178. Indonesia bersama Belanda suatu Rijkwaterstaat

Penulis : Risang Pandegan
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Entah dari mana asal usul kata Belanda bagi bangsa Indonesia dalam menyebut saudara jauhnya tersebut. Tak bisa dipungkiri secara emosional Belanda sangat mempengaruhi perkembangan watak bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang pernah dijajah dan mampu merdeka. Banyak “kenangan” Belanda disetiap sendi kehidupan bangsa Indonesia dalam sistem agraria, budaya, militer, agama, hukum dan sebagainya. Tak terkecuali tata kelola perairan. Belanda dan Indonesia suatu rijkwaterstaat. Menyesal kah kita pernah dijajah Belanda ?.

Berbicara inovasi mulai dari Groningen sampai Maastricht di Belanda adalah sebuah inovasi. Inovasi seperti apa yang patut kita adopsi, seorang Belanda menyatakan negara-nya sebagai “a country that would not be inhabitable without our flood defences and water management” (BIjlsma L, 2015). Inovasi dalam manajemen perairan mutlak diperlukan bangsa Belanda untuk bertahan hidup ditengah dinamika perubahan iklim dan kenaikan muka air laut, hal serupa dihadapi bangsa Indonesia yang sejatinya bangsa maritim. Manajemen perairan dan infrastruktur seperti apa yang Belanda punya terus dikaji ulang untuk meningkatkan kapabilitas manajemen menghadapi tantangan tersebut, mulai latar belakang, operasional, dan perundang-undangan.

Kebutuhan listrik disuatu pulau yang terisolasi perairan laut juga dialami Belanda. Belanda memiliki proyek energi khusus perairan tidal untuk meningkatkan kapasitas jaringan listrik, inovasi dilakukan dengan inisiasi tidal BlueTEC platform apung di Texel, Belanda. Platform tersebut terpasang dilepas pantai suatu pulau, menjaga turbin-turbin tidal tetap dibawah muka air laut, mensuplai listrik beberapa tahun kedepan. Platform apung tersebut juga ditawarkan bagi pasar dunia guna menghilangkan keterisolasian suatu pulau dinegara kepulauan. Kehadiran Platform apung mendukung energi terbarukan, blue energy, menggantikan generator diesel yang boros dan menyebabkan pencemaran air laut. Energi tidal yang lebih terukur dapat diprediksi kinerja nya dari fenomena alam sederhana yang banyak dipahami masyarakat peisisir.

Belanda dilalui 4 sungai basin yaitu Rheine, Meuse, Scheldt, dan Erns, separuh wilayah Belanda berada 1 meter dibawah muka air laut hal tersebut membuat Belanda terancam dilanda banjir dan intrusi air laut. Manajemen perairan dikelola untuk 4 musim mulai dari dataran tinggi, rawa payau sampai ke laut melalui delta sungai. Khusus daerah rawa bagian barat Belanda yang mengharuskan masyarakat desa untuk membangun parit, tanggul dan bendungan nya sendiri di abad pertengahan untuk bercocok tanam, beranjak ke abad 13 pada tahun 1232 ketika masyarakat secara kolektif membentuk dewan perairan pertama yaitu Hoogheemraadschap van Rijnland yang sekaligus melibatkan peran pemerintah untuk mengelola aliran air regional.

Akhir abad 18, parlemen Belanda membentuk organisasi manajemen air tingkat nasional untuk mengatasi banjir air laut atau sungai, pendangkalan pelabuhan, kerusakan dinding laut dan dermaga. Namun solusi yang diberikan bersifat tentatif dan non komprehensif, justru memicu masalah lain. Kemudian pemerintah Belanda pada 27 Maret 1798 membentuk Agency for Public Works and Water Management yang terdiri dari presiden, asisten dan juru gambar. Sekarang rijkwaterstaat adalah badan pelaksana dari kementrian infrastruktur dan lingkungan hidup. Rijkwaterstaat berwenang untuk pengelolaan jalan darat nasional (3260km), jalan air (1686km) dan sistem air (65250km2).

Interkoneksi antar komponen yaitu dataran tinggi, sungai, dan daerah pengairan (polder) adalah basis manajemen perairan, air dipastikan mengalir ketempat yang dibutuhkan dalam jumlah yang diinginkan. Volume dan distribusi air dari sungai Rhine ke danau Ijssel, Waal, Neder-Rijn dikendalikan dengan bendungan di Driel. Pintu air di Afsdluitdijk untuk mengatur ketinggian air di danau Ijsselmeer. Pintu air Volkerak dan Haringvliet mengatur air akan keluar melalui jalan keluar yang mana untuk ke laut.

