268. Negeri van Oranje; Membangun Inovasi di Tanah Sempit

Penulis : IRA EKA PRATIWI
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Belanda, negeri kincir angin dengan jumlah penduduk terbanyak ke-16 di dunia ini benar-benar menakjubkan. Mengapa??? Sebab dibalik segala macam keterbatasan yang dimilikinya, Belanda mampu menunjukkan eksistensinya pada dunia dengan berinovasi di sektor pertanian. Tidak mudah bagi negara dengan jumlah penduduk sekitar 17 juta jiwa ini untuk mengembangkan produktivitasnya pada sektor pertanian. Kelemahan-kelemahan seperti posisi geografisnya yang berada pada tanah rendah dimana sekitar 18,6% atau 7.750 km2 dari total luas wilayah keseluruhan yakni 41.528 km2 berada di bawah permukaan laut serta kondisi alamnya yang subtropik membuat negara dengan luas wilayah yang sangat kecil ini tidak patah semangat dalam menciptakan inovasi-inovasi baru melalui pemikiran-pemikiran manusianya yang kreatif.

Pertanian merupakan sektor yang sangat penting di Belanda sejak berabad-abad yang lalu hingga saat ini. Hal yang sangat membanggakan dari sektor pertanian Belanda selain bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang meningkatkan perekonomian Belanda, adalah kenyataan bahwa negara-negara lain di dunia sangat bergantung dengan pertanian Negeri Van Oranje ini. Negara-negara raksasa seperti Der Panzer – Jerman serta Inggris merupakan dua konsumen utama dari hasil pertanian Belanda. Selain itu, Belanda kini termasuk ke dalam dua besar negara pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia setelah Amerika Serikat, sebuah negara yang memiliki luas 296 kali lipat dari negeri Belanda. Sekali lagi ini sangat menakjubkan!

Kemajuan ini tidak lain dan tidak bukan merupakan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, institusi pendidikan dan pengetahuan, organisasi non pemerintahan, serta masyarakat Belanda itu sendiri secara bersama-sama bergabung untuk menciptakan infrastruktur pengetahuan yang efektif dan lengkap untuk menghasilkan inovasi-inovasi di bidang pertanian. Dan, salah satu inovasi dari sektor pertanian di Belanda adalah pengembangan di bidang pertanian pangan atau agri-food.

Ada dua strategi yang digunakan Belanda dalam pengembangan bidang pertanian-pangan. Pertama, doing more with less, dalam hal ini inovator-inovator Belanda mengembangkan produk-produk pertanian-pangan dengan mengefisiensikan penggunaan air dan energi, serta mengurangi limbah dan emisi gas CO2. Kedua, yakni dengan meningkatkan nilai tambah dari produk-produk pertanian-pangan seperti, kesehatan, rasa, dan kenyamanan. Para inovator Belanda sangat memikirkan bahan-bahan tambahan yang diformulasikan ke dalam produk inovasi mereka, seperti mengurangi jumlah garam dan lemak jenuh yang digunakan. Selain itu, dalam berinovasi mereka juga memikirkan tentang kebersihan proses produksi dan metode distribusinya.

Hal yang mengesankan dari negeri kecil ini adalah bahwa lebih dari setengah dari total permukaan tanah di Belanda digunakan sebagai lahan pertanian. Pertanyaannya, lalu dimanakah masyarakat Belanda tinggal dan membangun rumah mereka jika sebagian tanah digunakan untuk bercocok tanam? Disinilah letak kecerdasan para inovator Belanda. Lewat kecerdasannya itu juga para inovator negeri tulip ini mampu memproduksi energi yang berkelanjutan dari limbah pertanian yang mereka sebut dengan Ecofuel. Dari limbah pengolahan sayuran dan buah-buahan yang jumlahnya puluhan ribu ton, Laarakker Groente Verwerking, sebuah pabrik pengolahan hasil pertanian di Belanda mengolahnya untuk menghasilkan energi yang berkelanjutan melalui teknik fermentasi, dimana 120.000 ton biomassa mampu menghasilkan biogas. Setiap tahunnya, fermentasi mampu menghasilkan 2,2 juta m3 biogas, 2.520 ton bio-CO2 cair dan 20 juta kWh bioenergi. Energi listrik yang dihasilkan ini mampu digunakan oleh 6.500 rumah di Belanda. Tidak hanya itu, setelah menjalani beberapa pemurnian dan pemisahan, air yang dihasilkan dari proses tersebut juga dapat digunakan untuk mencuci dan irigasi. Selain itu, sisanya sebanyak 1,5% yang merupakan sampah fermentasi masih digunakan lagi sebagai kompos dan substrat oleh industri penghasil kompos.

