217. Belanda: Sang Avatar dari Eropa

Penulis : Murmiati
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Jika Aang dan Korra adalah sang Avatar penguasa keempat elemen, maka Belanda adalah sang Avatar pengendali api, air, udara dan tanah. Negeri kecil ini mampu bertahan hidup (bahkan lebih dari sekadar bertahan, hasil karya mereka melambung di dunia internasional) dengan segala keterbatasan yang ada. Tanah yang sempit, air asin yang melimpah dan cuaca yang tidak menentu mengharuskan mereka melahirkan inovasi-inovasi ajaib untuk menyulap negeri kecilnya menjadi negara maju. Caranya, dengan riset-riset untuk mengolah energi kehidupan yang tersedia dari alam.

Tak ada yang meragukan besarnya kekuatan Belanda dalam menaklukkan musuh sekaligus kawannya, air. Mulai dari membendung air laut guna memperluas daratannya hingga menciptakan proyek Delta Works dan Sistem Polder. Dengan kondisi lahan yang terkontaminasi dan mengandung banyak liat, mereka bahkan masih dapat menjadi salah satu negara pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia. Tentu saja berkat otak brilliant mereka dalam menciptakan ‘Soil Quality Maps’ yang memudahkan mereka dalam mengelola tanah. Mereka bahkan memanfaatkan gas hasil pembakaran sampah sebagai energi pembangkit listrik. Sepertinya tak ada yang terbuang sia-sia di Negeri van Orange ini. Umumnya tak banyak hasil pertanian yang dapat di panen dari negera dengan empat musim. Tapi tidak di negara ini, mereka mampu memanipulasi cuaca guna mendongkrak hasil holtikulturanya.

image003

image001

Negara kecil ini mampu melambungkan hasil ekspor produk pertaniannya, terutama benih dan bunga, hingga menduduki peringkat 2 terbesar di dunia. Pendapatan dari sektor pertanian menjadi pendorong utama ekonomi Belanda dan mampu memyumbang 20% untuk pendapatan nasional. Mereka tak mau kalah oleh cuaca dan iklim hingga mereka melakukan riset untuk dapat memanipulasi iklim sesuai dengan kebutuhan tanaman. Mereka menggunakan sistem hidroponik rumah kaca (Greenhouse System) untuk menanam tanaman dan sayuran.

Proyek yang mereka namakan Greenhouse Village ini menggunakan energi panas matahari atau sering di sebut dengan istilah solar cell. Cara kerjanya adalah dengan memanen energi panas berlebih yang di produksi oleh rumah kaca selama musim panas dan menyimpannya dalam tandon air bawah tanah (aquifer). Sebuah alat penukar panas (heat exchanger) dalam aquifier ini dapat menaikkan temperatur air bawah tanah dari 11o C hingga 25o-27oC. Namun pemerintah Belanda menyatakan bahwa keseimbangan energi dalam aquifier harus selalu normal dan temperatur air bawah tanah tidak boleh lebih dari 25oC. Alasannya adalah untuk mencegah tanah dari kerusakan. Sehingga mereka menambahkan menara pendingin (cooling tower) dalam konsep Greenhouse Village ini. Aquifier penyimpanan panas dibagi menjadi lapisan-lapisan isolasi yang dapat mempertahankan temperatur air.

image006
Climate control system of the greenhouse and the block of houses
(http://www.transitiepraktijk.nl/files/flyer_greenhouse_village.pdf)

Untuk mendapatkan aliran energi dari aquifier, rumah-rumah kaca haruslah di lengkapi dengan lantai, dinding dan pipa langit-langit yang dilengkapi sistem pemanas dan pendingin. Dari pipa-pipa inilah suhu dari aquifier di alirkan ke dalam rumah kaca, sehingga suhu di dalam rumah kaca dapat di sesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

image009

image007

Dengan sistem seperti inilah, Greenhouse Village mampu mengendalikan udara di dalam rumah kaca. Saat musim panas, sistem ini di gunakan untuk mendinginkan rumah kaca bahkan juga dapat di alirkan ke rumah-rumah penduduk sebagai pendingin ruangan. Sebaliknya, saat musim dingin, sistem ini bekerja sebagai pemanas suhu. Begitu lah cara mereka menghidupkan produk holtikultura hingga melambung di pasar internasional. Dan merekalah para reinkarnasi avatar Aang: the air benders.

Referensi:

http://pameranpertanian.blogspot.com/p/negara-dengan-pertanian-terbaik.html

http://internasional.kompas.com/read/2010/08/30/05303243/Pertanian.Hidupi.Belanda.

http://www.iees.ch/cms/index.php?option=com_content&task=view&id=28&Itemid=72

http://www.transitiepraktijk.nl/files/flyer_greenhouse_village.pdf

miramarsellia.com/2010/04/24/belanda-inovasi-dalam-tradisi/