238. ORANGE SANG PIONIR AIR

Penulis : Chintya Trosana M
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

ABSTRAK
Belanda adalah Negara dengan dua belas provinsi yang terletak di barat laut Eropa, di pantai Laut Utara. Belanda juga dikenal sebagai Negara kincir angin. Selain kincir angin, sebenarnya Belanda juga menjadi pionir pada sektor peraiaran. Tidak heran apabila mengingat bahwa 2/3 bagian dataran Belanda ada di bawah permukaan laut. Dengan adanya kondisi geografis seperti itu dan ditambah etos kerja penduduknya yang luar biasa maka Belanda bisa membuktikan dirinya meski sebagian besar wilayahnya memiliki jalur air dan danau tetapi mereka mampu mengelola dan mengaplikasikan kondisi tersebut menjadi sebuah potensi yang bernilai dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Banyak inovasi di bidang perairan yang telah diciptakan oleh Negara Belanda. Bahkan Negara yang kaya akan sumber daya perairan seperti Indonesia pun masih jauh tertinggal pengelolaannya dibandingkan Belanda dalam urusan pengelolaan air.

Kata Kunci : Pionir, Pengelolaan air, Inovasi

PENDAHULUAN
Belanda adalah salah satu Negara maju yang berada di benua eropa, terletak di 50°45’ LU – 53°33’ LU dan 13°22’ BT – 7°13’ BT. Secara geografis Belanda berbatasan dengan Laut Utara (utara dan barat), Belgia (selatan), Jerman (timur). Permukaan tertinggi di Belanda terletak di Vaalserberg yang berada di Provinsi Limburg dengan ketinggian 321m sedangkan permukaan terendah terletak di Niuewerkerk aan den Ijssel yang berada pada 6.76 mdpl. Iklim di Belanda moderat. Suhu musim panas rata-rata sekitar 17 °C dan suhu musim dingin sekitar 1 °C. Curah hujan di Belanda sekitar 760 mm/tahun.

Jika dilihat secara geomorfologinya 2/3 daratan Belanda berada di bawah permukaan air laut, yang artinya dataran Belanda sangatlah rendah dan rentan terhadap banjir. Selain itu juga banyak terdapat jalur air atau dapat dikatakan sungai-sungai kecil yang mengalir ke sebagian besar wilayahnya. Kondisi seperti itu memaksa masyarakat Belanda untuk terus berupaya mencari cara agar mampu mengatasi problema tersebut, ditambah sejarah Negara Belanda yang pernah mengalami bencana banjir dahsyat sekitar tahun 1953 yang menyebabkan hilangnya 1836 nyawa akibat banjir laut utara. Dengan adanya masa-masa pahit tersebut memicu masyarakat Belanda untuk terus berinovasi dalam bidang perairan dan pada akhirnya mampu menjadi Negara pionir air.

SEJARAH BELANDA DALAM PENGELOLAAN AIR
Seperti namanya Nederland yang berarti Negara yang berada di tanah rendah. Meski sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut namun keadan tersebut tidak mengurangi semangat juang penduduknya. Terlebih jika mengingat mengenai sejarah awal mula Negara Belanda dalam pengelolaan air. Dimulai dari adanya banjir di Daratan zeeland tahun 1953 yang menewaskan 1836 nyawa dan menyebabkan kerusakan parah. Maka pasca 20 hari insiden tersebut, pemerintah Belanda dengan cepat membentuk Komisi Delta dalam menangani problema tersebut. Komisi ini ditugaskan untuk menganalisis, mencari solusi untuk menangani banjir tersebut dan akhirnya tercetuslah pembuatan delta.

Dengan dibentuknya Komisi Delta, maka dibentuklah Delta Works. Delta Works dibangun pasca banjir tahun 1953, dan selesai pada tahun 1997. Nyatanya dibutuhkan waktu sekitar 44 tahun dan menghabiskan biaya 8 miliiar dolar untuk membangun bendungan yang disebut-sebut mampu menahan terjangan badai besar yang hanya muncul sekali dalam kurun waktu 10.000 tahun, dengan ketinggian badai mencapai 13 meter diatas permukaan laut tersebut.

image001
Gambar 1.1 Proyek Delta Works, Rotterdam, Belanda.

