205. Keajaiban Negeri Kincir Angin

Penulis : Teguh Pribadi Putra
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Sekitar abad ke-17 kincir angin digunakan juga sebagai sarana pembantu di bidang pertanian dan industri. Seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung. Pada tahun 1973, kincir angin modern atau turbin angin dimanfaatkan oleh Belanda sebagai alat pembangkit energi listrik. Khususnya pasca krisis energi yang sempat melanda dunia pada dasawarsa 1970-an. Dimotori oleh pakar energi angin, Chris Westra, pada awal tahun 1970-an mereka aktif berpartisipasi mengembangkan sistem energi tenaga angin untuk memasok listrik bagi sekitar 27 ribu rumah tangga di wilayah sekitar Kamperduin. Dalam perkembangannya, kincir angin pembangkit listrik tak hanya di bangun di daerah daratan. Tetapi juga di laut, tepatnya di daerah-daerah lepas pantai. Hal Ini juga merupakan salah satu simbol negara belanda. Di Belanda terdapat lebih dari 10.000 kincir angin yang memiliki beragam manfaat diantaranya untuk memompa air, memotong kayu, dan lain-lain.1

Belanda atau Netherland merupakan negeri kincir angin yang sangat terkenal di Eropa, belanda memiliki kaitan sejarah yang sangat kental dengan Indonesia. Dewasa ini dengan teknologi yang berkembang sangat pesat, belanda menjadi negeri kincir angin yang sangat mendunia. Dengan pemanfaatan kemajuan teknologi dari angin, belanda membangun banyak kincir selama berabad-abad. Dengan kincir-kincir itu, mereka membangun negerinya, karena tanpa kincir ini banyak drainase tanah (kecepatan meresapnya air dari tanah) tidak dapat terjadi. Ini karena Belanda berada di bawah permukaan laut. Oleh karena itu Belanda yang juga memiliki iklim berangin menggunakan angin melalui kincir-kincir itu untuk melawan air. Pada zaman dahulu kincir itu juga banyak didirikan untuk berbagai keperluan lain yang berkaitan dengan industri. Inilah alasannya mengapa Belanda disebut Negeri Kincir Angin.

image001
Gambar 1. Teknologi Kincir angin. 4

Belanda secara geografis merupakan negara berpermukaan rendah, dengan kira-kira 20% wilayahnya, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Kenyataan yang unik ini terabadikan dalam namanya: Nederland (bahasa Belanda), yang artinya “negeri-negeri berdaratan rendah”; nama ini pun digunakan dengan beberapa variasi dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Sebagian besar daratan yang berada di bawah permukaan laut adalah hasil campur tangan manusia, ini disebabkan oleh ekstraksi gambut yang meluas, dan kurang terkontrol selama berabad-abad, dan merendahkan permukaan setinggi beberapa meter. Bahkan di wilayah banjir ekstraksi gambut tersebut dilanjutkan melalui pengerukan. Sejak akhir abad ke-16 reklamasi daratan dimulai; kemudian wilayah polder yang luas kini dilestarikan dengan mengelaborasi sistem drainase yang melibatkan beberapa tanggul, terusan, dan stasiun pompa. Sebagian besar wilayah Belanda dibentuk oleh estuaria tiga sungai penting Eropa, yang secara bersama-sama dengan anak-anak sungainya membentuk delta Rhein-Maas-Schelde. Sebagian besar wilayah negara ini sangatlah datar, dengan perkecualian di kaki-kaki bukit di tenggara-jauh, dan beberapa deret perbukitan di bagian tengah. 1

Semua energi yang dapat diperbaharui dan bahkan energi pada bahan bakar fosil kecuali energi pasang surut dan panas bumi-berasal dari Matahari. Matahari meradiasi 1,74 x 1.014 kilowatt jam energi ke Bumi setiap jam. Dengan kata lain, Bumi menerima 1,74 x 1.017 watt daya. Sekitar 1-2 persen dari energi tersebut diubah menjadi energi angin. Jadi, energi angin berjumlah 50-100 kali lebih banyak daripada energi yang diubah menjadi biomassa oleh seluruh tumbuhan yang ada di muka Bumi. Sebagaimana diketahui, pada dasarnya angin terjadi karena ada perbedaan temperatur antara udara panas dan udara dingin. Daerah sekitar khatulistiwa, yaitu pada busur 0°, adalah daerah yang mengalami pemanasan lebih banyak dari Matahari dibanding daerah lainnya di Bumi. 3

Di Indonesia telah mulai dikembangkan proyek percontohan baik oleh lembaga penelitian maupun oleh pusat studi beberapa perguruan tinggi. Proyek ini perlu memperoleh perhatian dari pihak yang terkait untuk dikembangkan karena membutuhkan riset yang cukup intensif mengenai kecepatan angin, lokasi penempatan turbin angin, serta cara untuk mengatur pembebanan turbin yang tidak merata. Misalnya pada malam hari angin cukup kencang, sedangkan pada pagi dan siang hari kecepatan angin turun sehingga harus ada mekanisme penyimpanan energi serta mekanisme untuk menstabilkan fluktuasi tegangan listrik yang dihasilkan. Dalam situasi yang serba kekurangan pasokan listrik seperti sekarang, tampaknya alternatif energi angin perlu dikaji ulang. Selain hasilnya selalu berkelanjutan, harganya pun kompetitif dibanding pembangkit listrik lainnya.3

image003
Gambar 2. Kincir angin sebagai symbol salah satu kemajuan teknologi belanda. 2

Referensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
2. http://www.holland.com/uk/tourism/activities/traditional/windmills/types-of-windmills-in-holland.htm
3. http://www.alpensteel.com/article/116-103-energi-angin–wind-turbine–wind-mill/515-turbin-angin-sebagai-alternatif-pembangkit-listrik
4. http://www.kaskus.co.id/thread/54e81c94c1cb17b5328b4567/mengetahui-teknologi-kincir-angin/?ref=postlist-21&med=recommended_for_you