252. Floating Pavilion, High Technology with Low Energy

Penulis : Upi Anggraeni
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

image001

Selain menjadi salah satu negara dengan tim sepak bola yang terkenal di dunia, sekarang Belanda juga menjadi produsen bola apung nih. Eeeh, bukan bola apung ! :(

Floating Pavilion !!!

Ia bener, bangunan mengapung berbentuk setengah bola itu disebut Floating Pavilion. Untuk menghadapi isu peningkatan permukaan air laut akibat pemansan global, akhir-akhir ini para pemikir Belanda mulai mencari ide-ide baru untuk menyelamatkan The Netderland ( negeri-negeri berdaratan rendah) tempat mereka tinggal. Alhasil, salah satu dari mereka mempunyai ide gila yang bisa menyelamatkan mereka dari naiknya permukaan air laut . Ia adalah Rudger de Graf, pencetus sekaligus yang merealisasikan ide Floating Pavilion, hunian yang berkonsep floating city.

Ngomong-ngomong masalah pemanasan global, suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Seperti yang sudah di kemukakan IPCC ( Intergovernmental Panel o Climate Chane), suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Peningkatan suhu ini tentunya akan berakibat langsung terhadap peningkatan permukaan laut. Gimana nggak, jika suhu global meningkat, maka es dan gletser yang berada di kutub utara dan kutub selatan akan mencair. Itu bakalan menyebabkan bertambahnya volume air laut global dan akan terjadi peningkatan permukaan laut tentunya. Yang akan merasakan dampak langsung dari peningkatan permukaan laut ini tentunya negara-negara berpermukaan rendah seperti Belanda. Seperti yang juru bicara NEAA (Netherlands Environmental Assesment Agency) katakana ni:”Dalam dua abad setengah, beberapa negara di dunia terancam oleh naiknya permukaan air laut, terutama negara yang berada di wilayah permukaan rendah. Perbuahan tinggi permukaan air laut ini disebabkan oleh iklim yang semakin tidak menentu.”

Balik lagi ke bola apung Floating Pavilion, bangunan setengah bola ini mulai dibangun pada Oktober 2009 oleh para kontraktor dari Dura Vermeer di Heijsehaven, Rotterdam. Proyek ini merupakan hasil kerjasama antar perusahaan Deltasync.NL milik Ruder de Graf dan perusahaan arsitektur Public Domain Architec. Pengerjaan Floating Pavilion selesai pada Mei 2010 dan langsung dikirim ke Rijnhaven, Rotterdam melalui New Meuse yang kemudian dipamerkan pada Januari 2013.

Kerangka Floating Pavilion ini menggunakan “baju” yang merupakan kertas timah ETFE Foil yang 100 kali lebih ringan dari kaca. Kemudian tubuh bangunan dilapisi dengan lima lembar Polystyrene (EPS) yang ditumpuk. Ketebalan lembaran-lembaran ini hanya 20 hingga 75 cm saja, makannya Floating Pavilion ringan dan nggak tenggelam. Untuk alasnya, digunakan kombinasi beton dan balok. Alas Floating Pavilion memiliki ketebalan sekitar 2.25 m dengan 80 cm alas berada diatas permukaan air, beton yang digunakan hanya setebal 20 cm saja, sedangkan yang lainya merupakan balok. Untuk bangunan yang paling besar, tingginya mencapai 12 meter lho.

image002

Selain menggunaan tekhnologi modern, Floating Pavilion juga sangat ramah lingkungan. Floating city ini akan menyimpan panas matahari dan panas permukaan air yang kemudian panas tersebut disimpan di dalam tubuh pavilion dan digunakan sebagai energi. jadi bola apung ini tidak perlu suplay energi dari luar. Lagian energi hanya digunakan pada saat tertentu saja. Jadi konsep hemat energi sangat ditekanan disini. Selain itu, Floating Pavilion ini juga dilengkapi dengan alat pemurni air toilet, yang kemudian sisa dari pemurniaan ini akan dibuang ke air permukaan.

Di dalam Floating Pavilion terdapat auditorium yang dapat menampung 150 orang sehingga, bangunana ini sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan event MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibitio). Di samping itu, Floating Pavilion juga digunakan sebagai tempat pameran.

image003

Untuk kedepannya, Deltasync.NL dan Public Domain Architec sudah merencanakan untuk mengembangkan Floating Pavilion ini. Mereka akan membuat kawasan perkotaan terintegrasi yang didalamnya terdapat perkantoran, ruang public, dan 13.000 tempat tinggal (1200-nya akan terapung diatas air). Proyek ini diperkirakan akan rampung pada tahun 2040.

image004

Referensi :

http://inhabitat.com/rotterdams-floating-pavilion-is-an-experimental-climate-proof-development/rotterdam-bubbles-floating-pavilion-2/?extend=1

http://www.rotterdamclimateinitiative.nl/en/100procent-climate-proof/projecten/floating-pavilion-in-the-centre-of-rotterdam?portfolio_id=19

http://smi-conference.biz/conference/venue/

http://www.ecofriend.com/eco-architecture-rotterdam-s-floating-pavilion-will-be-resilient-to-climate-changes.html

https://iinparlina.wordpress.com/2012/05/15/creative-green-city-tidak-hanya-unik-dan-indah-melainkan-juga-merupakan-jawaban-dari-berbagai-tantangan/