188. SolaRoad, hasil dari keoptimisan Belanda

Penulis : Fadilla Khairunnisa
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Sumber daya alam sangat banyak terdapat di bumi. Secara umum, sumber daya alam digunakan sebagai bahan bakar atau sumber energi, namun apa yang terjadi apabila sumber daya alam tersebut digunakan terus – menerus tanpa ada pengganti. Sumber daya alam yang ada saat ini bukanlah sumber daya alam yang bisa begitu saja diciptakan, butuh waktu yang sangat lama untuk menciptakan sebuah sumber daya alam.Karena mahluk hidup terus berkembang, tentu saja membutuhkan sumber daya alam yang banyak, karena itulah saat ini para peneliti berusaha mencari sumber daya alam atau energy alternatif untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk apabila sumber daya alam di bumi yang sudah mulai menipis.

Salah satu sumber energi yang tidak akan habis, yaitu matahari. Energi yang berasal dari matahari terdiri dari radiasi panas dan cahaya dapat dimanfaatkan dengan beberapa teknologi modern antara lain photo voltanic, pemanas dengan energi matahari, fotosintesis buatan dengan adanya fotosistesis tanaman dapat menghasilkan energi kimia yang dapat menghasilkan energi hijau yang dapat diubah menjandi bio massa pengganti bahan bakar fosil,hingga pemanfaatan listrik dari tenaga surya.

Sekitar akhir tahun 2014 yang lalu, dunia dihebohkan dengan berita tentang jalan yang bisa menyerap tenaga matahari di Belanda. Kenapa berita tentang sebuah jalan yang mampu menyerap tenaga matahari bisa membuat public penasaran, karena mungkin sebelumnya tidak pernah terfikirkan untuk memanfaatkan jalan yang biasanya dilalui untuk tenaga listrik.

Orang Belanda memang tidak berhenti berinovasi, mereka selalu menciptakan hal yang mungkin tidak banyak orang yang memikirkannya. Contohnya SolaRoad. SolarRoad adalah jalan yang diciptakan untuk menyerap tenaga matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik. Sebenarnya SolaRoad merupakan sebuah perusahaan yang mengembangkan jalanan bertenaga surya tersebut.

image001

Prinsip penggunaa solaRoad di masa depan
Proyek SolaRoad dimulai secara bertahap pada thun 2010, awalnya hanya berbentuk prototype yang dibuat di laboratorium, akhir pada tahun 2011 proyek solaRoad diputuskan untuk menjadi sebuah proyek yang dikembangkan untuk kedepannya.

image003
Lembaran solaRoad yang digunakan di permukaan jalan

Sebenarnya ide di balik pembuatan SolaRoad sangat sederhana yaitu, sinar matahari yang jatuh di permukaan jalan akan diserap oleh sel surya lalu diubah menjadi listrik. Permukaan jalan bertindak sebagai panel surya. Listrik yang dihasilkan dengan cara ini akan menemukan aplikasi praktis dalam penerangan jalan.

SolaRoad sedang dikembangkan sebagai lembaran prefabrikasi. Ini terdiri dari modul beton 2,5 sebesar 3,5 meter dengan lapisan atas tembus kaca tempered, yaitu sekitar 1 cm. Di bawah kaca adalah sel surya silikon kristal. Lapisan atas segera menunjukkan perbedaan penting dari permukaan jalan tradisional. Itu harus tembus cahaya matahari dan mengusir kotoran sebanyak mungkin. Pada saat yang sama, lapisan atas harus tahan dan cukup kuat untuk mewujudkan permukaan jalan yang aman. Ini adalah salah satu tantangan teknis SolaRoad

image006
Proses pembangunan solaRoad

image005
Pengguna solaRoad

Untuk sementara SolaRoad baru dibangun sepanjang 70 meter di Krommenie, yang menghasilkan tenaga listrik yang dimanfaatkan untuk menghidupkan lampu – lampu jalan yang ada disekitar daerah tersebut, kalau digunakan untuk mengaliri listrik kerumah – rumah, jalanan ini bisa mengaliri sekitar tiga buah rumah. Proyek SolaRoad mulai digunakan pada jalan khusus untuk pengendara sepeda, karena Belanda memang terkenal dengan banyaknya pengendara sepeda, bahkan jumlah sepeda yang ada di belanda hampir mencapai 13,6 juta buah.

Proyek solaRoad ini memang baru saja dibangun dan masih dalam proses uji coba untuk tiga tahun kedepan, tapi proyek ini menunjukkan bahwa Belanda tidak pernah berhenti berinovasi, walau dengan keterbatasan yang ada. Belanda memang mempunyai empat musim seperti Negara di Eropa kebanyakan. akan tetapi penduduk Belanda sudah terbiasa dengan hujan, namun iklim dan cuaca di Belanda dikenal sebagai ‘wisselvallig weer’ ( cuaca tidak menentu & mudah berubah ubah ), kalau difikir bagaimana mungkin mengembangkan sebuah jalan bertenaga surya di daerah yang terkenal dengan cuaca tidak menentu bahkan sering hujan. Sekali lagi Belanda menunjukan hal yang kalau difikirkan tidak mungkin, bisa dimungkinkan untuk diwujudkan.

Bandingkan saja dengan Negara kita yang termasuk ke dalam Negara tropis dimana musimnya hanya terdiri dari dua musim, dan setengah tahunnya disinari matahari mungkin penggunaan solaRoad akan sangat bermanfaat bagi kita kelak. Bisa dibayangkan kalau proyek ini kedepan diadakan di Negara kita, tentunya lampu – lampu jalan, bahkan rumah kita akan dialiri listrik dari sistem tenaga surya, yang tentunya juga lebih ramah lingkungan.

Sources:
1. http://www.solaroad.nl/
2. www.suneducationgroup.com/iklim-belanda.html
3. http://ecoyouthtoyota.com/ecofeatures_detail.php/213/submit