189. ( Bukan ) Katak dalam Tempurung

Penulis : Fadilla Khairunnisa
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Kita tentunya sudah sering mendengar peribahasa “ seperti katak dalam tempurung “, sebuah peribahasa untuk menggambarkan seseorang yang tidak berfikiran luas atau picik. Penggambaran untuk seseorang yang tidak berfikiran untuk maju, untuk menghasilkan sebuah inovasi, hanya terkukung didalam sempitnya sebuah “ tempurung “.

Sebagai sebuah bangsa yang besar, tidak hanya daerahnya bahkan penduduknya juga sangat banyak, Indonesia tentu tidaklah sebuah Negara yang terbatas dalam hal sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Akan tetapi kenapa kita masih jauh ketinggalan dari sebuah Negara kecil yang luas wilayahnya sangat sempit, yaitu sekitar 40 ribu km2, tidak lebih luas daripada propinsi Jawa Timur, namun negara ini termasuk negara maju dengan pendapatan per kapita hampir US $30 ribu. Bandingkan dengan Indonesia yang pendapatan per kapitanya baru mencapai US $2 ribu. Bayangkan saja, hampir seluruh wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut.

Rata-rata sekitar 1 meter di bawah laut. Bahkan, salah satu wilayahnya lebih rendah 7 meter dibanding laut. Akan tetapi, otak mereka bekerja keras untuk menemukan cara terbaik mengatasi masalah tersebut, tidak berhenti berinovasi hanya karena sumber daya alam yang terbatas ataupun daerah yang kecil. Hasilnya bisa dilihat sampai sekarang.

image001
1.gambar peta Belanda .

Apa jadinya kalau seandainya orang Belanda berfikir seperti katak dalam tempurung? Tentunya mereka tidak akan pernah memikirkan untuk menciptakan sebuah daratan dengan konsep tanah kering, pastinya Conelis lily tidak akan pernah sukses mereklamasi sebagian besar wilayah Zuiderze menjadi sebuah lahan kering. mereka tentunya akan memilih untuk berimigrasi ketempat dengan struktur tanah yang lebih tinggi dari permukaan laut serta punya sumber daya alam yang melimpah .

Untungnya orang Belanda bukanlah orang –orang berfikiran sempit, mereka selalu berusaha menciptakan sebuah inovasi dengan keterbatasan yang ada. Apa jadinya kalau orang Belanda memilih untuk bermigrasi ke daerah lain, tentunya kita tidak akan pernah bisa melihat pulau buatan menakjubkan seperti yang ada di dubai. Kita tentu masih ingat bagaimana takjubnya kita melihat pulau buatan yang di Dubai, dengan berbagai macam bentuk yang sangat indah. Pulau buatan yang dibuat di Dubai memang menggunakan teknik dan konsep yang sama dengan membuat daratan di Belanda. Kalau saja Belanda tidak ada mungkin kita tidak akan pernah membayangkan manusia membuat sebuah pulau di lautan dengan bentuk yang begitu indah.

image003
2. Gambar pulau buatan di Dubai yang memakai system pembuatan yang sama dengan Belanda

Apalagi melihat pertumbuhan penduduk dunia yang sangat besar dari tahun ke tahun, tapi daratan tidak bertambah, tentunya kita bisa membayangkan bagaimana sempitnya daratan berpuluh- puluh tahun ke depan. Membangun daratan belanda memang bukan dalam sekejab mata, mereka memulainya secara bertahap hingga bisa sampai seperti sekarang.

Belanda bukannya tidak pernah mengalami kegagalan dalam membangun daerah daratan mereka, peristiwa watersnoodramp 1953, merupakan sebuah peristiwa yang sangat meninggalkan luka mendalam bagi mereka, tapi apakah mereka menyerah dan memilih pindah? Tidak, mereka bertahan bahkan bertekad kalau kejadian itu tidak akan pernah terjadi untuk kedua kalinya.Kita tentunya juga bisa belajar dari prinsip itu.

