180. BELANDA: THE (MODERN) GOD WATER

Penulis : Ummu Fauziyyatun Amatullah
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Learn the Water, and Live Happily with Water

Belanda negara tua yang wilayahnya tidak terlalu luas hanya sekitar 42,5 kilometer persegi. Itu pun sudah termasuk daratan-daratan baru yang sengaja dibangun dari hasil pengeringan perairan darat dan atau laut. Soal reklamasi tanah, Belanda memang guru andalan. Sejak abad ke-16 Belanda telah mampu menjadikan daratan-daratan baru. Jadi, Belanda yang sekarang merupakan buatan orang Belanda dan berkat alam.

Selain wilayah yang sempit, posisi daratan Belanda juga berada di bawah permukaan air laut. Sehingga tak heran wilayah Belanda banyak digenangi air. Bahkan terancam banjir setiap waktu. Tahun 1953, banjir besar karena tanggul utara yang jebol telah menewaskan sedikitnya 1800 jiwa. Mereka pun enggan untuk mengalami banjir besar dari laut atau luapan sungai lagi di masa mendatang. Belanda dikenal selalu berinovasi dan mampu membuat penemuan-penemuan tekhnologi mutakhir. Hingga akhirnya sampai sekarang Belanda tetap aman dari banjir. Bukan karena keberhasilannya memerangi dan melawan air tapi hasil belajar pada air sehingga bisa damai hidup bersama air.

Tata kelola dan inovasi teknologi air memang menjadi perhatian bagi pemerintah Belanda. Pemerintah menangani hal tersebut dengan bekerja sama bersama perusahaan air sedikitnya tercatat 1500 perusahaan, universitas teknologi dan lembaga-lembaga penelitian yang berkompeten di bidangnya.

Berdasarkan publikasi dari Rijkswaterstaat Kementrian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda (2014) terdapat 35 titik inovasi air di seluruh Belanda.

image001

Berikut beberapa prestasi Belanda yang paling prestisius dan melegenda:

image002

Lima bidang keahlian air di atas menjadikan Belanda sebagai pioner ahli tata kelola air dan kiblat inovasi teknologi hidrolik, rekayasa iklim pengendali banjir, tanggul penahan banjir, dan infrastruktur di tanah rendah dan di atas air. Bahkan, tanggul penahan banjir Belanda tercatat di Guiness World Record sebagai tanggul terbesar dan terpanjang di dunia.

image003

Belanda juga mampu memproduksi air bersih dengan kualitas terbaik di dunia. Tekhnologi pemurnian air di Belanda berhasil menduduki peringkat terbaik ke-5 di dunia. Serta mampu menjamin 99% warga Belanda terfasilitasi air bersih yang aman diminum langsung dari kran. Selain menjadi lebih mudah memperoleh air minum, hal ini sengaja digalakkan supaya mengurangi konsumsi botol plastik minum kemasan. Keahlian Belanda tidak hanya mumpuni untuk wilayah Belanda saja tapi juga tantangan air global. 10% kebutuhan air minum dunia terpenuhi Belanda. Belanda juga telah menjalin kerjasama dengan negara-negara lain yang memerlukan bantuan akibat sering kebanjiran, dan atau kesulitan air bersih. Kelihaian Belanda mengurus air telah dimulai sejak 1970 yang menemukan cara inovatif pengolahan air limbah. Kini, inovasinya telah mampu mendaur ulang air limbah industri menjadi air bersih yang bisa digunakan untuk pengairan tanaman, mandi, makanan dan masakan.

Nereda, Inovasi Daur Ulang Air Limbah ala God Water

image004

Satu hal lagi yang menjadi nilai plus dari Belanda, mereka memiliki visi Building with Nature”. Inovasi apapun tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan, bahkan Belanda belajar dari alam untuk menciptakan inovasi dan teknologi. Buktinya, mereka mampu melakukan pemurnian air limbah secara biologis, Nereda. Teknologi Nereda ini memanfaatkan mikroorganisme yang mampu mnengkonversikan air limbah menjadi substansi yang tidak berbahaya. Penggagas pertama inovasi ini adalah dua orang profesor dari TU Munich dan TU Delft, yaitu Prof. Peter Wilderer dan Prof. Mark van Loosdrecht.

image005

Esensi dari teknologi Nereda ini adalah adanya granula yang mengapung dalam air limbah dan memiliki gradien oksigen. Di luar granula merupakan zona aerobik, sedangkan di inti granula merupakan zona anaerobik. Pospat pun dapat terangkat secara alami. Proses Nitrifikasi terjadi di lapisan luar sebelum menghasilkan nitrit dan nitrat yang akan ter denitrifikasi di dalam inti granul.

Berikut reaksi kimia dalam prinsip kerja Nereda:

image006
Sumber: Nereda, Royal Haskoning DHV

Proses Nereda ini menjadikan terikatnya alginat-alginat yang dimanfaatkan kembali untuk bahan medis, khususnya kesehatan gigi atau pembuatan makanan. Proses ini juga hanya memerlukan sebuah tangki yang tidak terlalu besar dan hanya dalam satu langkah proses saja. Adapun proses remediasi air limbah dengan Nereda dapat dilihat di bagan berikut:

image007

Pertama, tempatkan racikan simultan air limbah dan bakteri nereda dalam sebuah tangki, kemudian akan terjadi proses aerasi lalu secara cepat akan terbentuk kotoran granula-granula yang memisahkan diri dari air bersih dan mengendap di bagian bawah. Setelah itu air bersih bisa dipisahkan dari kotoran granula.

Memang teknologi Nereda ini merupakan inovasi pemurnian air limbah lebih sederhana dan lebih cepat. Sehingga Nereda menjadi unggulan untuk recycle air limbah. Secara umum keungggulan Nereda antara lain:
1. Pengeluaran lebih hemat.
Nereda menggunakan sistem yang terpadu dan tidak kompleks. Tidak membutuhkan banyak tangki untuk pencampur atau pemisahan. Prosesnya tidak memerlukan langkah-langkah yang panjang. Keperluan peralatan sedikit maka pengeluaran untuk mengadakan peralatannya pun sedikit, sehingga biaya perawatannya pun lebih murah. Nereda juga tidak memerlukan bahan kimia tambahan sehingga tidak perlu membiaya lebih untuk media kimia.

2. Area kebutuhan kecil
Seperti yang telah di jelaskan, Nereda tidak memerlukan banyak peralatan dan perlengkapan, sehingga proses purifikasinya pun tidak memerlukan area yang luas. Nereda mampu menekan sampai 75% kebutuhan area untuk penempatan seperangkat perlengkapan purifikasi. Ini sangat menguntungkan bagi Belanda yang wilayahnya tidak luas.

image008

3. Mudah dioperasikan
Nereda adalah salah satu contoh imlementasi dari Building with Nature, teknologi yang terlaksana berkat alam. Jadi untuk mengoperasikannya tidak ribet seperti mengendalikan mesin purifikasi pada umumnya. Karena proses alami yang berlaku di sana.

image009

4. Alami dan terbarukan.
Nereda merupakan solusi biologi yang berdasarkan unsur-unsur yang alami pula. Jadi benar-benar menjadi teknologi alami terbarukan. Bila dibandingkan dengan proses purifikasi konvensional Nereda lebih hemat 20-40% kebutuhan energi pengelolaannya, namun hasilnya jauh lebih baik dari proses pemurnian air limbah pada umumnya.

Hebat bukan? Hemat biaya pengolahan, alami, dan hasil maksimal. Limbah saja masih mampu mereka diolah, disulap menjadi anugerah, apalagi air yang jauh lebih baik dari limbah? Belanda memang pandai membangun negeri, namun tetap menjalin hubungan bersama alam secara sinergi, berinovasi tiada henti serta berkreativitas tanpa batas menciptakan temuan-temuan baru dan merancang teknologi mutakhir, terutama tentang air.

Lantas tidak aneh bukan kalau tulisan ini berjudul “Belanda: The (Modern) God Water”?

Referensi:
Andreas, Giesen. (2014). Nereda, New Perspective of Waste Water. Epe:Royal HaskoningDHV
Dutch Ministry of Economic Affairs. (n.d). Made in Holland:Dutch&Water,Solving Global Water Challenge. www.hollandtrade.com
Government of Netherland. (n.d). Water Management:Towards Better Water Quality. Tersedia Online: www.government.nl/issues/water-management/water-quality/towards-better-water-quality
Nereda NNOP. (n.d). The Process. Tersedia Online: http://www.neredannop.nl/english/the-process/
Netherland Water Partnership. (2011). Innovation@Works.The Hague: Author. tersedia di: www.nwp.nl/
Netherlands Enterprise Agency (RVO.nl), on behalf of the Dutch Ministry of Foreign Affairs. (2014). Made in Holland:Water. The Hague: Author
Netherlands Enterprise Agency (RVO.nl), on behalf of the Dutch Ministry of Foreign Affairs. (2014). Holland Compared 2014. The Hague: Author
NL EVD International – a division of the NL Agency Dutch Ministry of Economic Affairs, Agriculture and Innovation. (2011). Made In Holland; Solutions For A Changing World. The Hague: Author
Permanasari, Indira. (n.d). Water From The Tap di Belanda. Tersedia Online: www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin–wind-turbine–wind-mill/3422–water-from-the-tap-di-belanda.html ~
Rijkwaterstaat., Dutch Ministry of Infrastructure and Environment.(2011). Water Management in the Netherland. The Hague: Author
Rijkwaterstaat., Dutch Ministry of Infrastructure and Environment. (2014). Water Innovations in the Netherland. The Hague: Author
Royal Haskoning DHV. (n.d). Nereda’sAdvantages. Tersedia Online: www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/nereda/advantages
Top Team Water. (2011). Water Deserves It, Advice For Water Top Sector. www.top-sectoren.nl/water
TU Delft. (2012). Mark van Loosdrecht wins Lee Kuan Yew Water Prize 2012. Tersedia Online: http://www.tnw.tudelft.nl/en/current/latest-news/article/detail/mark-van-loosdrecht-wint-lee-kuan-yew-water-prize-2012/
TU Delft. (n.d). Nereda: Efficient Waste Water Treatment. Tersedia Online: http://www.tnw.tudelft.nl/en/research/health-energy-and-environment/highlights/nereda-efficient-waste-water-treatment/