273. Kotoran Penyumbang Energi Listrik

Penulis : Riza Nurul Afsari
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Alam yang telah menyediakan segala macam sumber energi menjadi alasan utama adanya kehidupan. Manusia, hewan dan tumbuhan hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Hewan dan tumbuhan menjadi salah satu kebutuhan makanan manusia dalam kesehariannya, sehingga sudah menjadi hal yang wajar jika kondisi ini dimanfaatkan manusia sebagai peluang usaha.

image001
(Sumber: https://www.google.co.id/ investigasibrief.com)

Peluang bisnis yang menjanjikan salah satunya yaitu usaha peternakan. Hal ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan makanan manusia yang harus tercukupi setiap harinya. Salah satu menu makanan yang dibutuhkan manusia adalah daging. Biasanya hewan yang paling banyak diternakkan untuk dikonsumsi adalah ayam dan sapi.

Hewan di peternakan sudah pasti menghasilkan kotoran setelah mereka makan. Dari namanya saja bisa langsung diketahui bahwa kotoran ternak pasti bersifat kotor, berbau tidak sedap dan menjijikkan. Tidak mengherankan jika kotoran ternak lebih banyak menimbulkan masalah daripada mendatangkan manfaat. Jika tidak dikelola dengan baik, kotoran ternak dapat menurunkan mutu kesehatan masyarakat. Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut adalah memanfaatkan kotoran ternak untuk hal yang lebih bermanfaat seperti menggunakan kotoran ternak sebagai energi alternatif.

Energi yang paling banyak digunakan untuk aktivitas manusia adalah energi minyak bumi dan energi listrik. Listrik merupakan kebutuan permanen semua orang yang bilamana tidak ada listrik maka dunia saat malam akan terasa hampa. Listrik menyumbang energi yang cukup besar setiap harinya. Penggunaan listrik yang berlebihan dapat melatarbelakangi terjadinya krisis energi. Listrik dari perusahaan negara biasanya berbahan bakar batu bara sebagai penggerak pembangkit listrik. Batu bara merupakan salah satu jenis energi yang tidak dapat diperbarui. Artinya, energi itu jumlahnya terbatas dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk tersedia kembali.

image002
(Sumber: https://www.google.co.id/Fakuinginhijau.org)

Untuk mengurangi keterbatasan sumber daya tersebut, Belanda menciptakan inovasi dengan memanfaatkan kotoran ayam sebagai pembangkit tenaga listrik.
“Kok bisa??”. Pasti itu pertanyaan yang kalian pikirkan saat ini. Hehe

Di tangan seorang penemu, kotoran tenak memang bisa disulap menjadi sumber kekayaan alami yang besar manfaatnya. Memang sebagian orang sudah banyak yang mengetahui jika kotoran dari hewan ternak bisa dijadikan alternatif untuk membuat biogas. Namun, di negeri van oranje itu kotoran ternak digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Hal ini dikarenakan ternak menghasilkan kotoran 3 sampai 4 kali lipat dari yang dibutuhkan untuk pertanian. Sejak tahun 1980 pemerintah Belanda menetapkan aturan ketat dalam penanganan kotoran ternak.

image003
(Sumber: https://www.google.co.id/disnak.jatimprov.go.id)

Belanda memperoleh urutan negara penghasil produksi peternakan nomor dua di dunia. Faktanya, negara yang hanya punya luas daerah 41.526 km2 ini penduduknya berbagi tanah dengan 4,7 juta sapi, 13,4 juta babi, 44 juta ayam petelur, 41 juta ayam pedaging, dan 1,7 juta domba. Dengan kondisi tersebut, Belanda menciptakan inovasi pembangkit tenaga listrik dari kotoran unggas terbesar di dunia yang berada di kota Moerdijk. Dari 490.000 ton kotoran unggas diharapkan dapat dikonversi menjadi lebih dari 207 juta kwh listrik setiap tahunnya. Dengan begitu maka fasilitas ini dapat menghasilkan listrik yang cukup untuk sekitar 90.000 rumah penduduk per tahun dan dapat mengurangi sepertiga dari kelebihan stok pupuk.

image004
(Sumber: http://news.mongabay.com)

Semangat dan kesuksesan bagi kepioniran Belanda di berbagai bidang ilmu dan terobosan bagi masa depan dunia parlu kita contoh. Teknologi tepat guna yang ramah lingkungan seperti ini memang harus lebih ditingkatkan. Energi yang tidak dapat diperbarui bisa dihemat semaksimal mungkin sehingga akan memperpanjang lama keberadaannya. Alam juga tidak akan lebih banyak menanggung polusi udara. Limbah kotoran ayam juga tidak lagi mencemari lingkungan. Beginilah hidup idaman yang pasti diinginkan semua orang.

Sumber:
Marsellia, Mira. Delta Bagi Belanda, Dari Dam Sampai Kotoran Ayam, , http://miramarsellia.com/2013/05/04/delta-bagi-belanda-dari-dam-sampai-kotoran-ayam. Diunduh 21 April 2015
Setiawan, Ade Iwan. 2000. Memanfaatkan Kotoran Ternak. Jakarta: Penebar Swadaya.
Wayuni, Sri. 2010. Biogas. Jakarta: Penebar Swadaya.