177. AGRIKULTUR DI TANAH NEGERI VAN ORANJE

Penulis : Endang Ghani Ashfiya
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

image002
Sumber: pestcideguy.com

Sebagian dari kita mungkin tidak pernah menyangka bahwa Belanda merupakan negara kedua terbesar di dunia untuk ekspor produk agrikultur. Hanya Amerika Serikat yang mampu mengungguli Belanda dalam hal jumlah ekspor produk agrikultur. Mungkin sebagian akan bertanya, benarkah? Negaranya kan kecil? Bagaimana bisa?

Luas total wilayah Negara Belanda hanyalah sekitar 41.528 km2 termasuk di dalamnya 7.750 km2 perairan terbuka. Tentu saja luas wilayah negara ini dapat dikatakan jauh lebih kecil daripada negara kita, Indonesia. Hebatnya, dengan lahan yang tidak terlalu luas ini, Belanda dapat menghasilkan produk agrikultur yang jauh lebih banyak dibanding negara yang luas wilayahnya berkali lipat lebih besar dari Belanda.

Dalam sebuah jurnal yang dikeluarkan oleh Agroinform Publishing House Budapest, menyatakan bahwa, dua pertiga dari total lahan di Belanda digunakan untuk agrikultur. Setiap tahunnya keuntungan dari ekspor sektor agrikultur dapat mencapai 20 Milliar Euro. Produk agrikultur Negeri Kincir Angin ini menambah pendapatan negara Belanda sekitar 9.6% dari pendapatan total nasional. Selain itu, sektor ini menyerap 10% total tenaga kerja di Belanda.

Kemajuan ini tidak begitu saja mereka raih. Pada periode tahun 1900-1950, sektor agrikultur di Belanda hanya berskala kecil dan produknya hanya dijual belikan di pasar lokal mingguan atau bulanan. Pada waktu itu, tanah di negeri oranye ini memiliki kandungan nutrisi yang rendah sehingga diperlukan penyubur tanah buatan, pestisida, dan herbisida. Setelah memasuki periode 1950-2000 agrikultur di Belanda mengalami transformasi. Kebangkitan sektor agrikultur ini didukung oleh pengembangan teknologi terbaru dan peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian mengenai agrikultur. Bahkan di Belanda terdapat “The Food Valley Region” yang merupakan area yang paling otoritatif sebagai pusat penelitian agri-food dan nutrisi. Lokasi ini terletak di Wageningen University and Research Center.

image004
Sumber: iamonet.de

Para praktisi dan peneliti agrikultur di Belanda melakukan rekayasa untuk penyuburan tanah. Mereka berfokus pada pemupukan, manajemen bahan organik, dan penutupan rangkaian perputaran zat mineral di dalam tanah. Kombinasi dan pemilihan waktu yang tepat untuk pemupukan, penanaman kacang-kacangan, dan pupuk hijau dipandang sangat penting untuk pengelolaan unsur nutrisi (hara) yang berkelanjutan. Para peneliti ini menggunakan program komputer yang disebut INDICEA yang dapat memprediksi ketersediaan nitrogen dan zat-zat organik lainnya di dalam tanah.

Untuk menunjang keberhasilan pertanian di Belanda, maka dikembangkan beberapa sistem pertanian. Salah satu sistem agrikultur yang dikembangkan di Belanda fokus pada biodiversity, yakni untuk memperbanyak varietas tanaman. Sistem pertanian ini berdasarkan pada kesuburan tanah dan perlindungan tanaman berkelanjutan sejalan dengan penggunaan peralatan teknologi tinggi. Teknologi yang digunakan merupakan kombinasi dari ICT (Information, Computer and Technology) yang terdiri dari teknik sensor dan GPS (Global Positioning System). Teknologi ini berguna untuk mengetahui keberadaan gulma, hama, dan penyakit tanaman. Selain itu, agrikultur Belanda mengembangkan pula sistem pertanian organik. Sistem pertanian organik hanya melepaskan sejumlah kecil nutrisi yang terdiri dari nitrogen dan fosfat ke permukaan tanah dan air.

Selain bentuk dukungan yang berbasis pada riset dan teknologi pertanian, Pemerintah Belanda juga ikut serta memberikan regulasi untuk mendukung keberlanjutan sektor agrikultur di Belanda. Pemerintah Belanda memastikan adanya kebijakan untuk meningkatkan performa sektor agrikultur berdasarkan pada keberlanjutan, multifungsi, dan hubungan sosial. Pemerintah bekerjasama dengan para pengusaha bidang pertanian serta memberikan pendidikan dan pelatihan untuk untuk para petani. Pendidikan ini diharapkan dapat menstimulasi agrikultur yang multifungsi yakni tidak hanya menghitung kuantitas hasil pertanian namun juga peduli akan kondisi alam disekitarnya.

Hasil dari penerapan teknologi tinggi dan kebijakan aturan pemerintah dalam sektor agrikultur ini menempatkan Belanda sebagai salah satu raksasa di dunia dalam jumlah ekspor produk agrikultur. Bagaimana tidak, Belanda menjadi negara nomor wahid untuk jumlah ekspor bawang di dunia. Selain itu, satu per empat ekspor tomat di dunia juga berasal dari Belanda. Negeri Ratu Wilhelmina ini juga menjadi pengekspor 22% kentang di seluruh dunia.

Pada periode saat ini dan yang akan datang, Belanda menerapkan tiga tema penting untuk bidang agrikultur. Fokus pertama adalah pada makanan sehat. Belanda mengembangkan pertanian organik untuk mencapai tujuan pertama ini karena hasil dari tanaman organik tidak mengandung zat-zat berbahaya seperti dari pestisida. Fokus yang kedua adalah keberlanjutan dan ketahanan pangan. Pada fokus ini, Belanda ingin memastikan bahwa sektor agrikultur akan memastikan ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Belanda pada khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Fokus yang terakhir yaitu keamanan pangan dan kualitas. Pemerintah Belanda terus berfokus untuk menghasilkan produk agrikultur yang baik dari segi kualitas dan kuantitas.

Kita mungkin akan berdecak kagum melihat fakta mengenai agrikultur di Negeri Van Oranje ini. Letak wilayah negara yang seperempatnya berada di bawah garis permukaan laut, dengan biodiversitas yang terbatas, saat ini mampu bertranformasi menjadi raksasa dalam bidang pertanian dan menyumbang akan ketersediaan pangan khususnya sektor agikultur di dunia. Angkat topi untuk Belanda!

References
Agriculture, Big Picture. PlantLab Netherland Engineers. n.d. http://www.bigpictureagriculture.com/2011/02/plantlab-netherlands-engineers-have.htm.
C. Martijn van der Heide, Huib J. Silvis, Wim J.M. Heijman. “Agriculture in Netherland: Its Recent, Past, Current State and Perspective.” Applied Studies in Agribusiness and Commerce APSTRACT – Agroinform Publishing House, Budapest, n.d.
Encyclopedia, Nations. Netherland Agriculture. n.d. http://www.nationsencyclopedia.com/Europe/Netherlands-AGRICULTURE.html#ixzz3XA9M8wyV (accessed April 01, 2015).
Government, Netherland. Netherland Government Agriculture and Live Stock. n.d. http://www.government.nl/issues/agriculture-and-livestock/agriculture-and-horticulture (accessed April 01, 2015).
Trade, Holland. “The Holland Trade – The Dutch and Agri-Food.” The Holland Trade. n.d. (accessed 04 01, 2015).