204. SANG PENGUASA ELEMEN API

Penulis : EDY SUJENDRO
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Sudah pernahkah Kendaran yang kita kendarai, tiba-tiba terjebak dalam genangan banjir?, Beruntung bagi para pembaca yang sudah pernah, karena kita mendapatkan tambahan pengalaman menjadi ahli dalam berkendara.

Tapi maaf lebih beruntung lagi bagi pembaca yang tidak pernah merasakan, karena jujur luar biasa sulit sekali perjuangan meloloskan diri dari kepungan banjir.

image001

http://soloraya.com/2014/12/24/bocah-korban-banjir-ditemukan-di-antara-tumpukan-sampah/

Sudah pernahkah anda merasakan ketika dikejar deadline, Ujian, Tugas Kantor dan lain sebagainya tiba-tiba listrik padam dan memaksa anda untuk tidak bisa mempersiapkan dengan baik. Sekali lagi selamat bagi anda yang pernah, karena anda beruntung bisa survive / bertahan ketika sedang pada kondisi kritis.

Tapi selamat kembali bagi anda yang belum pernah, karena sungguh anda sangat beruntung anda hidup di wilayah yang tidak mengalami krisis listrik.

image002

http://www.tabloidgabe.com/2014/03/krisis-listrik-sumut-gubsu-gatot-kurang.html

Disinilah perbedaan ketika berada dinegara Belanda yang menurut klasifikasi Filsuf Aristoteles (384-322 SM), yang menjelaskan tentang 4 elemen klasik ini dalam bukunya “Physics” :

Elemen Udara / Angin
Dimana Udara / Angin yang pada umumnya hanya digunakan sebagai bernafas, Negeri Belanda / sang Penguasa Elemen Udara berhasil memanfaatkan tenaga angin menjadi tenaga listrik yang lebih menambah manfaat dengan kecanggihan teknologi Kincir Angin.

Salah satu data yang berhasil menggambarkan penguasa elemen Udara adalah pada http://id.wikipedia.org/wiki/Turbin_angin, yang menggambarkan bagaimana penguasa udara ini dapat menerapkannya dalam menghadapi permasalahan alam sekitar.

Turbin angin / kincir angin digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dan lain sebagainya. Turbin angin banyak dibangun di Belanda.

Saat ini, turbin angin lebih banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat, dengan menggunakan prinsip konversi energi dan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu angin.

Prinsip dasar kerja dari turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar pada kincir, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya akan menghasilkan listrik.

image003

https://ruangkata.wordpress.com/2012/05/08/belajar-kincir-ke-negeri-tulip/

Dari penjelasan tersebut, dengan mengandalkan elemen udara, belanda dapat memanfaatkannya menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan oleh warganya. Sehingga tidak ada alasan ketika dikejar deadline, Ujian, Tugas Kantor dan lain sebagainya warga Belanda dapat mempersiapkan dengan baik. Inilah alasan kuat mengapa belanda dapat dikatakan sebagai Penguasa Elemen Angin / Udara.

Elemen Bumi : Proyek Delta.
Setelah bencana banjir menerjang Belanda pada tahun 1953, Negara tersebut membuat proyek rencana dengan nama “Proyek Delta”. Secara bertahap, tiga belas bendungan raksasa dibangun dalam tempo 39 tahun. Bendungan pertama selesai dibangun pada 1958 di Sungai The Hollandse Ijssel, sebelah timur Rotterdam. Setelah itu, dibangun bendungan The Ooster Dam (The Oosterschelde Stormvloedkering).

Bendungan ini membentengi seluruh daratan Zeeland yang langsung berhadapan dengan seluruh lengan Laut Utara. Tanggul ini sungguh luar biasa. Begitu rumit konstruksinya sehingga ia disebut sebagai bendungan dengan rancang bangun paling kompleks yang pernah dibuat manusia. The Economist pun menjulukinya sebagai ”Miracle of the Netherlands”.

image004
Bendungan Ooster dengan rancang bangun yang sangat kompleks. (Foto : http://www.panoramio.com)

Bendungan terakhir yang selesai dibangun adalah The Maeslantkering pada 1997. Maeslantkering dibangun di muara Nieuwe Waterweg, kanal yang menjadi gerbang masuk ke Pelabuhan Rotterdam. Tanggul ini terdiri dari dua lengan raksasa dengan panjang masing-masing 300 meter. Jika diberdirikan, satu lengan setara dengan tinggi menara Eiffle di Perancis (Kompas, 29 November 2008).

image005
Maeslantkering yang dibangun di muara Nieuwe Waterweg, yaitu kanal yang menjadi gerbang masuk ke Pelabuhan Rotterdam. (Foto : Dok. Kompas)

Hingga kini, Belanda terus berjuang melawan air. Khususnya, kenaikan permukaan air laut yang terus bertambah akibat pemanasan global. Melalui Komisi Delta, yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda, mereka sedang merancang langkah-langkah teknis guna menghadapi tantangan baru berupa naiknya muka lautan.

