265. Gerak Roda dan Produktivitas Ide

Penulis : Mirdha Arina Sabila
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

image001
Sumber: amsterdanamize.com diakses pada 23/04/2014

“Why should anyone steal a watch, when he could steal a bicycle?” –Flann O’Brien

Bukankah inspirasi adalah hal yang bisa didapatkan di mana saja dan kapan saja? Bahkan seringkali alurnya tidak jelas karena acapkali datangnya tiba-tiba. Di belahan dunia lain ada kebiasaan-kebiasaan yang sudah mendarah-daging lalu kemudian melahirkan inspirasi bagi siapapun yang mendengarnya. Salah satu negara dengan sejuta inspirasinya ialah Belanda.

Kehadiran Belanda secara subjektif bagi penulis bak angin segar di tengah gempuran modernitas, di sini kehidupan berjalan dengan seimbang antara penerapan teknologi canggih dengan teknologi konvensional. Di mana penerapan teknologi modern tidak selalu menjadi solusi tepat bagi kehidupan sehari-hari. Mobilitas masyarakat Belanda yang tinggi tak menyebabkan mereka beralih dari kebiasan lama, yaitu bersepeda. Kegiatan bersepeda tak berbatas pada kalangan tertentu saja, namun penggunaan sepeda untuk menunjang aktivitas dimanfaatkan oleh semua kalangan. Sepeda telah menjadi alat subdimensi yang dijadikan identitas wajib bagi masyarakat Belanda, dari CEO yang ber-jas, hingga para pelajar menikmati aktivitas gowes yang kerap kali menimbulkan decitan ban yang bertemu dengan aspal.

Ramah lingkungan karena tak perlu bahan bakar dan didukung dengan kesederajatan antar-pengguna jalan, menjadikan sepeda salah satu dari sekian banyak moda transportasi yang paling strategis. Strategis di sini ialah, ketika menggunakan sepeda maka kita mendapatkan banyak keuntungan. Dalam hal ini sepeda tidak sekedar sebagai moda transportasi yang menunjang sang pengguna untuk sampai pada tempat tujuan. Namun dalam satu aktivitas bersepeda kita bisa memperolah paket lengkap, yaitu mendukung aksi pelestarian lingkungan, meminimalisasi penggunaan bahan bakar, bersepeda juga memberi sumbangsih pada kesehatan dan kebugaran tubuh. Artinya, pengunaan sepeda secara tidak langsung bisa memangkas biaya kesehatan. Dengan menggunakan sepeda kita juga bisa memangkas pengeluaran, karena pergi ke tempat yang dituju tak memerlukan biaya lagi.

Bagi masyarakat Belanda sepeda bukan lagi sebagai alat transportasi semata, melainkan bagian dari kehidupan sosial dan life style. Bisa dikatakan bersepeda ialah satu bukti nyata dari keberadaban masyarakat Belanda yang berpikiran cerdas dan visioner. Keberadaban ini terlihat ketika mereka bisa memilih moda transportasi yang paling tepat bagi terwujudnya kenyamanan bersama, padahal di sisi lain, hampir setiap kepala keluarga di Belanda memiliki mobil pribadi, tapi mereka lebih memilih bersepeda karena banyaknya pertimbangan yang lebih rasional dan berguna untuk kepentingan jangka panjang.

image002
Sumber: amsterdanamize.com diakses pada 23/04/2014

Belanda dikenal sebagai negeri dengan pengguna sepeda paling banyak di dunia, bahkan jumlah sepeda yang ada jauh melebihi keseluruhan masyarakat Belanda sendiri, bahkan Dutch Daily menyatakan bahwa Belanda adalah ibukota sepeda dunia. Dengan banyaknya orang yang bersepeda, hal ini berarti polusi yang dihasilkan oleh Belanda bisa dikatakan minim dibanding negara seperti Indonesia. Mereka sadar, dengan bersepeda selain lebih efisien dan ekonomis, produksi udara yang dihasilkan juga jauh lebih bersih, segar, dan sehat karena sepeda anti-polutif.