Belanda pun semakin fokus dalam membangun proyek tanggulnya, dimotivasi dengan keberhasilan pembangunan Afsluitdijk, munculah proyek Delta Works. Delta Works adalah proyek memperpendek garis pantai untuk mencegah kerusakan akibat banjir. Proyek ini dibangun di sekitar delta Sungai Rhine-Meuse-Scheldt. Konstruksi tersebut melibatkan pembangunan bendungan, pintu air, tanggul, bendungan, dan hambatan bagi gelombang badai . Proyek tanggul di Belanda ini menginspirasi banyak negara dalam perekonstruksian pesisirnya, khususnya untuk menghadapi fenomena sea level rise akibat global warming.

image005

Netherlander mulai memperluas daratan dari tahun 1575-1650. Tanah rendah yang masih ada genangan air di dalamnya dibuatkan pematang mengelilingi tanah rendah tersebut, lalu air yang ada di tanah rendah tersebut dipompa keluar dengan memanfaatkan kincir angin. Proses pengeringan tersebut dinamakan ‘Inpolderingproject’. Tanah pasir yang kering lama-lama akan mengeras dan menjadi daratan sehingga Negeri Belanda semakin luas.

Teknik membuat daratan ala Belanda membuat mereka mempunyai kandungan tanah pasir yang secara umum diketahui kalau tidak bagus untuk ditanami. Akan tetapi seperti Seperti kata legenda sepakbola dunia asal Belanda, Johan Cruyff, “Every disadvantage has its advantage”, orang Belanda berusaha menemukan cara untuk memanfaatkan tanah yang ada. Hasilnya mereka bisa jadi pengekspor bunga tulip dan menjadikan bunga tulip sebagai salah satu sumber devisa Negara mereka. Padahal bibit bunga tulip tersebut bukan asli berasal dari daerah mereka.

Teknik pembuatan daratan ala Belanda ini, memang sudah berusia berabad – abad lamanya akan tetapi teknik itu masih dipergunakan sampai sekarang. Inovasi yang diturunkan sampai sekarang bahkan akan memberikan dampak yang sangat bagus bagi lingkungan kedepannya. Apalagi mengingat dampak global warming yang sudah sangat berdampak sekarang. Pulau – pulau banyak sudah tenggelam tapi pertambahan penduduk tetap bertambah setiap tahunnya, jadi bukan tidak mungkin ketika daratan sudah tidak bisa menampung banyaknya penduduk, inovasi membuat daratan dari Belanda ini bisa digunakan kedepannya untuk membuat sebuah daratan baru yang bisa didiami kelak.

Walaupun daerah mereka kecil tapi setiap kota – kota di Belanda berhasil membuat daerah mereka masing – masing mempunyai sesuatu yang bernilai lebih di bandingkan daerah lain, contohnya Eindhoven dengan Philipsnya yang mendunia, Rotterdam yang terkenal dengan pelabuhan serta tanggul raksasanya serta Den Hagg yang kita kenal lewat pelajaran sejarah sebagai kota tempat dilaksankannya Konferensi Meja Bundar.

Sources:
1. http://indonesiamaju1.blogspot.com/2013/02/10-negara-dengan-pendapatan-tertinggi.html
2. www.facebook.com/note/science-of-universe/air-ancaman-dan-sahabat-orang-di-belanda/10150216445500150
3. http://Id.wikipedia.org/wiki/belanda
4. http://edukasi.kompas.com/read/2015/03/05/02461531/perlu.belajar.dari.belanda.negara.yang.tak.ada.apa-apanya

Sources untuk gambar:
1. Peta belanda

https://nico03soil.files.wordpress.com/2012/04/peta3.jpg

2. Pulau buatan di Dubai

http://1.bp.blogspot.com/-WeIsKnUaJvA/VJJkFRXQ1jI/AAAAAAAAGOQ/bfQKOm-c7W4/s1600/Dubai%2BIslands.png

3. Bendungan

http://www.iamexpat.nl/app/webroot/upload/files/Topics/Expat-page/Survival-kit/polder_2.png)