192. Berkawan dengan Hujan (FINALIST)

Penulis : Rizki Amalia Dianing Ratri
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Siapa yang tidak kenal dengan Belanda. Negeri yang memiliki banyak julukan seperti, Negeri Kincir Angin, yang menjadi ikon Belanda sejak ratusan tahun lalu;

image001
Kincir Angin Belanda (sumber : www.holland.com)

Negeri Tulip, dimana terdapat hamparan taman bunga tulip terbesar di dunia terletak di Keukenhof;

image003
Festival Bunga Tulip Keukenhof (sumber : dok. Irfan Prambudi, 2011)

Ada lagi julukan Negeri Dam, karena banyak terdapat dam atau bendungan raksasa yang berfungsi untuk membendung air laut agar tidak mengalir ke daratan,

image005
Maeslantkering, Rotterdam, salah satu bagian dari proyek Delta Works, sebagai penghalang badai (sumber : www.boxbarrier.com)

Jika kita membicarakan soal Belanda, sebagian besar orang pasti akan langsung terkagum dengan negeri tersebut. Bagaimana tidak, negeri yang luasnya tak lebih besar dari Jawa Barat dan Banten itu nyatanya begitu mempesona. Perpaduan potensi alam yang cukup bagus dengan pengelolaan yang optimal menjadikan Belanda salah satu negara yang menjadi acuan dunia contohnya pada sektor industri hortikulturanya.

Sektor hortikultura di Belanda memiliki reputasi internasional untuk menjadi klaster industri inovatif dalam budidaya, proses, dan distribusi produk bermutu seperti sayuran, buah, bunga, dan tanaman lain. Industri ini juga berdiri di jantung inovasi dalam teknologi hortikultura. Keunggulan sektor ini dihasilkan dari kombinasi antar kelompok industri produksi, pemasaran dan perdagangan, persedian logistik, pengemasan, teknologi rumah kaca (greenhouse), pelayanan teknis dan bisnis, pendidikan, dan riset ilmiah.

Westland-Oostland merupakan daerah dengan pusat hortikultura internasional terbesar di dunia. Semua elemen utama dan kunci dalam bidang hortikultura rumah kaca (greenhouse horticultural) ini terkonsentrasi di daerah yang dekat dengan pusat-pusat ilmu pengetahuan antara lain, Rotterdam, Delft, dan Den Haag. Jika dilihat dari udara, Greenport Westland-Oostland memiliki pemandangan yang mengesankan, 40 km2 rumah kaca terbentang luas sejauh mata memandang. Seperti yang diketahui, daerah ini merupakan daerah yang memiliki greenhouse horticultural terbesar di Belanda.

image007
Greenport Westland-Oostland dengan ratusan greenhouse horticulturalnya (sumber : www.wageningenur.nl)

Sebagai konsekuensinya, di daerah tersebut, risiko banjir saat hujan deras masih merupakan tantangan terbesar yang harus dipecahkan. Risiko ini makin meningkat dikarenakan perubahan iklim dimana curah hujan menjadi lebih tinggi dan tidak dapat diprediksi serta diselingi dengan periode kekeringan panjang. Hal ini berimbas pada permasalahan penyimpanan air di daerah Westland.

Namun, berkat inovasi dari Royal HaskoningDHV, Westland bersiap-siap mengucapkan selamat tinggal kepada banjir dan menyapa awal baru yaitu peningkatan produksi, penghematan ruang dan biaya, serta sistem berkelanjutan. Royal HaskoningDHV merupakan perusahaan independen yang bergerak dalam bidang international engineering dan konsultasi manajemen proyek dengan pengalaman lebih dari 130 tahun dalam penerbangan, bangunan, energi, industri, infrastruktur, kelautan, pertambangan, area perkotaan dan pedesaan, serta air.

image009
Kantor pusat Royal HaskoningDHV di Amersfoort, Belanda (sumber : www.linkedin.com)

Solusi yang ditawarkan adalah “The Water-Storing Greenhouse Roofs”. Sebuah konsep yang ‘apik’ dan sederhana dengan membuat sebuah saluran penyimpanan air berbentuk ‘V’ di atap rumah kaca. Konsep inovasi dari Royal HaskoningDHV ini memenangkan The Water Innovation Award 2014 pada kategori ‘Enough Water’ yang diselenggarakan oleh Dewan Air Belanda (The Dutch Water Boards).

image011
Struktur skematis The Water-Storing Greenhouse Roofs (sumber: www.tno.nl)

Penggunaan greenhouse roofs ini sangat mudah, hanya dengan menempatkan partisi di antara bagian atap greenhouse horticultural. Air dapat ditampung dan disimpan sementara di atap rumah kaca. Seperti dilansir oleh hortidaily.com, spesialis pengendalian air, Arie van der Berg mengatakan “dengan cara ini, petani dapat menciptakan ruang ekstra untuk penyimpanan air tanpa harus mengorbankan lahan yang berharga”.