Dari data yang diambil dari https://ayahaan.wordpress.com/2010/04/19/laut-dibendung-tanggul-dibangun/, dan berbagai sumber kutipan didalamnya dapat di katakan bahwa hanya negara tersebut yang pantas diberikan predikat sebagai penguasa Bumi/ Tanah yang mampu membendung air laut sampai saat ini. Manfaat terbesar bagi warganya adalah meskipun mayoritas daratan dibawah permukaan air laut, selain terbebas dari amukan gelombang pasang dengan bendungan tersebut juga Warga di Negara Belanda mendapatkan penambahan luas wilayah Tanahnya.

Elemen Air : Sistem Polder
Data yang diambil dari http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html beserta kutipan didalamnya memberikan informasi bahwa “Proyek Delta” yang telah selesai pada tahun 1997, masih ada ancaman kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim. Hal ini mendorong Belanda untuk terus-menerus menyempurnakan sistem poldernya. Ini adalah perjuangan berat jangka panjang bangsa Belanda dalam menaklukan air.

Sistem Polder adalah dataran rendah yang membentuk daerah yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah ini air buangan seperti air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut.

Penerapan sistem polder dapat memecahkan masalah banjir perkotaan. Suatu subsistem-subsistem pengelolaan tata air tersebut sangat demokratis dan mandiri sehingga dapat dikembangkan dan dioperasikan oleh dan untuk masyarakat dalam hal pengendalian banjir kawasan permukiman mereka.

Unsur terpenting di dalam sistem polder adalah organisasi pengelola, tata kelola sistem berbasis partisipasi masyarakat yang demokratis dan mandiri, serta infrastruktur tata air yang dirancang, dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat. Sedangkan pemerintah hanya bertanggung jawab terhadap pengintegrasian sistem-sistem polder, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan sungai-sungai utama.

image006
Sistem Polder
(Sumber : Laporan Akhir ” Pengembangan Teknologi Bangunan Air Pengendalian Banjir Perkotaan Menuju Waterfront City”)
Sistem Pengelolaan Air di wilayah yang berada di bawah air laut merupakan sebuah tehnik yang dipakai oleh negara yang pantas disebut Penguasa Elemen Air.

Sang Penguasa Elemen Api
Meskipun dari data dan fakta yang telah dikutip dari berbagai sumber diatas mengatakan bahwa, Belanda menguasai Elemen Udara, Tanah, dan Air. Sebenarnya, Negeri Belanda lebih tepat sebagai Sang Penguasa Elemen Api.

Artinya Api adalah panas, Panas artinya selalu berani menghadapi ketika terdapat sebuah tantangan yang harus dihadapi dengan pilihan menang dengan sejahtera atau mati ditelan alam. Elemen inilah yang sebenarnya pertama kali muncul sebelum Elemen Udara, Tanah, dan Air dikuasai dengan baik untuk Survive dan bertarung untuk dapat mengamankan wilayahnya.
Semangat Elemen Api inilah yang seharusnya selalu ditiru dari bangsa-bangsa di dunia. Karena dengan berkobarnya semangat Elemen Api, Naluri kecerdasan Bangsa akan berkembang dengan alamiah sesuai dengan kebutuhan Bangsa tersebut.

1. http://soloraya.com/2014/12/24/bocah-korban-banjir-ditemukan-di-antara-tumpukan-sampah/
2. http://www.tabloidgabe.com/2014/03/krisis-listrik-sumut-gubsu-gatot-kurang.html
3. http://fianzoner.blogspot.com/2010/09/sejarah-5-elemen-di-dunia-yunani-india.html
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Turbin_angin
5. https://ruangkata.wordpress.com/2012/05/08/belajar-kincir-ke-negeri-tulip/
6. http://www.panoramio.com
7. Kompas, 29 November 2008
8. https://ayahaan.wordpress.com/2010/04/19/laut-dibendung-tanggul-dibangun/
9. http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html
10. Laporan Akhir ” Pengembangan Teknologi Bangunan Air Pengendalian Banjir Perkotaan Menuju Waterfront City”