219. Inovasi Belanda pada empat elemen kehidupan

Penulis : Andry Apriano
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

#“When the winds of change blow, some people build walls other build windmills.” –Chinese Proverb
Nenek moyang bangsa Belanda telah mewariskan gen kreatif pada setiap kromosom keturunan nya sehingga kreativitas bangsa Belanda terus bermetamorfosis dan mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kesetimbangan alam, salah satunya adalah pemanfaatan elemen udara.

Udara merupakan benda yang tidak tampak, tidak berasa serta tidak berbau. Kehadiran udara hanya dapat dirasakan oleh sentuhan kulit kita dan melalui benda yang diterbangkannya.
Sifat udara selalu bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan yang lebih rendah. Hukum alam tentang sifat udara yang mengalir ini di karenakan energi panas dari matahari yang memberikan suhu panas pada durasi waktu tertentu sehingga udara yang dingin akan di isi oleh udara yang lebih panas dan mencapai suhu seimbang.

Udara yang selalu bergerak ini di manfaatkan untuk pertama kalinya oleh bangsa Persia pada sekitar abad ke-7 masehi dengan pemodelan kincir angina berporos vertikal. (seperti gambar dibawah ini)

image001
Ilustrasi kincir angin vertical sumber: www.beritaunik.net

Karena tidak puas dengan cara kerja / mekanisme kincir angin vertikal dan untuk mendapatkan putaran yang sempurna maka oleh bangsa Belanda melalui inovasi teknologi pada abad ke-13 masehi kincir angin vertikal di rancang ulang menjadi menjadi kincir angin berporos horizontal menyerupai baling-baling pada pesawat terbang. (seperti pada gambar di bawah ini)

image003
Kincir angin poros horizontal sumber: www.xfrosty.blogspot.com

Perubahan ini menghasilkan kincir angin yang berputar secara maksimal karena arah sumbunya dapat di sesuaikan dengan udara begitu pula sayapnya dapat diatur sesuai deras nya tekanan udara yang berhembus.

Pemanfaatan kincir angin ini di gunakan untuk pertanian, irigasi dan pembangkit listrik, hal ini telah berhasil menghantarkan bangsa Belanda menjadi negara yang mengedepankan eco-energy untuk kesetimbangan alam.

Jika dahulu ada pepatah mengatakan ‘Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina’ maka tidaklah berlebihan jika pepatah saat ini mengatakan ‘Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Belanda.

Sumber inspirasi:
www.sobatsepeda.wordpress.com
www.fisikait.blogspot.com
www.xfrosty.blogspot.com
www.beritaunik.net