190. Taktik Jitu Belanda untuk Atasi Banjir

Penulis : Anindita Ayu Pratiwi
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda, kalau kita dengar nama negara tersebut tentunya akan terbayang betapa indahnya negara yang dijuluki negara kincir angin itu. Negara yang khas dengan bunga tulipnya itu ternyata tidak luput dari banjir yang biasanya nenimpa negara kita apabila musim penghujan datang. Bisa dibilang, letak geografis Belanda sesungguhnya yang menjadi faktor utama terjadinya banjir,karena secara geografis negara ini memiliki permukaan tanah yang sangat rendah, yakni seperempat dari wilayah dan populasi penduduknya berada di bawah permukaan laut dan setengah dari wilayahnya berada lebih dari 1 meter di atas permukaan laut. Daerah terendah dari negara ini adalah Nieuwerkerk aan den Ijssel yang terletak di ketinggian 6,76 mdpl. Namun, ada juga daerah yang memiliki ketinggian sampai 321, yaitu Vaalserberg. Letaknya di sebelah tenggara negeri kincir angin ini. Negara ini juga dilalui oleh tiga sungai utama yaitu Rheine, Meuse, dan Schldt yang diperkirakan sungai-sungai ini merupakan salah faktor yang mengakibatkan meluasnya banjir. Kedaan geografis ini tidak membuat mereka menyerah dengan alam, justru mereka terus mengembangkan teknologi untuk mengatasi banjir.

image002
Peta Belanda

Beradasarkan letak geografis dari negara ini, membuat warga Belanda berpikir bahwa yang terpenting adalah air laut tidak tumpah ke daratan. Sehingga, mereka membuat pematang raksasa yang berbentuk bukit pasir dan membentang di wilayah utara Belanda. Di dalam pematang ditanami berbagai jenis rumput, belukar, dan pohon yang dimaksudkan sebagai perekat.

Berbagai upaya sudah dikerahkan oleh warga Belanda untuk mencegah air laut tumpah ke daratan, tetapi banjir masih datang juga. Bencana ini tidak hanya sekali menyerang negeri kincir angin ini, tetapi hampir setiap abad-nya. Pada tahun 838, tepatnya di tanggal 26 Desember, pertama kali Belanda dilanda banjir yang mengakibatkan seluruh pantai pesisir tenggelam. Kemudian, pada tahun 1404 dan 1421 banjir di St. Elizabeth dan 1530 di St. Felix. Kemudian, seluruh Santa dilanda banjir di tahun 1570 giliran seluruh Santa. Tahun 1717, terjadi banjir Natal, kemudian banjir Zuider Zee (1916), dan banjir Belanda terakhir di tahun 1953. Warga Belanda tidak melupakan tragedi ini begitu saja, tetapi mereka masih mengabadikan untuk dikenang dengan perayaan-perayaan, diantaranya The Saint Elizabeth’s Day Flood (1404 dan 1421), The Saint Felix’s Day (1530), All Saints’s Day Flood (1570).

image003
Banjir besar di Belanda tahun 1953

Pada tahun 1953, banjir besar yang masih diingat warga Belanda terjadi tepat pada malam musim dingin tanggal 31 Januari. Permukaan laut utara naik hingga 30 meter dan air bah yang hampir beku menghantam daratan Zeeland, provinsi di ujung selatan Belanda. Tragedi ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 1.835 nyawa, 110 ribu penduduk diungsikan, 200 hektar lahan pertanian hancur total, 47 ribu bangunan luluh-lantak, 67 tanggul jebol, dan dua desa hilang dari peta. Banjir besar ini merupakan bencana yang paling buruk di Eropa dan kemudian Pemerintahan Belanda merencanakan pembuatan bendungan yang disebut Deltaworks (Proyek Delta).

image005
Garis merah adalah bendungan yang dibangun di Deltaworks

Deltaworks merupakan proyek besar dalam teknologi pengelolaan air di Belanda. Proyek tersebut merupakan tanggul penahan gelombang laut untuk melindungi wilayah barat daya Belanda dari air laut di sebelah utara sehingga air yang akan memasuki belanda akan tertahan di bendungan yang dibangun di mulut-mulut sungai. Pembangunan bendungan raksasa ini memakan waktu pembangunan selama 39 tahun. Pembangunannya dilakukan secara bertahap, tahap pertama dilakukan di Sungai The Hollandse Ijssel, sebelah timur Rotterdam, kemudian dibangun bendungan The Ooster Dam (The Oosterschelde Stormvloedkering) yang membetengi seleuruh daratan Zeeland yang langsung berhadapan dengan seluruh lengan Laut Utara. Rancangan tanggul ini memiliki konstruksi yang paling kompleks, sehingga dijuluki oleh The Economist sebagai “Miracle of Netherlands”. Detail bangunannya, panjang tanggulnya hampir mencapai 11 kilometer dan terdapat 64 dermaga di sepanjang tanggul, serta terdapat 62 pintu air yang menggantung kolosal di setiap dermaga dengan total ada 3.968 pintu air yang bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan. Setiap dermaga dan pintu air dibangun dalam sebuah ruangan (dok) khusus. Bendungan Ooster ini adalah dam terpanjang dalam proyek Delta ini. Kebayang betapa hebatnya konstruksi dan indahnya bangunan Bendungan Ooster si penangkal banjir.

