195. ‘Komunikasi’ dalam Berkendara untuk Mobilitas Cerdas (FINALIST)

Penulis : Mabella Rehastri Azalia
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Situasi kota di negara maju dan berkembang secara garis besar dapat digambarkan dengan pergerakan masyarakat yang memaksimalkan ketersediaan ruang dan waktu terbatas. Kita sebagai masyarakat pada era modern dituntut untuk mencapai sesuatu secara cepat, tepat, dan praktis, maka salah satu teknologi yang dapat menyokong kelancaran aktivitas sehari-hari masyarakat adalah teknologi transportasi. Teknologi transportasi kemudian dianggap sebagai salah satu kemudahan yang dapat diperoleh masyarakat. Tanpa kita sadari atau tidak sebenarnya transportasi sendiri dapat dilihat sebagai dua mata pisau, di mana transportasi menawarkan kesempatan dan kemungkinan yang tidak dapat diperoleh dari teknologi lain tetapi juga terdapat resiko dan bahaya yang dapat muncul dari penggunaannya.

image002
“Open innovation is not only about process, it is about mindset.”

Mobil muncul sebagai sebuah simbol kebebasan serta konsumsi masyarakat atas produksi dari sistem ekonomi-sosial modern, juga sebagai simbol dari status sosial dan kemakmuran dalam sistem kapitalis. Seperti yang kita ketahui mobil merupakan salah satu alat transportasi yang semakin berkembang dan meningkat penggunaannya, tetapi kita sebagai masyarakat terutama yang tinggal di kota besar juga perlu menyadari adanya resiko dan bahaya yang harus ditanggung serta dampaknya baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Salah satu resiko yang harus dihadapi oleh masyarakat kota akibat dari meningkatnya penggunaan mobil adalah kemacetan. Kemacetan yang sering dijumpai dan seringkali tidak disadari adalah Shockwave Traffic Jam, yaitu kemacetan tanpa alasan yang jelas. Kemacetan ini disebabkan oleh adanya satu pengemudi yang memperlambat mobilnya sehingga pengemudi mobil di belakangnya akan memperlambat pula laju kecepatannya atau bahkan malah berhenti. Fenomena aksi-reaksi tersebut akan terus menjalar sampai mobil-mobil berikutnya dan dapat menyebabkan kemacetan tanpa adanya alasan yang jelas.

Mungkin tidak banyak dari kita yang mengetahui bahwa Belanda merupakan salah satu negara yang masyarakatnya juga mengalami resiko yang diperoleh akibat adanya perkembangan teknologi transportasi. Kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat Belanda akibat kemacetan sebesar € 4 milyar per tahun dan 30% disebabkan oleh Shockwave Traffic Jam. Menanggapi fenomena yang diikuti kerugian besar ini maka di antara tahun 2009 sampai 2011, sebanyak tiga belas sektor publik dan swasta Belanda berkolaborasi dalam sebuah proyek untuk menemukan solusi atas permasalahan transportasi terutama perihal Shockwave Traffic Jam yang disebut sebagai Strategic Platform for Intelligent Transportation Systems (SPITS). Dalam kinerjanya untuk menangani Shockwave Traffic Jam, SPITS berusaha mencegah, mengurangi, hingga menghilangkan kemacetan.

Teknologi ini terdiri dari tiga bagian, pertama yaitu Cooperative Mobile Device (CMD) merupakan alat yang dipasang di dalam mobil. Alat ini berguna sebagai sistem navigasi, informasi lalu lintas, serta dapat memberikan masukan atau informasi mengenai kecepatan yang harus ditempuh, green wave, lama waktu perjalanan, hingga jalan kecil atau memotong agar dapat sampai ke tujuan lebih cepat.

image004

Selanjutnya adalah Traffic Content Management System (CMS), yang berguna sebagai penerima data dari CMD. Data tersebut dibagi menjadi dua, yaitu data publik dan data privat. Data privat kemudian disimpan oleh komputer yang ada di mobil pengemudi. Sedangkan data publik di kirim ke bagian ketiga dari SPITS.

image006

Bagian terakhir dari SPITS adalah Road Side Units (RSU) yang berguna untuk menerima data publik. Data publik tersebut kemudian menjadi milik umum, sehingga keterangan atau informasi apapun yang ada di dalamnya dapat dilihat dan dijadikan untuk kepentingan dalam berkendara.

