224. Rainmaker, Membuat Air Dari Udara (FINALIST)

Penulis : Ahmad Anwar
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

“Air sumber kehidupan”.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa air begitu penting bagi kelangsungan hidup. Lalu untuk memenuhi kebutuhan itu, dari sumber mana air di dapat? Sudah menjadi hal umum memperoleh air bersih dari sumber air itu sendiri seperti sungai, danau, atau laut. Namun, Belanda mempunyai langkah anti-mainstream. Bangsa ini telah mengembangkan teknologi ‘ajaib’ untuk mendapatkan air dari udara. Ya, udara diubah menjadi air bersih.

Dutch Rainmaker B.V, sebuah perusahaan turbin di kota Badhoevedorp menemukan konsep baru dalam memproduksi air bersih. Perusahaan tersebut berhasil menciptakan turbin khusus untuk mengubah udara menjadi air. Tidak seperti turbin-turbin pada umumnya yang digunakan untuk menggerakkan generator penghasil listrik, namun produk yang diberi seri AW75 (Air to Water 75) tersebut dirancang guna menampung udara yang masuk untuk diproses menjadi air.

Konsep membuat air dari udara ini berawal dari asumsi bahwa suhu dan kondisi kelembaban udara selalu mengandung sejumlah air. Sebagai contoh, udara dengan suhu 20 derajat Celcius dan 50 % RH (Relative Humidity/ kelembaban relatif) setidaknya mengandung 7 gram air per satu kilogram udara. Kemudian dalam udara yang bersuhu 30 derajat Celcius dan 50 % RH mengandung sekitar 14 gram air per kilogram udara. Begitu seterusnya. Keadaan tersebut memungkinkan kita untuk mengubah udara menjadi air hampir di mana saja di dunia.

Setidaknya ada tiga hal pokok yang menarik untuk diperhatikan dari AW75 yaitu, manfaat, inovasi, dan aplikasi. Pertama dalam kaitannya dengan fungsi. Berbicara tentang air, sebegitu pentingkah udara diubah menjadi air bersih? Mari lihat beberapa fakta berikut:
• Jumlah total air minum kurang dari 1 % dari sumber air di dunia.
• Setengah penduduk negara-negara berkembang hidup dalam kelangkaan air.
• Lebih dari satu miliar orang tidak memiliki air minum yang cukup.
• Setiap jam, 240 anak meninggal karena kurangnya sanitasi dan kualitas air yang baik.

image009

Ternyata tidak semua kebutuhan air setiap manusia terpenuhi. Tidak selalu wilayah mempunyai sumber air langsung yang memadai. Terlebih lagi di daerah yang gersang dengan infrastruktur dan listrik yang terbatas. Sistem yang sederhana dan mampu diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air sangat diperlukan. Itulah mengapa Dutch Rainmaker berusaha untuk memberikan kontribusinya pada permasalahan kelangkaan air dunia.

Kedua yaitu inovasi teknologi. Sistem kerja dalam AW75 memadukan dua teknik. Pertama, teknik turbin angin untuk menjalankan mesin tanpa sumber listrik. Tenaga yang dihasilkan ini akan menggerakkan teknik kedua yaitu pompa penukar panas. Mula-mula udara masuk ke dalam mesin atau sistem. Turbin yang digerakkan oleh angin akan melakukan pertukaran panas. Dengan pertukaran ini, suhu udara yang telah masuk dalam sistem kemudian mengalami pendinginan. Proses ini menimbulkan terjadinya kondensasi atau proses pengembunan. Pada saat suhu turun di bawah titik embun, tetesan air akan terbentuk dan terkumpul dalam ruang penyimpanan air terpisah.

image008

Proses udara yang masuk dan kondensasi yang terus menerus akan menghasilkan air dengan jumlah yang cukup besar. Turbin Dutch Rainmaker ini bahkan mampu menghasilkan air sebanyak 7.500 liter per hari. Dengan demikian, air yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi maupun irigasi.

Dengan AW75, air bisa didapatkan tanpa mempertimbangkan kesediaan atau sumber air bawah tanah. Yang diperlukan adalah angin yang cukup untuk menggerakkan turbin, serta kelembaban udara untuk menghasilkan air. Dengan bantuan angin, alat ini mampu beroperasi sendiri tanpa membutuhkan sumber daya listrik atau bahasa kerennya ‘stand-alone’. Dengan demikian turbin tersebut dapat beroperasi di wilayah lembab atau bahkan gersang tanpa sumber air. Tidak adanya emisi yang dikeluarkan menjadikan Dutch Rainmaker sebagai teknologi penghasil air yang ramah lingkungan.

Kemudian yang ketiga adalah aplikasi. Dutch Rainmaker B.V telah membuktikan kontribusinya dalam memecahkan permasalahan kekurangan air bersih dunia. Salah satu contoh adalah pembangunan turbin AW75 pada proyek Green Wall di Umm Al Himam, Kuwait di tahun 2013. Dalam proyek pengembangan lingkungan tersebut, Dutch Rainmaker telah berhasil membuktikan bahwa konsep ‘menghasilkan air dari udara’ dapat diterapkan pada wilayah yang ekstrem.

image007

Teknologi ini mampu meningkatkan nilai tambah kondisi geografis Kuwait secara signifikan. Dengan demikian, Belanda telah membuktikan bahwa teknologi mereka telah mampu diterapkan untuk menangani permasalahan dunia nyata. Berdasarkan pengalaman aplikasi di Kuwait, AW75 tentu dapat di terapkan di tempat serupa yang lembab dengan iklim yang menantang. Di antaranya seperti Timur-Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Asia Tenggara, Australia dan sebagainya.

Dengan pencapaian pada tiga aspek tersebut, Dutch Rainmaker memenangkan penghargaan Enlightenmentz of the Year Award tahun 2012. Penghargaan di negara Belanda tersebut menitik beratkan pada teknologi berkelanjutan dengan melibatkan sikap proaktif masyarakat. Dalam hal ini, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2007 ini telah menunjukkan teknologi alternatif dan inovatif yang dapat diterapkan secara nyata.

Inovasi Dutch Rainmaker benar-benar langkah revolusioner. Bagaimana tidak, selama ini masih jarang orang berpikir mengubah udara menjadi air. Ide brilian ini telah diwujudkan dengan langkah kongkrit yang mampu mengubah pandangan kebanyakan manusia dalam mendapatkan air. Maka sudah sepatutnya bangsa Indonesia memacu diri. Sumber daya alam yang melimpah merupakan kesempatan luas untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif.

Referensi:
http://dutchrainmaker.nl/ diakses 23 April 2015.
http://sites.psu.edu/erinhaneyrcl/2014/02/19/civic-issue-clean-water-a-problem-of-today/ diakses 24 April 2015.
http://www.citg.tudelft.nl/fileadmin/Faculteit/CiTG/Gezondheidstechniek/doc/BSc_MSc_project_proposals/Witteveen_Bos_-_Winter_Proof_Design_Dutch_Rainmaker.pdf diakses 24 April 2015.
http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/7399-dutch-rainmaker-s-pilot-installation-succesfully-generates-water-out-of-air-in-umm-al-himam-kuwait.html diakses 20 April 2015.
http://www.icoscapital.com/portfolio/dutch-rainmaker diakses 24 April 2015.
http://www.kennislink.nl/publicaties/enlightenmentz-of-the-year diakses 24 April 2015.
http://www.kennislink.nl/publicaties/water-uit-lucht-en-wind diakses 24 April 2015.
http://www.unicef.org.au/Discover/Field-Stories/July-2011/In-Ethiopia,–UNICEF-helps-meet-water-supply-chall.aspx diakses 24 April 2015.
http://www.wetsalt.nl/downloads/leaflet%20DR%20AW.pdf diakses 13 April 2015
https://www.youtube.com/watch?v=9BgS75fXe4c diakses 24 April 2015.
https://www.youtube.com/watch?v=iQR4_p-0mG0 diakses 24 April 2015.
Sunderasan, Srinivasan. “Rainmaker in Kuwait: Precipitating a Solution.” Dalam Cleaner-Energy Investments. Springer India, 2015. hal 23-35.