image007
Bendungan Ooster

The Maeslantkering merupakan bendungan terakhir yang selesai dibangun pada tahun 1997. Bendungan ini dibangun di muara Nieuwe Waterweg, kanal yang menjadi gerbang masuk ke Pelabuhan Rotterdam. Tanggul ini terdiri dari dua lengan raksasa dengan panjang masing-masing 300 meter. Berdasarkan informasi dari kompas (29 November 2008), kalau diberdirikan, bendungan ini satu lengan setara dengan tinggi menara Eiffel. Belum selesai cerita kehebatan dari bendungan raksasa “The Maeslantkering” ini, jadi dua lengan raksasa dari bendungan ini bisa dibuka-tutup dengan komputer secara otomatis. Apabila ada badai dari Laut Utara dengan ketinggian di atas tiga meter, secara otomatis akan menutup. Selama ini, baru sekali dam ini ditutup, yakni pada 8 November 2007. Canggihnya dari perancang dam ini, memang patut diacungi jempol, motivasi yang tinggi dari masyarakat Belanda yang tercantum dalam website resmi provinsi Zeeland ”Karena rakyat kami telah bersumpah tak boleh lagi ada bencana banjir 1953” membuat para pemakarsa mungkin semakin bersemangat. Proyek ini pun selesai dikerjakan, dan sampai saat ini berhasil menjaga Belanda dari Banjir dan membuat sistem pengelolaan air di Belanda menjadi yang terbaik di dunia. Dan hebatnya Deltaworks ini dapat menciptakan tata kota yang semakin indah dengan adanya kanal-kanal yang tidak hanya berfungsi sebagai aksesorisnya Belanda tetapi bisa menjadi sarana transportasi.

image009
Maeslantkering yang dibangun di muara Nieuwe Waterweg, yaitu kanal yang menjadi gerbang masuk ke pelabuhan Rotterdam

image011
Kanal yang berfungsi sebagai sarana transportasi dan terlihat barisan kapal kecil terjajar rapih dipinggir kanal

Belanda memang merupakan negara penakluk air yang hebat dengan Deltaworks -nya. Hal ini membuat Negara yang indah dengan bunga tulipnya berkolaborasi dengan Amerika Serikat dalam perencanaan dan manajemen air. Setahun kemudian, New Orleans, salah satu kota di negara bagian Lousiana terkena bencana badai Katarina pada tahun 2005 yang mengakibatkan tewasnya 1289 orang. Demi mencegah hal buruk ini kembali terjadi, mereka berencana untuk membuat California Bay Delta, dana millyaran dollar dan riset sudah dipersiapkan oleh Gubernur Califonia, Schwarzenegger, untuk pembuatan bendungan jangka panjang ini. Mulai tahun 2008, A Dutch – American – International Center for Water and Emergency Management (DAIC-WEM) mulai beroperasi di University of Colorado dan George Washington University untuk melakukan penelitian yang tentang manajement air. Ternyata, baik di California maupun Belanda dataran banjir sudah melewati batas. Solusinya adalah melakukan penataan yang berjudul “Room for the river” untuk mencegah banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah sungai.

Berkaca dari Belanda yang memiliki letak geografis yang sangat rentan untuk terjadinya banjir dan dengan gigih membuat berbagai macam pembaruan teknologi demi tidak terjadinya kembali bahaya dan bencana tersebut, seharusnya bangsa kita juga memiliki semangat tersebut.

Refrensi :
1. http://economy.okezone.com/read/2013/01/23/471/750790/proyek-bendungan-oosterschelde-belanda-yang-canggih
2. http://sosbud.kompasiana.com/2010/04/29/%E2%80%9Cmakhluk-air%E2%80%9D-itu-belanda-128933.html
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Netherlands
4. https://bataviase.wordpress.com/2007/01/12/belanda-dan-pengalamannya-yang-seribu-tahun/
5. https://lenidisini.wordpress.com/2010/04/07/belanda-banjir-dan-delta-works/
6. http://hendy-dwi-w.blog.ugm.ac.id/2013/05/01/belanda-pionirnya-negara-pionir/
7. https://ayahaan.wordpress.com