Menurut dewan juri The Water Innovation Award 2014, aplikasi ini mengurangi risiko banjir di daerah greenhouse horticultural secara efektif dan hasil tampungan air hujan dapat dimanfaatkan saat musim kering. Ide untuk menampung air hujan di atap rumah kaca ini juga membantu Dewan Air Belanda memastikan lamanya musim kering dan ketersediaan air. Manfaat sistem ini terletak pada penghematan biaya, pengurangan risiko banjir, dan penghematan ruang yang bisa digunakan untuk perluasan lahan hortikultura.

image013
Pemasangan talang air berbentuk ‘V’ di antara atap rumah kaca menciptakan ruang penyimpanan air (sumber : www.royalhaskoningdhv.com)

image015
Model di atas menunjukkan fungsi dari talang berbentuk ‘V’ (sumber : www.royalhaskoningdhv.com)

Saat partisi di atap bagian bawah dibuka sedikit demi sedikit, akan memperlambat aliran air ke kanal-kanal atau saluran air. Pengaliran air secara lambat dan bertahap inilah yang akan mengurangi risiko banjir akibat curah hujan terlalu tinggi. Jika konsep ini diaplikasikan untuk semua rumah kaca, diprediksi dalam 15-20 tahun, akan mengurangi kenaikan permukaan air laut sekitar 7 cm selama keadaan curah hujan yang ekstrem. Jumlah ini setara kapasitas penyimpanan air terbuka 10.000 m3, yang jika penyimpanan air tersebut dibangun di dataran maka akan memakan biaya sekitar 2.2 ha lahan yang sangat mahal.

Frank van der Burg, seorang pengusaha tomat di Berkel en Rodenrijs menegaskan “Saya sangat senang membawa inovasi ini melangkah lebih jauh. Biaya pengeluarannya rendah dan terlebih lagi, mengumpulkan air di atap juga menguntungkan saya sebagai pengusaha karena permintaan untuk air irigasi pada saat puncak tertinggi musim panas dapat diatasi dengan simpanan air saya. Hal ini sangat praktis dan tentunya berkelanjutan” (www.hortidaily.com).

Konsep ini, lebih lanjut akan dikembangkan oleh Royal HaskoningDHV bersama dengan Frank van der Burg, Rabobank Westland, provinsi Zuid-Holland, Westland dan Langsingerland, dan TNO (Netherlands Organisation for Applied Scientific Research) serta Dewan Air Delfl.

Royal HaskoningDHV mampu berinovasi kreatif menciptakan ide water storing greenhouse roofs untuk menanggulangi banjir di daerah greenhouse horticultural dengan cara sederhana. Hal-hal hebat tidak selalu diawali dengan sesuatu yang rumit. Justru dari hal-hal kecil yang sering terlupakan jika diramu dengan kreatifitas dapat membuat sesuatu yang luar biasa.

Sampai saat ini, Belanda masih terus mengembangkan inovasi mereka dalam berbagai bidang. Inovasi yang mereka miliki tidak terbatas untuk Belanda saja, namun juga menjawab permasalahan yang terjadi di dunia. Belanda menerapkan pemikiran out of the box sehingga dapat terus menerus memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif.

Kalau negara kecil seperti Belanda saja bisa menjadi salah satu kiblat hortikultur dunia, maka Indonesia yang lebih kaya sumber alam harusnya bisa lebih baik daripada Belanda. Hanya saja, saat ini kita masih kurang mengoptimalkan potensi yang kita miliki.

Selamat pagi generasi cendekiawan muda Indonesia! Apa kontribusi kita untuk membangun Indonesia?

Referensi:
Royal HaskoningDHV . https://www.linkedin.com/company/royal-haskoningdhv. Diakses tanggal 21 April 2015.
Royal HaskoningDHV Wins Dutch Water Innovation Award 2014. 2014. http://www.wateronline.com/doc/royal-haskoningdhv-wins-dutch-water-innovation-award-0001. Diakses tanggal 21 April 2015.
Tests for water-storing greenhouse roofs started. 2014. http://www.hortidaily.com/article/9851/Tests-for-water-storing-greenhouse-roofs-started. Diakses tanggal 22 April 2015.
The Dutch horticulture sector- The largest horticultural cluster in the world. http://greenporthorticampus.nl/int/. Diakses tanggal 21 April 2015.
Water Storing Greenhouse Roofs. 2014. http://www.royalhaskoningdhv.com/en/annualreport-2014/business-2014/achieving-leading-market-positions/innovation/water-storing-greenhouse-roofs. Diakses tanggal 21 April 2015.
Water-Storing Greenhouse Roof. https://www.tno.nl/en/focus-area/urbanisation/buildings-infrastructures/tno-a-wealth-of-innovations-for-greenhouse-horticulture/water-storing-greenhouse-roof/. Diakses tanggal 21 April 2015.
Water-storing Greenhouse Roofs keeps Dutch feet dry. 2014. http://www.hortidaily.com/article/13563/Water-storing-Greenhouse-Roofs-keeps-Dutch-feet-dry. Diakses tanggal 22 April 2015.

Sumber gambar:
https://www.wageningenur.nl/en/newsarticle/Business-cases-Sustainable-Greenport-WestlandOostland.htm. Diakses tanggal 22 April 2015.
Prabudiansyah, Irfan. 2011. Menyusuri Keindahan Taman Tulip Belanda. https://irfanprabudiansyah.wordpress.com/2011/02/13/menyusuri-keindahan-taman-tulip-belanda/. Diakses tanggal 22 April 2015.
http://www.boxbarrier.com/about-us/innovative-projects/item35. Diakses tanggal 22 April 2015.
http://www.holland.com/upload_mm/3/0/d/3324_fullimage_molen%20op%20voorgrond%20met%20kassen.jpg_560x350.jpg. Diakses tanggal 22 April 2015.