276. BUANGLAH AIR KECIL UNTUK BAHAN BAKAR !! Wah Keren juga ya…

Penulis : DURROTUL FIRDAUS
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image001

Begitu Amazing dan tak terfikirkan oleh kita, kalau ada bahan bakar dari urin. Setidaknya ini tengah dikembangkan oleh ilmuwan Belanda. Di tengah Minyak bumi makin langka dan mahal, harganya juga terus meroket dipicu gejolak politik di Timur Tengah yang tak pernah usai termasuk di Indonesia. Kondisi itu mendorong berbagai kalangan mencari bahan bakar alternatif: hidrogen, air, sampah, biodesel, bahkan urin.

Para peneliti Belanda saat ini tengah sibuk membuktikan keampuhan “si air kuning”. Penelitian sampai saat ini masih dilakukan. Kabar baiknya, sejauh ini berjalan lancar dan hasilnya amat menjanjikan. Bersama-sama dengan Universitas Delft, lembaga penelitian DHV telah mengembangkan teknis pemrosesan urin ini. Baru-baru ini mereka mempromosikan penemuan mereka dan berhasil mendapatkan hak paten di Cina, Afrika Selatan, Amerika Serikat dan Eropa.

Di Belanda, energi yang didapat dari urin dapat memasok energi 30.000 rumah dengan energi setara 110 ribu Megawatt. Itu pun hanya dari urin manusia. Jika produksi urin ditingkatkan, maka pasokannya bisa bertambah lima kali lipat. Proses untuk menjadikan urin sumber energi alternatif sejatinya sederhana. Urin mengandung senyawa amonia. Jika dipanaskan secara perlahan, urin akan berubah menjadi gas amonia. Gas tersebut dapat dimasukkan ke dalam sel bahan bakar (fuel cell), sejenis generator, dan kemudian digunakan untuk menghasilkan lisrik. Salah satu hasil temuan penelitian tersebut akan dibuka untuk para investor. Meskipun biaya awalnya cukup tinggi. Namun biaya tersebut akan terbayar kembali dalam waktu 8-10 tahun. Di Belanda, jangka waktu tersebut masih masuk akal dan bisa diterima.

Bukan hanya ilmuan dari Eropa loh yang bisa mengubah Urine menjadi Alternatif Bahan Bakar, Pelajar di SMAN 1 Bawang Kab.Banjarnegara juga telah berhasil mengubah urine menjadi Bahan Bakar. Mereka melakukan fermentasi dan distilasi sederhana dengan cara mencampurkan 20 liter urine manusia di tambah 20 liter perasan limbah salak dan dua kilo gram gula. Selanjutnya, bahan yang telah tercampur ini di simpan dalam toples yang tertutup rapat untuk di fermentasi selama 21 hari, hingga menghasilkan etanol dan co 2.
Setelah itu lakukan pemisahan etanol dengan di panaskan pada suhu 100 derajat celsius. Melalui proses pemanasan ini akan tebentuklah bio etanol urine manusia atau binolisi yang siap di gunakan. Bio etanol urin manusia ini tidak berwarna dan bening, bau menyengat dan sangat mudah terbakar. Bahkan, jika di nyalakan dengan korek api akan menghasilkan api yang berwarna biru menyerupai api dari gas elpiji. Asyiknya, BBU (bahan bakar urin) itu tak hanya bisa dipakai untuk memasak. Ia dapat pula digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggerakkan mobil bertenaga listrik.
Asalkan pasokan urin selalu tersedia, maka energi listrik bisa diproduksi terus-menerus. Tidak seperti energi yang dikonversi dari angin dan matahari, BBU tak bergantung pada kondisi alam. Untungnya lagi, bahan sisa pemrosesan urin, berupa asam fosfat, bisa digunakan untuk membuat pupuk urea yang tak berbahaya, karena tak mengandung bahan kimia.

Sumber :

http://www.unikbaca.com/2015/04/bahan-bakar-dari-urin-dikembangkan.html#ixzz3Y2hejU5S

http://www.kabarkami.com/air-kencing-manusia-menjadi-bahan-bakar-alternatif.html

http://www.thecrowdvoice.com/post/temuan-baru-bahan-bakar-air-seni%C2%A0urin-3637193.html