Dalam usahanya untuk menemukan solusi, SPITS ditempuh melalui beberapa cara, seperti penelitian simulasi (simulation studies), pengembangan algoritma (algorithm development), dan penelitian perilaku pengemudi (driver behavior studies). Menjelang uji coba, mobil yang akan digunakan sebagai percobaan dibekali perlengkapan diantaranya adalah kamera, alat komunikasi nirkabel, Tomtom (alat navigasi mobil/GPS), dan komputer. Pada saat uji coba di jalan raya, jalur percobaan dibagi menjadi dua yaitu jalur satu berisi mobil-mobil yang belum dilengkapi peralatan SPITS dan jalur dua berisi mobil-mobil yang sudah menggunakan perlengkapan SPITS serta pada garis depan terdapat satu mobil yang digunakan sebagai pembuat shockwave. Melalui kamera yang dipasang di sepanjang jalan percobaan dan pengawasan dari atas (helikopter), terlihat bahwa jalur dengan mobil-mobil yang diberi perlengkapan SPITS melaju lebih cepat sekitar 25% di mana pada jalur tersebut mengurangi shockwave dan kemudian lebih cepat menghilangkan kemacetan.

image008

Teknologi SPITS ini memungkinkan ‘komunikasi’ antarmobil sehingga alat tersebut dapat menghitung kecepatan dan jarak yang tepat agar pengemudi dapat mengontrol mobilnya dan tidak menimbulkan shockwave yang berkepanjangan. Inovasi tersebut setidaknya dapat menyelamatkan uang masyarakat Belanda dari kemacetan sebanyak € 500 juta per tahun. Selain itu SPITS juga dapat ikut serta dalam memperbaiki arus lalu lintas dan kualitas udara, meningkatkan keamanan dan bantuan bagi pengemudi, sistem infotainment yang dapat diperbarui, serta platform yang terbuka bagi layanan di dalam kendaraan.

Kepedulian masyarakat Belanda terhadap salah satu elemen kehidupan yaitu tanah dapat kita lihat dari teknologi SPITS ini. Masalah yang muncul akibat perkembangan teknologi transportasi khususnya jalan darat dapat ditemukan solusinya. Shockwave Traffic Jam merupakan kemacetan yang tidak tampak secara nyata penyebabnya, tidak hanya menyebabkan kerugian finansial tapi juga kerugian dalam memaksimalkan penggunaan ruang dan waktu yang terbatas terutama bagi masyarakat urban. Perbaikan kualitas udara tentu saja diikuti oleh penurunan polusi struktur, di mana biasanya terdapat lubang atau kelainan bentuk jalan (tidak rata atau bergelombang). Elemen-elemen SPITS diharapkan dapat ‘berkomunikasi’ dan menginformasikan kepada pengemudi untuk dapat mengurangi kecepatan atau menghindari lubang di jalan sehingga tidak menimbulkan hentakan atau getaran yang dapat merusak struktur jalan.

Adanya inovasi tersebut tentu saja dapat membantu pemerintah Belanda terutama Direktorat Jenderal bagian Transportasi di mana eksplorasi dalam studi dan penelitian serta mengatasi masalah kemacetan lalu lintas menjadi bagian dari konsentrasinya. Tentu saja kita juga tidak boleh melupakan empat universitas terbaik di Belanda yang ikut serta dalam pengembangan SPITS, yaitu TU Eindhoven, TU Delft, Universiteit Twente, dan Universiteit Leiden. Hal ini menunjukkan bahwa akademisi, pemerintah, dan sektor privat bekerja sama dalam usaha membangun kehidupan masyarakat di Belanda yang lebih sejahtera. Dengan sinergi yang tercipta diantara sektor-sektor di atas, kita dapat melihat bahwa Belanda merupakan negara yang sadar jika setiap sektor dengan ahli pada bidang masing-masing kemudian mau bekerja sama akan menghasilkan kinerja maksimal untuk mencapai sebuah solusi demi menjaga keseimbangan elemen-elemen kehidupan.

Referensi
Buku
Black, William R. 2010. Sustainable Transportation: Problems and Solutions. New York: The Guilford Press.
McKenzie, Cathy. 2003. “Transportation, Modernity, and Globalisation.”. Amanda Root (ed.). Delivering Sustainable Transport: A Social Science Perspective. Oxford: Elsevier Science Ltd.

Sumber Internet
Government of Netherland. Ministry of Infrastructure and the Environment. . Diakses pada 22 April 2015.
Groenendal, Stefan. Position Paper: Deployment of a Strategic Platform for Intelligent Traffic Systems based on a Public Private Eco System. . Diakses pada 20 April 2015.
Holland High Tech. Intelligent Traffic System for Optimal Mobility. . Diakses pada 19 April 2015.
YouTube. Shockwave Final. . Diakses pada 20 April 2015.