241. Polder System, Tata Kelola Air yang Menakjubkan

Penulis : Rosyid Bagus Ginanjar Habibi
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Pernahkah sesekali anda membayangkan bahwa manusia bisa membangun kota di bawah laut? Mereka bisa hidup harmonis dan membangun peradaban dunia dari bawah laut? Saran saya, jangan pernah bayangkan itu semua! Karena kota bawah laut adalah kenyataan. Belanda adalah contohnya.
Hampir setengah wilayah Belanda berupa rawa dan dataran rendah yang berada di bawah permukaan laut. Netherland atau yang kita kenal dengan sebutan Belanda pun mempunyai arti kata negara dataran rendah. Permukaan terendahnya adalah Nieuwerkerk aan den Ijssel yang berada 6.76 meter di bawah permukaan laut. Bagaimana bisa Belanda membangun peradaban yang maju dan menakjubkan dari bawah permukaan laut? Bagaimana caranya? Polder System adalah kuncinya.

image002
Sumber: http://ecoyouthtoyota.com/ecofeatures_detail.php/83/submit

Apa itu Polder?
Polder adalah sekumpulan dataran rendah yang membentuk kesatuan hidrologis artifisial yang dikelilingi oleh tanggul (dijk/dike). Polder bisa juga diartikan sebagai tanah yang direklamasi. Jika berkesempatan pergi ke Belanda, akan banyak kita jumpai reklamasi tanah pada bibir pantai, muara sungai, atau waduk buatan. Di setiap reklamasi tanah, dahulu banyak kita jumpai kincir angin raksasa. Kincir angin inilah yang berfungsi mengalirkan air ke polder lebih tinggi. Karena ribuan kincir angin pendukung polder ini Belanda juga disebut sebagai Negara Kincir Angin. Hanya saja seiring berkembangnya zaman, kincir angin itu di masa kini diganti dengan pompa. Oleh karena itu muncullah istilah “Polder Modern”.

image004
Sumber: https://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/polder/

Bagaimana Proses Kerja Polder System?
Meskipun proses kerja Polder System sangat sederhana namun hasil dari proses tersebut sangatlah menakjubkan. Prosesnya adalah sebagai berikut:
- Air limbah rumah tangga dan air hujan ditampung dalam sebuah sungai atau waduk.
- Air tampungan tersebut kemudian dipompa ke polder yang lebih tinggi posisinya jika berlebihan dan berpotensi banjir, dan seterusnya sehingga pada akhirnya air dapat dialirkan pada saluran dan sungai yang langsung bermuara ke laut.
- Polder dikelilingi oleh tanggul yang kuat sehingga bisa menahan beban debit air. Tanggul dapat berupa pemadatan tanah dengan lapisan anti air, dinding batu, konstruksi beton atau pengerasan dinding menggunakan bahan baku dan alat yang canggih.

image006
Sumber: http://www.iamexpat.nl/expat-page/the-netherlands/the-dutch-and-water-in-the-netherlands

Ancaman Banjir di Belanda
Belanda mempunyai dataran yang lebih rendah dari permukaan laut. Karena bentuk geografi yang unik inilah gelombang pasang dan ganasnya badai Laut Utara, ataupun dari luapan sungai Ijssel, Maar, dan Rijn akibat mencairnya es di hilir sungai pada akhir musim dingin menjadi ancaman utama yang bisa menenggelamkan negara kincir angin ini. Untuk itulah Polder System digunakan untuk mencegah banjir di wilayah delta dan daerah aliran sungai dengan memindahkan genangan air ke polder yang lebih tinggi.

Belanda menerapkan birokrasi per wilayah administratif dengan membentuk Badan Manajemen Air (BMA) khusus penanganan Polder System. Badan ini sejajar dengan pemerintahan daerah dan berperan khusus dalam perencanaan, manajemen air, sampai dengan mitigasi risiko penanganan banjir. Seperti yang kita tahu, BMA tidak bekerja sendirian. BMA melibatkan pihak-pihak terkait perumahan rakyat, tempat kerja, suplai air minum, pertanian, lingkungan ekologis, galian mineral, bahkan pariwisata dan rekreasi. Sungai Rijn (Rheine) yang menyebabkan banjir adalah lintasan jalur wisata perahu pesiar yang bermula di Swis, melewati Jerman, dan berakhir di Belanda.

Tata Ruang Daerah Resapan
Untuk menunjung efektivitas keberhasilan Polder System, banyak sekali kajian terkait tata ruang dan kota untuk menentukan sistem pengaliran air dan batas polder. Dalam mitigasi bencana banjir besar yang melanda Belanda, badan sungai disiapkan untuk tergenang air. Oleh karena itulah ada aturan ketat tentang larangan berdirinya bangunan di sekitar wilayah sungai. Daerah tersebut biasanya dimanfaatkan untuk daerah resapan hijau atau lahan pertanian. Pengawasan terhadap pemanfaatan lahan agar sesuai dengan peruntukannya sangat ketat seperti ijin penggunaan lahan, pengawasan rutin, sampai dengan citra satelit atau gambar kawasan menggunakan drone. Tingkat keberhasilan terhadap Polder System ini juga didukung oleh peraturan hukum yang mengikat.

Kelebihan dan Kelemahan Polder System
Sebuah sistem yang dibangun tentu mempunyai kelebihan dan kelemahan, tidak terkecuali dengan Polder System. Kelebihannya jelas yaitu penanggulangan banjir yang sangat efektif. Sedangkan kelemahannya adalah:
a. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun dan mengelola Polder System sangat besar.
b. Dibutuhkan waktu yang lama dalam pembangunannya. Mulai dari pembebasan tanah, pembangunan fisik, maupun untuk pengadaan dan perawatan mesin-mesin dan peralatan.
c. Pembangunan mental (non-struktural) yang berkaitan dengan pendidikan publik harus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya-upaya itu yakni membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di saluran air, menambah ruang hijau, menanam pohon, menggunakan perkerasan grass-block dan paving-block yang permeabel, atau mengubah mindset lebih baik mencegah banjir dan meminimalisir kerugian akibat banjir yang bisa datang setiap tahun.

image008
Sumber: www.alumni.ncsu.edu

Tata Kelola Air yang Menakjubkan
Terlepas dari kelemahan-kelemahan yang muncul tentu Polder System adalah sebuah sistem tata kelola air yang sangat menakjubkan. Belanda menjadi acuan negara-negara lain termasuk Indonesia untuk mengatasi masalah banjir. Di Indonesia ada Jakarta dan Semarang yang beberapa wilayahnya lebih rendah dari permukaan air laut. Polder System adalah cara yang paling logis digunakan mengingat Belanda sukses menerapkannya bertahun-tahun. Selain itu kemiripan bentuk dataran antara Jakarta dan Semarang dengan Belanda juga tidak terlalu jauh. Tinggal bagaimana mengubah mindset masyarakat Indonesia akan mitigasi bencana banjir. Karena biar bagaimanapun, selain adanya pembangunan fisik juga harus diiringi dengan pembangunan mental.

Daftar Pustaka:

https://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/polder/

http://www.designingbuildings.co.uk/wiki/Polders

http://ecoyouthtoyota.com/ecofeatures_detail.php/83/submit

http://www.fao.org/fileadmin/templates/giahs/PDF/Dutch-Polder-System_2010.pdf

http://www.kaskus.co.id/thread/5305a96c118b4658338b4629/pengelolaan-sistem-polder-untuk-penanganan-banjir-rob-di-semarang/

http://www.suara.com/news/2014/02/17/122450/polder-system-solusi-atasi-banjir-di-jakarta

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda