203. Mengenal FUMO, Asbak yang Bernyanyi untuk Para Perokok di Belanda

Penulis : MUSHAB ABDU ASY SYAHID
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

“If you can get people to enjoy the message that you want to bring them, then you’ll have a much bigger impact with the message itself” – Raymond Reints

image001
FUMO, asbak rokok di Belanda yang bisa bernyanyi

Kampanye peduli lingkungan untuk membuang sampah yang rutin kita dengar tidak selalu berhasil menarik masyarakat untuk tergerak membuang seluruh sampah. Misalnya saja, sampah puntung rokok yang sekilas terlihat sepele. Agar kamu tahu, puntung rokok adalah salah satu dari limbah pencemar terbesar di bumi kita. Wah, kok bisa ya, ‘kan ukurannya sangat kecil?

Bayangkan nih, di Amerika Serikat misalnya, ratusan juta pound filter rokok mencemari lingkungan kota setiap tahunnya. Menurut laporan situs Fast Company Exist, puntung rokok yang dibuang di jalan raya seluruh kota di dunia jika dikumpulkan bisa mencapai angka fantastis, sekitar 4.5 trilyun per tahun! Padahal, puntung rokok—atau limbah apapun yang berasal dari rokok, termasuk ke dalam kategori limbah beracun dan berbahaya. Kecil-kecil cabe rawit! Meski sepele, bahayanya bisa mengganggu kebersihan air dan memicu banjir.

Nah, sejak aturan pemerintah kota tentang pelarangan merokok dan membuang puntungnya tidak begitu berjalan efektif, maka hadirlah 3 orang pemuda kreatif asal Belanda dan menawarkan solusi baru dengan sebuah pendekatan unik: membuat asbak sekaligus tempat membuang puntung rokok yang bisa berbicara dan bernyanyi!

Ya, asbak rokok itu bernama FUMO, yang dalam bahasa Italia berarti “asap”. FUMO adalah satu-satunya asbak rokok inovatif yang menjawab permasalahan dari sudut pandang lain, dengan menaruh pendekatan apresiatif (rewarding) dibanding menghukum langsung (punishing). “Why shouldn’t we add fun in order to change people’s behavior for the better?”

Mencari solusi suatu permasalahan tidak harus selalu dilihat dari sisi negatif. Inilah yang tim Ioglo lakukan saat merancang FUMO. “We believe that using fun as a methodology to cause some certain behavior is much more effective than creating laws or restrictions,” kata Reints.

image002
Tiga personel Ioglo (kiri-kanan): Sinan, Reints, dan Pehlivan

FUMO didesain oleh para desainer yang tergabung di biro desain “Ioglo”. Seperti yang dirilis oleh ioglo.com pada Mei 2014 silam, Ioglo adalah sebuah firma/biro desain yang hanya terdiri dari 3 anggota inti: Sinan Yum, Raymond Reints, dan Mikail Pehlivan. Dengan dukungan dari HKU University of the Arts Utrecht dan Zebracat Productions untuk sound design, Ioglo berhasil merealisasikan desain instalasi asbak rokok FUMO.

Lahirnya ide FUMO diawali ketika salah seorang desainer FUMO suatu hari berjalan kaki di sekitar rumah dan melihat banyak sampah di jalan. Bedanya, ada sampah puntung rokok yang ukurannya kecil, dan ada sampah kaleng soda yang besar. Ia melihat orang lebih tergerak untuk membuang kaleng. Di situlah ia mempertanyakan kenapa tidak ada kesadaran pada sampah kecil seperti puntung rokok. Maka dibuatlah FUMO ini sebagai solusi.

image003
Instalasi FUMO yang dipasang di ruang publik kota Hilversum

Bentuk desain asbak FUMO buatan ioglo memang terbilang unik, selain karena bentuknya yang seperti tiang listrik (pole) yang memanjang, berongga di tengah, ia juga dihiasi lampu kerlap-kerlip dan pengeras suara, dengan ornamen unik berupa puntung rokok besar di atasnya seolah benar-benar menunjukkan itu adalah asbak rokok.
Ketika ada perokok yang melintasi asbak FUMO, maka sistem sensor akan bekerja dan lampu asbak berkedip untuk mengingatkan mereka. Kemudian, sensor audio visual akan otomatis bekerja tepat setelah puntung rokok dimasukkan ke dalam FUMO, persis seperti slot machine.

image006

image005
Lampu kerlip LED FUMO dan ilustrasi Homer. D’Oh!

FUMO menghibur para perokok yang membuang puntung rokok ke dalamnya dengan ‘bernyanyi’ selama 5 – 10 detik, mulai dari musik, nada lagu, paduan suara, hingga suara legendaris “D’Oh!” tokoh Homer dalam kartun The Simpson’s. Audio ini bervariasi dan mampu memuat sampai 50 tipe musik yang berganti secara rutin. Nyanyian ini diramaikan pula oleh efek visual berupa 56 lampu kerlap-kerlip kecil LED yang mirip equalizer musik.