Kebutuhan akan udara yang bersih tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena hal tersebut adalah muara dari kenyamanan yang tidak bisa dinomor-duakan. Udara yang nyaman mempengaruhi sisi psikologis masyarakat yang tinggal di dalamnya, tingkat kebersihan udara berkorelasi dengan indeks kebahagian masyarakatnya , karena secara tidak langsung masyarakat Belanda bisa terhindarkan dari keluhan-keluhan yang berkaitan dengan lingkungan, polusi, juga masalah kesehatan, selain itu angka harapan hidup juga akan terpengaruh karena kebiasaan bersepeda yang telah menjadi bagian dari budaya. Kebersihan udara yang ada juga menjadikan masyarakat Belanda punya rasa memiliki yang tinggi terhadap ruang-ruang publik yang ada, sehingga mereka akan secara konsisten menjaga kenyamanan tersebut dengan cara bertanggung jawab atas diri mereka sendiri dan tidak bersikap egois terhadap lingkungan.

Udara yang bersih, lingkungan tertata, juga penduduk yang sangat bertanggung jawab pada setiap inci ruang kehidupan, justru adalah pemantik utama dari inovasi-inovasi yang dilahirkan Belanda, karena kenyamanan yang ada pada akhirnya membuat masyarakat Belanda lebih positif dalam memandang kehidupan, lalu mereka menemukan ide-ide cemerlang yang melahirkan suatu inovasi baru dalam empat elemen kehidupan, dari mulai udara, air, tanah hingga api, keempatnya sudah berhasil diterapkan dengan model-model terbaru yang mendukung perubahan ilmu pengetahuan.

Dengan sepeda yang ramah lingkungan, menjadikan masyarakat Belanda begitu disiplin dan menghargai waktu, dengan sepeda juga produktifitas udara yang ada menjadi lebih bersih, pada intinya sepeda di Belanda telah membawa banyak perubahan, baik dari segi pola pikir, hubungan sosial, hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ternyata sesederhana itu, kegiatan bersepeda bisa menghasilkan banyak ide. Pada akhirnya kita bisa berkesimpulan bahwa inovasi nyatanya tak harus datang dari hal-hal mutakhir yang memanfaatkan teknologi canggih dalam prosesnya, di masa kini konsistensi yang memberikan sumbangsih berarti bisa dinyatakan sebagai inovasi. Karena, esensi daripada inovasi adalah dampaknya, semakin sederhana suatu cara, namun memberikan dampak luar biasa bagi lingkungan, bisa dikategorikan pada sebuah inovasi, inovasi seharusnya tak perlu mahal, tak perlu sulit, namun lebih kepada menyentuh sisi humanisme, karena inovasi seharusnya mendorong dan menjadi inspirasi bagi negara lain untuk mengadaptasi satu hal ke negaranya. Belanda membuka mata kita, bahwa inovasi bukan tentang teknologi canggih, bukan tentang hal-hal besar, tapi tentang konsistensi perilaku yang berkelanjutan yang justru terlahir dari hal-hal sederhana seperti, bersepeda.
Dan… roda-roda akan tetap berputar, decitan ban dengan aspal akan tetap menjadi solusi bagi dunia masa kini dan nanti. Keegoisan teredam, kebahagian justru buahnya. Sepeda bukan barang baru bagi tanah itu, tapi konsistensi adalah hal yang langka. Maka, layak negeri itu disebut berinovasi, bukan kepada benda atau fisik melulu, namun bersumber pada ide yang melahirkan kesadaran. Kring … kring … kring … yang akan terus menggema. Kita semua sepakat bahwa nilai yang tertuang dalam ide dengan konsistensi tinggi bisa disebut inovasi yang juara. Bahwa lewat hal kecil; ide-ide juara terlahir, hidup, lalu bermanfaat.
________________________________________
*Catatan penting: tulisan ini berdasarkan analisis dari penulis sendiri, tidak bersumber dari mana pun, dan sifatnya adalah pengetahuan daripada akumulasi pengalaman membaca penulis yang berwujud pemahaman.

Daftar referensi gambar: http://amsterdamize.com/2011/11/21/bicycle-cultures-are-man-made/, Diakses pada 23/04/2015 Pukul: 07.33