakannya dalam sebuah wawancara dengan Huffington Post, “Ketika biaya yang tidak terpisahkan dari jalan dipertimbangkan (foundation, tenaga kerja, dsb), kenaikan harga akan menjadi sekitar 10% dari karya.” Meskipun ada masalah pada biaya, hasil yang diperoleh cukup memuaskan. Udara jauh menjadi lebih bersih dari polutan. Bukan begitu?

Belanda yang penduduknya gemar bersepeda seakan tak pernah kehabisan ide dalam menciptakan inovasi-inovasi yang ramah lingkungan. Hal menarik yang bisa menjadi inspirasi, ternyata perpaduan antara udara dan tanah dapat melahirkan inovasi guna mengurangi polusi udara. Semoga nantinya akan terus ditemukan ide-ide baru yang berdampak positif pada lingkungan, tak hanya dari Belanda tetapi juga negara kita. Tak lupa, tentu saja harus diimbangi dengan tindakan dari masing-masing individu untuk menghemat energi dan mencegah adanya polusi udara muncul kembali. Dengan demikian, maka kualitas udara yang kita hirup akan semakin baik!

image006
(http://iteraction.ee/wp-content/uploads/2014/02/Dell-Fresh-Air-Technology-andmekeskuse-jahutus.jpg)

Referensi:

http://www.tudelft.nl/fileadmin/Files/tudelft/Images/Actueel/Nieuws/2015/Apr-Mei-Jun/Folder_Clair.pdf

http://www.tudelft.nl/en/research/thematic-cooperation/delft-research-based-initiatives/energy/news/article/detail/cleantech-challenge/

https://www.facebook.com/dutchcleantechchallenge

http://inhabitat.com/dutch-scientists-invent-smog-eating-pavement-to-help-clean-the-air/

http://www.huffingtonpost.com/2013/07/09/smog-eating-pavement-cut-pollution_n_3563472.html

http://www.dogonews.com/2013/8/1/smog-eating-sidewalks-and-concrete-recycling-robots-awesome

http://www.roadtraffic-technology.com/features/feature104312/feature104312-1.html