236. SolaRoad, Konversi Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik Melalui Permukaan Jalan; Inovasi Out Of The Box Belanda Untuk Kehidupan Yang Lebih Bersahabat

Penulis : CHRISTIFANNY HANNALINDA TARALANDU
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Apa yang teman-teman pikirkan ketika melihat jalan? Mungkin yang terpikirkan adalah jalanan dipakai untuk kelancaran berkendara. Apa yang terbersit dalam pikiran teman-teman ketika mendengar kata matahari? Mungkin yang muncul adalah berbagai keluhan seperti silau, panas, gerah, gosong, dan lain-lain. Namun ada hal lain yang lebih bermanfaat daripada sekedar mengeluhkan silau atau panasnya matahari, seperti yang dilakukan oleh Belanda. Mereka melihat silau cahaya dan panasnya matahari sebagai sebuah anugerah yang sayang jika tidak dimanfaatkan dengan optimal. Persepsi mereka tentang fungsi jalan juga sangat out of the box. Belanda melihat sesuatu yang berpotensi dari jalanan sepanjang hampir 140.000 kilometer di negara mereka. Pernah mendengar tentang panel surya? Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang bisa mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Mereka ‘menanamkan’ panel-panel surya pada jalan yang digunakan untuk jalur sepeda untuk ‘menangkap’ cahaya matahari kemudian mengkonversikannya menjadi energi listrik!

image002
Konsep SolaRoad
(http://www.solaroad.nl/en/beeldbank/)

Proyek yang bernama SolaRoad ini adalah ide yang dicanangkan oleh TNO, sebuah organisasi riset di belanda yang bersifat independen. Menyadari bahwa mereka tidak bisa bekerja sendiri, mereka kemudian mengajak Imtech untuk bekerjasama dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan teknologi, dan Ooms Civiel yang berkecimpung dalam dunia konstruksi jalan. Selain itu untuk mempermulus jalannya proyek ini, mereka ikut menggandeng pemerintah provinsi Noord-Holland sebagai penyedia jalan. Mungkin teman-teman bertanya, mengapa mereka menggunakan jalan umum sebagai tempat menempatkan panel-panel surya? Kan bisa menggunakan lahan khusus. Jawabannya adalah, luas Negara Belanda jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan pulau jawa. Selain itu, sebagian dari daratan mereka berada dibawah permukaan laut sehingga sulit untuk mencari lahan khusus. Untuk memiliki daratan yang cukup saja mereka harus mengeringkan lautan. SolaRoad implementasinya di Belanda masih terbilang baru dan masih dalam tahap percobaan dan akan terus disempurnakan. Prototipe SolaRoad sepanjang 100 meter dibuka pada tanggal 21 Oktober 2014 dan dibuka secara resmi pada tanggal 12 November 2014 oleh Menteri Energi Belanda, Henk Kamp.

image004
Peresmian SolaRoad oleh Menteri Energi Belanda, Henk Kamp (http://www.solaroad.nl/en/beeldbank/)