Beberapa keunggulan dari Delta Works diantaranya adalah menyeimbangkan kuantitas air di daerah delta dan di daerah aliran selanjutnya, proyek delta telah mempengaruhi perkembangan baru di bidang alam dan rekreasi. Sejumlah cagar alam yang dulunya rusak, kini telah dikompensasi dan cagar alam baru telah muncul di lokasi sekitar bahkan dilokasi lainnya. Dan yang paling utama yaitu menjadi tameng dalam mengurangi potensi banjir.

INOVASI BELANDA DALAM PENGELOLAAN AIR
Beberapa inovasi telah diciptakan Negara Belanda, seperti adanya sistem polder. Polder adalah dataran rendah yang membentuk daerah yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah ini air buangan seperti air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut. Sistem polder mula-mula dikembangkan Belanda pada abad ke-11 dengan adanya dewan yang bertugas untuk menjaga level ketinggian air dan untuk melindungi daerah dari banjir (waterschappen).

image002
Gambar 1.2 Sistem Polder
Sumber: http://pembayunsekar.blogspot.com/2010/04/belajar-dari-tradisi-inovasi-belanda.html

Selain sitem polder, Profesor ahli manjemen air (Arjen Hoekstra) mencetuskan konsep Water Footprint. Konsep ini mengkalkulasikan sejumlah air yang dihabiskan untuk memproduksi suatu produk.

image003
Gambar 1.3 Penggunaan Water Footprint

Selain Hoekstra terkenal pula Martijn Nitzsche seorang Insinyur pencipta Water Pyramid adalah pionir teknologi purifikasi air. Piramida air bertenaga solarnya mampu mengubah air payau, air laut ataupun air tercemar menjadi air minum berkualitas tinggi.

image004
Gambar 1.4 Proses Purifikasi Air

Nitzsche dianugerahi penghargaan World Bank Development Marketplace Award 2006 lalu. Karena ini pula, berdasarkan data WHO dan UNICEF, Belanda menduduki peringkat ke 2 dunia dalam persentase ketersediaan air minum. Oleh karena itu Belanda sangat terkenal akan kualitas air kerannya yang bisa langsung dikonsumsi. Selain itu ada juga Mark Van Loosdrecht yang mengembangkan proses biologis inovatif yakni (Anammox Sludge Technology) digunakan untuk memurnikan air limbah.

image005
Gambar 1.5 Proses Kimiawi Anammox Sludge Technology

Dan yang terakhir adanya teknologi Ekodrainase yang dipelopori oleh Van Wirdum. Pada dasarnya beliau ingin menemukan keterkaitan antara unsur air dengan unsur vegetasi. Bertahun-tahun kemudian pemikiran ini berkembang menjadi sebuah sistem kelola air ramah lingkungan.

image006
Gambar 1.6 Sistem Drainase Di Utrecht

Implementasi ekodrainase ini dapat dilihat di Utrecht. Disana air hujan yang turun (English: stormwater) dipilah menjadi 2 yaitu air yang dianggap kotor dan air yang dianggap bersih. Air yang dianggap bersih itu contohnya air hujan yang mengalir dari atap rumah, sedangkan air kotor itu air yang jatuh dari permukaan jalan apalagi jalan yang penuh kendaraan bermotor. Air yang tergolong bersih tadi dialirkan ke suatu tanah rerumputan yang bernama “wadi”. Di sana air disaring rerumputan sehingga dapat langsung terserap ke dalam tanah.

KESIMPULAN
Belanda merupakan Negara yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Belanda pernah mengalami bencana banjir dahsyat pada tahun 1953 yang menyebabkan hilangnya 1836 nyawa. Dari insiden tersebut Belanda mampu bangkit dan maju dalam pengelolaan air. Banyak inovasi yang diciptakan masyarakat Belanda. Seperti adanya sistem polder, teknologi purifikasi air dan ekodrainase mampu menjadikan Belanda sebagai Negara pionir air. Oleh karena itu pada bulan maret 2013 Belanda dipercaya menjadi tuan rumah perayaan World Water Day di Den Haag.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.ice2sea.eu/wp-content/uploads/sites/27/2012/01/DeltaWorks1.png

http://pembayunsekar.blogspot.com/2010/04/belajar-dari-tradisi-inovasi-belanda.html

https://www.rijkswaterstaat.nl/en/images/Water%20Management%20in%20the%20Netherlands_tcm224-303503.pdf