image002
Figure 1 Ruangan Proses Produksi Ecofuel

image004

Kehebatan lainnya di bidang pertanian-pangan adalah inovasi mereka dalam mengembangkan “alat pengukur pernafasan” pada buah dan sayuran. Alat ini dikembangkan oleh sebuah pabrik mesin perforasi Belanda, PerfoTec. Penelitian telah menunjukkan bahwa lapisan berlubang yang digunakan untuk mengemas buah dan sayuran tidak selamanya baik. Sebab, lapisan itu akan mempengaruhi jumlah udara yang dibutuhkan oleh buah dan sayuran. Jika lapisan membiarkan udara yang masuk terlalu banyak, maka warna buah dan sayuran akan memudar dan akhirnya akan menjadi pucat. Sebaliknya jika udara yang dibutuhkan tidak cukup, maka sayur dan buah akan menjadi layu dan rasanya menjadi asam. Nah, inovasi alat perngukur pernafasan ini akan mengukur secara tepat berapa banyaknya udara yang dibutuhkan oleh setiap buah dan sayuran. Kemudian, alat ini juga akan mengukur derajat optimum lubang pada lapisan pengemas untuk buah dan sayuran. Saat ini, alat pengukur pernafasan ini telah digunakan oleh semua perusahaan pengolahan buah dan sayuran di Perancis dan kini mulai merambah di Inggris dan Amerika Sekirat. Wow!!

image007

Ide-ide yang lahir dari para inovator dan ilmuan Belanda tidak pernah terpikirkan oleh kebanyakan inovator lainnya dan boleh dikatakan agak sedikit “liar”. Salah satunya adalah ide untuk bercocok tanam di laut atau Sea Farm. Ide ini muncul akibat kekhawatiran para ilmuan yang memperkirakan bahwa di tahun 2050 nanti akan ada 9 miliar orang yang hidup di dunia dan akibatnya akan semakin sedikit tanah yang digunakan untuk bertani dan memproduksi bahan pangan. Para ilmuan yang tergabung dalm kelompok Ilmu Tumbuhan di Universitas Wageningen Belanda saat ini sedang mengembangkan pertanian lepas pantai pertama di dunia dengan menanam Selada Laut (Ulva latuca L.). Menurut hitungan para ilmuan tersebut, dari 180.000 km2 pertanian laut yang dibudidayakan nantinya akan mampu memberikan cukup protein kepada seluruh penduduk dunia. Sebelum ide ini lahir, para ilmuan di universitas yang sama juga terlebih dahulu telah mengembangkan tanaman kentang generasi baru yang dapat dibudidayakan di tanah payau, tanah yang memiliki kadar garam yang sangat tinggi yang sering ditemukan di daerah pesisir.

image009

image010

Seharusnya kesuksesan Belanda di sektor pertanian ini mampu dijadikan contoh oleh bangsa kita tercinta. Tanah yang sangat luas serta potensi nusantara yang melimpah layaknya menjadi penyemangat untuk melakukan hal yang serupa. Negara Belanda memang kecil, tapi dari sana banyak lahir pemikiran-pemikiran yang fantastis. Kita mesti belajar banyak darinya!!!

Referensi:
1. Martin van der Heide, C, dkk. Agriculture In The Netherlands: Its Recent Past, Current State And Perspective. Scientific Paper: Applied Studies in Agribusiness and Commerce – APSTRACT. Agroinform Publishing House, Budapest
2. http://www.dutchagrofood.com/english/fisheries-and-aquaculture/services/aquaculture/
3. http://tribune.com.pk/story/870626/agricultural-breakthrough-saline-land-yields-perfect-potatoes/
4. Majalah Made in Holland Agri-Food, Edisi Spring 2014, dipublikasikan oleh Netherland Enterprise Agency (RVO.nl) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Belanda,
5. http://www.hollandtrade.com/media/news/?bstnum=4695
6. http://perfotec.com/how-it-works/products/
7. http://www.ecofuels.nl/grondstoffen