255. Kekurangan Sumber Kelebihan Bagi Belanda

Penulis : Aurora Afifah Yasmin
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

You can have brilliant ideas, but if you can’t get them across, your ideas won’t get you anywhere. -Lee Iacocca

Belanda, satu kata yang menggambarkan negara yang identik dengan kincir angin, warna oranye, dan bunga tulipnya. Orang-orang Belanda banyak memiliki ide baru dan melakukan inovasi untuk mengatasi kekurangan negaranya menjadi sebuah kelebihan. Oleh karena itu, wajar saja jika Belanda menjadi salah satu negara yang menerima nobel terbanyak sepanjang sejarah.
Negara ini melahirkan berbagai penemu dan pelopor, seperti penemu mikroskop Antonie van Leeuwenhoek, penemu teleskop Hans Lippershey, penemu kapal selam Cornelius Drebbel, penemu jam bandul Christian Huygens hingga pembuat cokelat yang terkenal yaitu Coenraad Johannes van Houten.

Belanda bernama asli Koninkrijk der Nederlanden yang artinya kerajaan tanah-tanah rendah. Hal tersebut dikarenakan 60% wilayah negara ini terletak di bawah permukaan laut dan menjadi landasan Belanda dalam membangun banyak bendungan di sekitar daratannya. Sejak abad ke-13 juga Belanda sudah menggunakan kincir angin.

Angin adalah udara yang bergerak akibat rotasi bumi dan perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin merupakan sumber energi yang relatif bersih dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbon dioksida (CO2) atau gas-gas lain yang berperan dalam pemanasan global. Angin juga tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia, dan mengurangi penyebab efek rumah kaca. Keinginan kuat pemerintah Belanda untuk mengembangkan energi angin, merupakan bagian dari upaya negara itu dalam meningkatkan energi terbarunya, yang masih didominasi oleh energi-energi fosil. Selain itu kincir angin juga berperan dalam bidang objek wisata. Tidak heran jika Belanda sering disebut Negeri Kincir Angin, karena banyak kincir angin yang dijadikan objek wisata disana.

Pada awalnya, kincir angin digunakan untuk mengeringkan daerah tanggul (Polder Mill). Mereka mengembangkan teknologi kincir angin untuk mengalirkan air ke laut. Dalam beberapa abad, negara ini menjadi sangat bergantung kepada kincir angin. Hingga mereka mengembangkan teknologi kincir angin untuk membantu penggilingan jagung, mengolah marmer, pembuatan minyak, pembuatan kertas, dan pemotongan kayu dari Jerman dan Norwegia.

Belanda menerapkan sistem polder yang kompleks untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang. Sistem ini dimulai di Belanda pada abad ke-11. Polder adalah dataran rendah membentuk daerah yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah ini air buangan seperti air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut. Sistem polder banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, juga pada manajemen air buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari permukaan laut dan sungai. Air dalam sistem dikendalikan sedemikian rupa sehingga jika ada kelebihan air, maka kelebihan air itu dipompa keluar dari sistem polder.

image001
Polder dan Kincir Angin di Kinderdijk, Belanda

image003
Sketsa Sistem Polder

Walaupun semua kincir angin di Belanda hampir terlihat sama, sebenarnya terdapat berbagai jenis dari kincir angin tersebut. Menurut fungsinya, kincir angin dibagi menjadi dua jenis, yaitu kincir angin untuk kepentingan industri dan kincir angin untuk penyaluran air. Kincir angin di Belanda juga digunakan sebagai sarana informasi, yaitu pemberitahuan kematian seseorang dengan arah kincir angin yang berlawanan.

Semua teknologi dan kemajuan sekarang ini tidak akan terwujud tanpa ada semangat rakyat Belanda untuk mencari cara mempelajari kekurangan mereka. Walaupun mereka mempunyai kekurangan berupa daratan yang berada dibawah permukaan air laut, kekurangan itu justru membuat Belanda mampu menutupinya dan membuatnya menjadi suatu kelebihan.

Kincir Angin itu mengamankan daratan Belanda dari dinginnya air laut dan kini menghasilkan inovasi-inovasi yang membangun Belanda sampai kejayaannya. Negara yang hebat bukan hanya negara yang memiliki banyak kelebihan, tetapi negara yang bisa bangkit dari kegagalan dan menjadi negara maju. Itulah Belanda dan segudang inovasinya.

Referensi:

http://www.iamexpat.nl/app/webroot/upload/files/Topics/Expat-page/Survival-kit/polder_2.png

http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html