SolaRoad adalah jalan pertama didunia yang ‘diaspal’ dengan panel-panel surya yang telah disesuaikan dengan konstruksi jalan. Permukaan jalan ditutupi dengan sejenis kaca setebal 1 sentimeter dan dibawah kaca tersebut, sel-sel surya berbahan silikon mengumpulkan energi matahari dan mengkonversikannya menjadi energi listrik yang bisa digunakan untuk penerangan jalan, lampu lalu lintas, kebutuhan listrik rumah tangga, dan bahkan suatu saat nanti diharapkan bisa digunakan untuk mengisi daya pada mobil bertenaga listrik. Mereka juga berharap energi yang diproduksi oleh SolaRoad dapat berkontribusi besar untuk produksi energi yang sustainable. Jika dilihat dari jauh, Solaroad terlihat sama saja dengan jalan biasa. Tetapi jika melihat lebih dekat, kita bisa melihat samar sel-sel surya yang ada dibawah permukaan kaca. Wah, berkendaranya diatas kaca dong? Jangan-jangan kacanya bisa memantulkan bayangan? Apakah jalannya tidak licin apalagi setelah hujan? Apakah kacanya kuat untuk menahan beban? Kalau kacanya pecah bagaimana? Jangan-jangan ban sepeda bisa bocor bahkan kita bisa terluka? Mungkin gak kita kesetrum? SolaRoad kan dibuat untuk menghasilkan listrik!? Tenang, teman. Sebelum digunakan, SolaRoad telah di tes laboratorium dengan menggunakan standar internasional. Setelah memenuhi standar internasional, barulah SolaRoad digunakan. SolaRoad dirancang begitu rupa sehingga tidak memantulkan bayangan sehingga warga bisa berkendara dengan nyaman. SolaRoad juga dilengkapi dengan anti selip dan anti debu sehingga kendaraan tidak mudah jatuh dan debu tidak mengganggu proses pengumpulan energi matahari. Selain itu, SolaRoad didesain untuk tahan beban dan tidak mudah pecah. Kalaupun karena suatu hal kacanya pecah, kaca tersebut dirancang agar pecah menjadi potongan-potongan kecil yang jika terinjak tidak akan menimbulkan luka. Luar biasa ya!? Kita menginjak pecahan kaca tetapi tidak terluka! Soal kesetrum, jangan khawatir. Komponen listrik yang ada pada SolaRoad benar-benar terlindung dengan baik dan tegangannya juga rendah. Hal-hal kecil dan detail seperti ini sungguh membuat kagum. Mereka paham betul dengan istilah The Devils In The Details. Bayangkan kalau mereka tidak memikirkan hal-hal kecil dan detail seperti kemungkinan terjadinya lonjakan arus listrik yang membahayakan pengguna jalan atau kerusakan SolaRoad akibat paparan cuaca panas atau dingin, paparan hujan, salju atau debu. Pastinya belum apa-apa proyek ini sudah gagal.

image006
Permukaan SolaRoad
(http://www.solaroad.nl/en/beeldbank/)

Jika dilihat dari segi infrastruktur dan matahari yang bersinar terang sepanjang tahun di Indonesia, mungkin saja SolaRoad ini bisa diadopsi oleh Indonesia dengan memberikan sedikit penyesuaian. Jika dibandingkan dengan penyediaan kebutuhan listrik dengan menggunakan bahan bakar fosil, bisa dipastikan akan lebih murah jika kita menggunakan bahan bakar fosil. Tetapi, sampai kapan kita akan terus bergantung pada bahan bakar fosil? Bahkan saat ini kelangkaannya sudah sangat terasa karena memberikan pengaruh signifikan terhadap harga kebutuhan pokok. Bahan bakar fosil adalah energi yang tidak dapat diperbaharui alias suatu saat nanti akan habis juga. Jangan lupa quote yang dikatakan oleh John James ini: “We do not inherit the earth from our ancestors, we borrow it from our children”. Anak-anak kita juga berhak atas seluruh pemberian Tuhan di bumi ini, karena itu bertindaklah bijaksana. Inovasi yang dilakukan oleh Belanda tentunya jauh lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan hanya duduk diam dan menunggu sampai semuanya benar-benar habis. Mungkin saat ini Belanda seperti tidak dapat terkejar oleh negara yang masih berkembang seperti kita. Jalan di negara kita yang hanya terdiri dari aspal saja masih berlubang disana sini. Akan tetapi awal yang baru selalu datang disetiap pagi. Mari kita kencangkan semangat masa muda kita dengan terus belajar dan berdoa. Bila perlu, tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Belanda, dan belajarlah langsung dari sang ahli inovasi. Semoga suatu saat nanti kita juga bisa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat bagi kelangsungan bumi kita yang hanya ada satu ini seperti yang telah dilakukan oleh Belanda.

Sumber:

SolaRoad. “FAQ”. (Online). http://www.solaroad.nl/en/faq/, Diakses 23 April 2015

TNO. “SolaRoad Combines Road and Solar Cells”. (Online). https://www.tno.nl/en/focus-area/energy/sustainable-energy/smart-energy-system-solutions/solaroad-combines-road-and-solar-cells/, Diakses 23 April 2015

Wikipedia. “SolaRoad”. (Online). http://en.wikipedia.org/wiki/SolaRoad, Diakses 23 April 2015