Sepanjang percobaan instalasi di ruang publik kota Hilversum, FUMO mendapatkan banyak respon baik dan kesan menarik tersendiri dari para perokok di Belanda. Banyak di antara mereka yang akhirnya secara mandiri membuang puntung rokok ke dalam FUMO hanya demi menikmati nyanyiannya.

image007
Masyarakat dan perokok bernyanyi bersama FUMO

Menurut Reints, karena desainnya yang sederhana dan berbentuk instalasi hand-crafted, pilihan desain FUMO pun bisa divariasikan, baik dari bentuk, warna, hingga konten lagu sesuai yang diinginkan oleh tempat di mana FUMO ingin dibangun. Material FUMO juga sangat fleksibel dan awet untuk ditaruh di ruang publik dalam waktu lama, seperti taman, mal, stasiun, rumah sakit, atau bioskop.

image008
Seorang warga mengabadikan video ‘pertunjukan’ FUMO yang menyanyi

Harapannya, FUMO dapat berkesan dan membuat para perokok terbiasa dan mandiri membuang puntung rokok ke tempatnya. Atas gagasan brilian ini, Ioglo mendapatkan dua penghargaan berturut-turut berkat desain FUMO di tahun 2014, yaitu:

1). “Nominated for Young Talent Spin Awards.” Hilversum-Belanda, 24 Januari 2014
2). “Shortlisted for final judging for Red Dot Award: Design Concept 2014.” Hilversum-Belanda, 3 Mei 2014
Ioglo sebagai biro desain menginspirasi kita dengan memberikan kemungkinan mengubah perilaku negatif masyarakat untuk lebih mencintai kebersihan melalui cara yang disukai oleh orang lain. Teknologi pada FUMO mampu menciptakan “kejutan” yang bikin kita selalu teringat dan tertarik untuk mendatanginya kembali.

image009
Seorang perokok dalam video berjoget menikmati nyanyian yang diputar oleh FUMO

Misi utama Ioglo sebagai biro desain adalah mendobrak persepsi bagaimana sebuah perusahaan dan jasa desain melakukan komunikasi kreatif. Mereka yakin dengan mengeksplorasi kembali metode yang sudah ada, sebuah komunikasi akan mampu berdampak lebih besar pada masyarakat. Salah satu resep spesial dari tim Ioglo adalah selalu melibatkan unsur fun di setiap proyeknya. Semua dikerjakan secara menyenangkan!

image010
Raymond Reints saat mengadakan workshop Ioglo. Fun is the first rule of design!

Bagi Ioglo, mendesain adalah sebuah petualangan dan pengalaman yang menyenangkan. Prinsip utama desain Ioglo adalah, permasalahan akan selalu diiringi dengan solusi unik, dan mereka telah membuktikannya sendiri. Dengan begitu, aksi kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga bumi kita, bisa kita kampanyekan melalui cara yang asyik dan kreatif.

Oh ya, sebagai penutup, meskipun ioglo hanya terdiri dari 3 anggota, tapi mereka memiliki dua kantor yang berlokasi di 2 negara: Hilversum, Belanda dan Istanbul, Turki. Wah, hebat ya mereka, semoga kita bisa meneladani kreativitas mereka. kecil-kecil cabe rawit! ***

image011
Logo Biro Desain Ioglo

Referensi:

1) http://www.ioglo.com/press/sheet.php?p=fumo
2) http://www.designboom.com/technology/interactive-cigarette-bin-rewards-smokers-05-05-2014/
3) http://www.nacsonline.com/News/Daily/Pages/ND0520146.aspx#.VTePTfA7uSo
4) http://e27.co/interactive-smoke-pole-fumo-to-be-at-this-years-red-dot-award-show/
5) http://www.urdesign.it/index.php/2014/05/06/fumo-an-interactive-ashtray-that-makes-disposing-your-cigarette-an-adventure/
6) http://www.wired.co.uk/news/archive/2014-05/01/fumo-smoke-pole
7) http://www.psfk.com/2014/05/musical-cigarette-butt-garbage.html#articles-pane-close
8) http://gizmodo.com/this-interactive-ashtray-rewards-smokers-for-throwing-a-1571024167
9) http://www.treehugger.com/gadgets/could-giant-musical-cigarette-butt-reduce-cigarette-litter.html
10) https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=eutUgxIqHRY

Referensi Gambar:

1) Seluruh gambar, kecuali ilustrasi Homer The Simpson’s, diambil dari http://www.ioglo.com dan potongan video YouTube https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=eutUgxIqHRY

2) Gambar Homer diambil dari http://www.cbtownandcountry.com/homer-simpsons-not-alone-common-mortgage-dohs/