202. Listrik Tanpa Padam Berkat Matahari

Penulis : Lutfi Retno Wahyudyanti
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

image001
Sumber foto: http://nureko88.mywapblog.com/kota-jakarta-di-malam-hari.xhtml

Saat ini, minyak bumi dan gas alam masih menjadi sumber energi utama di bumi. Listrik dan bensin yang kita pakai tiap hari menggunakan bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Minyak bumi, gas alam, dan batu bara berasal dari pelapukan sisa-sisa makhluk hidup yang memerlukan waktu jutaan tahun untuk terbentuk. Bayangkan, apa yang terjadi jika bahan bakar tersebut habis sebelum umat manusia menemukan penggantinya.

Belanda, merupakan salah satu negara yang aktif melakukan inovasi di bidang energi. Selain mendukung penggunaan alat-alat hemat energi, negara ini juga melakukan serangkaian riset dan ujicoba untuk mencari bahan bakar pengganti. Sebagai negeri dengan luas hanya 41.526 km persegi http://internasional.kompas.com/read/2010/08/30/05303243/Pertanian.Hidupi.Belanda, Belanda sadar jika sumber daya alamnya terbatas. Oleh sebab itu mereka sangat memanfaatkan potensi yang ada supaya listrik tetap ada. Dari sekian banyak inovasi energi yang Belanda lakukan, saya tertarik dengan ujicoba pemanfaatan sinar matahari. Sebagai orang yang tinggal di negeri tempat matahari bersinar sepanjang tahun, saya ingin mempelajari hal tersebut.

Sinar matahari diubah menjadi listrik oleh sel surya. Benda yang disebut photovoltaic ini berupa lempengan tipis dengan tebal kurang dari tiga millimeter. Kebanyakan sel surya terbuat dari film tipis yang terpasang pada kaca, metal atau silikon tipis. Lembaran ini terdiri atas sisi positif dan negatif. Saat mentari bersinar, sel surya ini menyerap sinar matahari dan melepaskan elekton. Elektron-elektron tersebut kemudian diubah menjadi listrik. Sel tersebut terhubung dengan baterai yang fungsinya menyimpan energi listrik. http://www.schooljournals.net/oostvaarderscollege/index.php?action[]=IArticleShow::showArticle%28%279992%27%29

image003
Sumber foto: http://carboncycle2.lbl.gov/research/focus-areas/photovoltaic-solar-cells/

Di Belanda, ada dua lokasi yang menggunakan kumpulan sel surya dalam jumlah besar. Yang pertama adalah proyek bernama Sun Island Almere. Kota Almere yang dibangun pada tahun 1976 tersebut awalnya tidak penghuni. Kini, ia memiliki sekitar 250.000 orang penghuni. Untuk menghadapi kecepatan pertumbuhan penduduk tersebut, pemerintah kota mendesain Almere secara terpadu. Salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintahnya adalah kecukupan energi. Dengan menggandeng perusahaan energi Noun, mereka membangun sebuah “pulau” penangkap cahaya matahari.

image004
Sumber foto: http://www.nuon.com

“Pulau” penangkap sinar matahari ini terdiri atas 520 panel surya di area seluas 7000 meter persegi. Itu setara dengan luas 1,5 lapangan sepakbola. Ukurannya menjadikan “pulau” ini panel surya terbesar nomer 3 dunia. Kumpulan panel surya ini berfungsi mengubah sinar matahari menjadi air panas yang menyuplai kebutuhan 2700 rumah. Tiap tahun, panel surya tersebut menghasilkan 9.750 gigajoule. http://concerto.eu/concerto/concerto-sites-a-projects/sites-con-sites/sites-con-sites-search-by-name/sites-crrescendo-almere.html

Yang kedua, adanya pemanfaatan jalur sepeda untuk memproduksi energi listrik. Luas wilayah yang sempit memaksa Belanda memanfaatkan ruang yang ada supaya multi fungsi. Bulan November 2014 lalu muncul proyek bernama Solaroad di Desa Krommenie. Proyek ini menanamkan sel-sel surya ke jalur sepeda. Solaroad menangkap cahaya matahari yang kemudian diubah menjadi penghasil energi untuk lampu jalanan hingga mobil dan listrik di rumah-rumah.

Jalur sepeda ini terdiri dari deretan sel surya yang terbungkus dalam blok beton. Permukaan jalan terdiri dari lapisan tranparan setebal satu sentimeter yang terbuat dari kaca tempered. Jika berhasil, proyek percobaan tersebut akan meluas di lokasi lain. Saat ini Belanda memiliki 140.000 kilometer jalan. Teorinya, sekitar 20%nya memungkinkan untuk dipasangi Solaroad untuk mencukupi kebutuhan energi Belanda. http://www.solaroad.nl/en/ Dalam setahun, jalur sepeda di Krommenie diperkirakan mampu menghasilkan 50 hingga 70 kWh tiap meter perseginya. Itu artinya, sama dengan energi untuk tiga rumah tangga. http://www.holland-cycling.com/blog/198-solar-cycle-paths-the-way-forward

Pemerintah Belanda masih memiliki serangkaian usaha untuk mencegah terjadinya krisis energi. Beberapa teman yang kuliah di sana berkata jika Belanda memandang riset dan dunia akademis sebagai komponen pendorong pertumbuhan ekonomi. Mereka juga membangun perpustakaan-perpustakaan untuk mendukung hal tersebut. Pemerintah juga tidak segan menginvestasikan uang di berbagai percobaan untuk menghasilkan energi.

Bagaimana dengan kita? Kapankah kita terpacu untuk memanfaatkan matahari yang gratis untuk menghidupkan lampu di pelosok negeri? Supaya daerah-daerah yang belum terjangkau listrik PLN bisa menikmatinya. Dan kita selamat dari krisis energi karena kecepatan konsumsi kita tidak sebanding dengan produksi energi fosil.