260. Si Aspal Pemakan Polusi (FINALIST)

Penulis : Lufthi Noorfitriyani
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

image002

Sekeping koin menggelinding ke atas aspal di jalanan kota Hengelo, Belanda. Si Koin menggerutu sedih karena terpisah dari pemiliknya dan mendarat di atas aspal yang dingin karena pagi itu hujan gerimis baru saja berhenti. Suara berat tiba-tiba menyapanya “Hei Koin kecil, mengapa di pagi yang segar ini kamu malah menggerutu sedih? Percayalah sebentar lagi jalanan akan hangat karena matahari pasti segera muncul, aku juga sudah tidak sabar nih untuk makan!” ujar Aspal hitam. Koin kecil menjawab “Iya aku sedih karena dari sekian koin di dompet kenapa harus aku yang jatuh? terlebih aku jatuh di jalanan aspal yang dingin dan oh! Kau bilang makan tadi? Sejak kapan aspal bisa makan?”. Aspal terkekeh mendengar jawaban Si Koin kemudian dia berkata “Anggap dirimu beruntung Koin kecil, aku adalah aspal istimewa! Aku adalah aspal pertama di Belanda yang dibuat pada tahun 2010 untuk memakan polusi udara”. Dengan terheran-heran Si Koin bertanya “Makan polusi katamu? Mana bisa? Kamu kan benda padat sedangkan polusi itu berupa gas!” Cibir Si Koin. “Ho ho ho rupanya kamu belum tahu ya? Ini semua berkat tim peneliti hebat yang dipimpin oleh profesor Jos brouwers dari Universitas Teknik Eindhoven, penciptaku. Mereka melapisi titanium dioxida (TiO2) di badanku, aku dipanggil photocatalytic pavement. Biar aku beritahu kalau titanium dioxida itu memiliki kemampuan untuk menyerap gas berbahaya seperti NOx lho” ujar Aspal, kebanggaan terselip dalam suaranya.

“Waah, di luar dugaanku kamu ternyata hebat juga! tetapi aku tidak tahu apa itu NOx? Dan bagaimana kamu makan semua udara itu? Apa kamu makan dengan sendok dan garpu?” tanya Si Koin kagum sekaligus penasaran. Aspal tertawa keras, saking senangnya dia sampai terbatuk-batuk, “uhuk uhuk, Maafkan aku Koin kecil, sekarang biar aku beritahu ya kalau NOx itu adalah gas beracun dari reaksi antara oksigen dan nitrogen sebagai hasil dari proses pembakaran pada kendaraan bermotor. Wilayah Hengelo ini sengaja dipilih karena daerah ini memiliki polutan dengan tingkat yang tinggi di Belanda karena banyak kendaraan bermotor yang melewatinya. Kendaraan bermotor menghasilkan NOx si udara kotor. NOx juga istilah umum untuk mono-nitrogen dioksida seperti nitrogen monoxida dan nitrogen dioksida (NO dan NO2). Tidak hanya berbahaya untuk kesehatan manusia, gas beracun ini pun menjadi penyebab rusaknya ozon dan hujan asam!” jelas Aspal. “Ya Tuhan, gas beracun tersebut membuat kerusakan yang parah sekali bagi manusia dan alam” ujar Si Koin merasa ngeri.

image004

“Maka dari itu para ilmuan hebat Belanda menciptakanku untuk mengurangi bahya polusi bagi manusia dan alam. Badanku yang mengandung titanium dioksida ini akan menghisap gas beracun NOx, sehingga polusi akan menempel pada nano partikel dari titanium dioksida (TiO2), dengan bantuan sinar matahari titanium dioksida mengubah NOx menjadi bentuk nitrat (NO3) yaitu gas yang tidak berbahaya, apalagi gas nitrat tersebut juga bisa bersih dengan air hujan” tambah Aspal. “Waah, untung sekarang ada kamu yang berkontribusi menyediakan udara bersih di sini” puji Si Koin tulus. “Iya betul sekali, aku senang bisa menyediakan udara bersih di sekitarku, dari eksperimen yang dilakukan oleh peneliti yang menemukanku, pada ketinggian antara satu sampai satu setengah meter kandungan gas NOx ditemukan lebih rendah 25-45% pada cuaca yang ideal dan lebih rendah 19% pada hari biasa. Untuk melapisi badanku dengan titanium dioksida memerlukan biaya yang lebih mahal daripada pengaspalan biasa sih, tapi aku kan membawa manfaat jangka panjang” tambah Aspal.

“Ternyata jatuh di sini tidak buruk sama sekali, malah aku bisa berkesempatan untuk mengenal dan merasa berbangga karena jalanan aspal tempatku jatuh adalah penemuan hebat dari Belanda yang memiliki kontribusi besar untuk mengurangi polusi yang berbahaya untuk manusia dan dunia” ujar Si Koin senang. Dialog pagi antara Si Koin dan Aspal berakhir karena sinar matahari mulai muncul dari balik awan, Aspal pun berteriak keras “Waah sinar matahari muncul! Mari makan!”.

Sumber :

http://www.sciencedaily.com/releases/2010/07/100706082058.html

http://www.earth911.com/eco-tech/pavement-eats-pollution/

http://mojowebster.blogspot.com/2010/08/bukan-hanya-hutan-kini-jalan-raya-pun.html

http://www.huffingtonpost.com/2013/07/09/smog-eating-pavement-cut-pollution_n_3563472.html