264. Investasi Sumber Air dari Dutch Rainmaker

Penulis : Jebrina BintiSaro
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Dunia dan alam berkabung, masalah baru pasca globalisasi muncul dan membuat beberapa negara kebakaran jenggot dalam mengatasi dan menanggulanginya. Yap… masalah krisis air menjadi ancaman baru di beberapa bagian belahan dunia. Misalnya, Sao Paulo Brazil yang dikenal sebagai Kota Hujan, kini 20 juta warganya mengalami kekeringan yang sangat buruk dan memaksa mereka mereka mengebor lantai ruangan bawah tanah dan tempat parkir mobil untuk mencoba mendapatkan air dari bawah tanah. Di Ohio Amerika Serikat setengah juta orang telah kehilangan sumber air minum.

image002

image001

Kenyataan ini sungguh diluar dugaan manusia karena sebagaimana yang telah diketahui banyak orang bahwa seperempat dari bumi merupakan air. Namun karena populasi manusia yang semakin bertambah dan diiringi oleh pesatnya perkembangan industrialisasi dan pembangunan pasca globalisasi, menyebabkan adanya pergeseran pandangan. Air bukan lagi dianggap menjadi sumber kehidupan, melainkan sebagai sumber masalah baru. Bahkan berdasarkan gambar diatas bahwa sebagian wanita dan anak-anak setiap hari menghabiskan waktu untuk mengumpulkan air. Lingkungan dan tempat tinggal yang cukup jauh dari sumber air membuat sebagian manusia mau tidak mau harus menempuh perjalanan yang memakan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan akses air bersih. Di Haiti saja, gadis-gadis remaja harus berjalan dua jam per harinya untuk memperoleh air bersih bagi keluarganya dengan masih menggunakan seragam.

image003

Sedangkan di Indonesia, ribuan warga diseluruh desa menghadapi krisis air bersih di musim kemarau sampai datangnya musim hujan. Nusa Tenggara Timur pernah mengalami kekurangan air bersih paling parah yang menyebabkan penduduk terpaksa berjalan 12 kilometer untuk mendapatkan air bersih untuk keperluan memasak dan mencuci. Sedangkan di Jakarta, banjir telah mengancam ketersediaan air bersih karena air tanah terhalang oleh trotoar dan pondasi bangunan. Namun jangan khawatir, nyatanya permasalahan krisis air bersih kini dapat diatasi melalui inovasi dari Belanda dan memberikan dampak yang luar biasa bagi keberlangsungan hidup manusia modern yang mulai kekurangan akses air bersih.

Inovasi yang dikembangkan oleh bangsa Belanda ini disebut dengan Rainmaker yang merupakan inovasi teknologi yang dapat menghasilkan air. Dalam visinya, Rainmaker bertujuan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan terutama dalam mendapatkan akses air. Rainmaker diciptakan untuk menyediakan sistem produksi air dengan tanpa menggunakan bahan bakar fosil atau energi konvensional. Sesuatu yang bahkan tidak terfikirkan oleh orang kebanyakan, telah membuat seorang inovator dari Belanda yang menerapkan prinsip thinking out of box menciptakan sebuah teknologi yang mutakhir.

image004

Rainmaker adalah teknologi yang dapat merubah udara menjadi air dengan teknologi yang super canggih. Dimana diharapkan melalui Rainmaker dampak potensial bagi permasalahan kekurangan air global diatasi dengan teknologi eksklusif dan kombinasi energi angin dan secara langsung menuju pompa panas. Meskipun terlihat sepeti kincir angin biasa, namun jangan menganggap remeh kemampuan teknologi ini dalam menghasilkan sumber air. Bahkan Dr. Thomas Philips, seorang ekonomist memaparkan bahwa Rainmaker adalah solusi yang tepat untuk memproduksi air bersih melalui kelembaban udara dengan mengedepankan teknologi penyaringan air bertenaga mesin berbasis energi angin.

Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi ini merupakan teknologi yang inovatif sekaligus menjadi problem solving bagi negara-negara berkembang yang memiliki permasalahan terhadap akses air bersih. Penemuan rainmaker bagai oase di tengah gurun sahara, sehingga inovasi teknologi air ini menjadi salah satu teknologi dunia yang ditunggu-tunggu oleh sebagian manusia yang kurang beruntung dalam mendapatkan air bersih.

image005

Mekanisme Rainmaker berasal dari kompressor canggih sehingga melalui filter dapat menghasilkan air bersih. Kinerja ini saling berjalan bersamaan dan secara langsung dapar merubah udara menjadi air dengan tahapan-tahapan seperti gambar diatas. Tahukah kamu? Bahwa African Training Research Centre in Administration for Development (CAFRAD) telah mengirimkan nota ketertarikan terhadap teknologi inovasi Rainmaker. Banyaknya apreasiasi dan dukungan dari para inovasi dan pemerhati lingkungan menunjukkan bahwa Rainmaker merupakan inovasi yang mutakhir yang selayaknya dapat diaplikasikan di negara dunia untuk memberikan akses air bersih terhadap manusia yang mana, produksi air bersih tiap negara semakian menurun tiap tahunnya.

Kesuksesan Rainmaker telah menyabet berbagai penghargaan yakni
1. Dutch Rainmaker receives title of ‘Ones to Watch’ 2012 at the GP Bullhound Cleantech Connect Awards 2012
2. Dutch Rainmaker awarded first Enlightenment of the Year Award in Science Center NEMO in Amsterdam

Bangsa Belanda sebagai pelopor teknologi dalam menciptakan sumber kehidupan baru bagi manusia menjadi suatu hal yang patut diapresiasi. Dimana ketika sebagian negara sibuk dalam memberikan penanganan terkait permasalahan krisis air yang berakibat pada kesengsaraan rakyat, justru Bangsa Belanda menemukan sebuah inovasi baru yang memberikan solusi dan menjawab semua pertanyaan skeptis mengenai inovasi dalam mengolah air bersih melalui kelembaban udara. Hal yang selayaknya ditiru oleh Bangsa Indonesia untuk tidak hanya berkutat pada penanganan masalah, melainkan juga pada solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Referensi:

http://dutchrainmaker.nl/

http://static.water.org.s3.amazonaws.com

http://wiki.wateralliance.nl/Dutch_Rainmaker

http://www.lc.nl/friesland/ecoregio/dutch-rainmaker-maalt-water-uit-lucht-14841213.html

http://bumn.go.id/emi/berita/0-Refleksi-Hari-Air-Sedunia–Air-Bersih-Itu-Akan-Bersih