Pada sungai Meuse dibangun 7 bendungan untuk menjaga ketersediaan air dan kegiatan perkapalan. Bendungan dibuka ketika debit air keluar sungai meningkat, umumnya di musim dingin saat sungai Meuse tak sanggup menampung volume air. Bagian sungai Meuse yang melintasi perbatasan antar negara yaitu di Eijsden, terbagi menjadi tiga saluran yaitu Zuid-Willemsvaart, Julianakanaal dan Greensmaas. Saat musim hujan di Greensmaas demi kepentingan ekologis, debit air dipertahankan pada 10 m3/s. Sementara kegiatan perkapalan di Julianakanaal harus tetap berlangsung dengan standar minimum debit air 20 m3/s untuk mengimbangi kehilangan air di pintu air Born dan Maasbracht, di musim kemarau air untuk operasional pintu air dipompa kembali.

Interkoneksi trilateral antara Jerman, Belgia dan Belanda dalam manajemen perairan darat membuat setiap negara punya peran berbeda yang sama pentingya. Belanda berkewajiban mengalirkan minimum 103 m/s debit air ke Zuid-Willemsvaart via gorong-gorong Maastricht. Sebaliknya, Belgia berkewajiban mengalirkan minimum 2 m3/s sampai lebih dari 10 m3/s ke Lozen, Belanda. Kanal-kanal di Midden-Limburg dan Noordt-Brabant berdasarkan kesepakatan perairan para dewan perairan regional bertujuan untuk pemerataan distribusi irigasi. Sungai Rhine melintasi perbatasan antar negara yaitu Lobith, Belanda. Percabangan pertama menuju Pannendersch Kanaal dan Waals menuju Neder-Rijn. Bendungan di Neder-Rijn dekat Driel mengatur debit 285 m3/s air sungai Rheine ke Ijssel dan selalu tersisa 25 m3/s di Neder-Rijn, sisa nya menuju ke laut melalui Waal.

Fokus manajemen air Belanda hingga 2050 mendatang adalah supplai air tawar ke bagian barat daya Belanda (kuantitas) selain kualitas air. KNMI (Royal Netherland Meteorological Institute) memprediksi periode kekurangan air dan penurunan debit air sungai akan menurun signifikan, permintaan air bersih meningkat sedangkan suplai menurun terutama akibat ancaman salinisasi di mulut sungai Rheine dan Meuse.

Rijkwaterstaat oleh pemerintah Belanda diharapkan menjadi pemandu konsumen, pemakai teknologi. Target rijkwaterstaat dapat dicapai dengan berpartisipasi dalam pengembangan inovasi, pengujian inovasi (praktis) yang masih dikembangkan oleh sektor bisnis, melaksanakan tugas praktek suatu inovasi oleh perusahaan/konsorsium dalam jaringan Rijkwaterstaat. Guna mendukung inovasi dikalangan masyarakat, rijkwaterstaat membuat kontrak dan kerangka kerja. Mulai dari definition phase (formulasi kebutuhan inovasi dan analisis pasar inovasi), research phase (penemuan inovasi/inovasi solutif tak ditemukan-pasar bebas ada wawasan keahlian/inovasi solutif tak ditemukan-pasar bebas tak ada wawasan keahlian, cukup wawasan keahlian-tak ada permintaan pengembangan, kemungkinan kerjasama Eropa-co financing), procurement phase, implementation phase, evaluation phase.

Semangat rijkwaterstaat di Belanda menjadi suatu gerakan inovasi lintas elemen, yang melibatkan pemerintahan, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat. Mereka bersinergi untuk modernisasi pintu air pada tahun 2020 sampai 2050 dan penciptaan berbagai prototipe infrastruktur perairan. Bagaimana agenda pembangunan ratusan waduk, sumber listrik 35000MW dan tata kelola perairan antar kabupaten (misal kasus banjir Jabodetabek, trio A Papua-Ayamaru, Aimaru, Aifat) dari pemerintahan Jokowi-JK ini dapat berjalan lancar, ada baiknya kita menggandeng mitra strategis kita yaitu Belanda, mengadopsi konsep rijkwaterstaat.

Referensi :
Bijlsma Luitzen. 2015. Water Management in the Netherlands. Ministry of Infrastructure and the Environment. Pp : 7-80.
Dronkers, Jan Hendrik. 2015. Public Procurement of Innovation Policy Framework. Ministry of Infrastructure and the Environment. Pp : 7-71.
Kedutaan Besar Kerajaan Belanda-Jakarta. 2015. World’s First Floating Tidal Blue TEC Platform Ready for Electricity Generation. http://indonesiain.nlembassy.org/news/2015/04/world%E2%80%99s-first-floating-tidal.html. Tanggal akses 22 April 2015 pukul 07.08 WIB