277. ISTANA PARA PENYIHIR

Penulis : Durrotul Firdaus
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Coba siapa aja penyihir yang kalian ketahui dari mendengar dan membaca cerita atau dongeng di novel maupun dari sebuah film? Pasti sering dong membaca kisah negeri dongeng, ataupun Harry Potter karangan JK.Rowlink, kalau gak kisah tongkat Nabi Musa yang bisa mengalahkan pasukan Fir’aun serta para penyihirnya. Sungguh menakjubkan. Namun disini penulis ingin mendemonstrasikan sosok-sosok penyihir masa kini loh yang tak kalah hebatnya dengan mereka yang sudah terkenal ceritanya oleh masyarakat dunia.

Langsung saja kita bidik salah satu negara di benua Eropa. Belanda. Negeri kincir angin tersebut berani saya bilang ialah Istana Para Penyihir. Kok bisa? Negara yang bernama lain Netherlands dan Holland ini banyak melahirkan generasi yang penyulap teknologi. Tidak hanya mereka yang asli lahir di Belanda saja, para pendatang dari luar Belanda yang hanya sekedar ingin melanjutkan studinya pun pasti akan menciptakan karya-karya yang amazing. Sampai-sampai kapabilitas dan hasil inovasi Belanda menempatkan negara ini di peringkat kelima setelah Swiss, Inggris, Swedia dan Finlandia pada Global Innovation Index, yang dipublikasikan oleh Cornell University, INSEAD dan World Intellectual Property Organization pada tahun 2014 lalu.

Jangan Hidup di Belanda kalau gak Kreatif dan Inovatif!

Ya mungkin itu petuah yang sangat lengket untuk mendefinisikan betapa luar biasanya karya-karya yang tercipta tanpa henti di Negeri yang lebih rendah dari lautan ini.

Kalau bercerita tentang mereka yang menciptakan Kincir Angin, Bendungan untuk menghalau banjir, Nereda pengolah limbah, mobil terbang, mungkin sudah biasa. Namun sudah banyak yang tahukah bahwa ada orang yang mampu memanggil awan untuk hinggap di rumah kita? Atau yang pernah melihat sebuah payung bisa mendeteksi datangnya hujan? Atau yang dapat membangun sebuah hotel dari tank bekas penyelamatan dan derek di laut? Sepertinya aneh dan mustahil. Namun itulah peran seorang penyihir Belanda. Siapakah mereka?

image001

Apa itu?

Nyangka nggak nyangka, awan itu ada di dalam suatu ruangan. Ya itulah buktinya. Sebuah hasil kreasi manusia dengan memanfaatkan asap putih sebagai bahan utama. Siapa sih penyihirnya? Siapa lagi kalau bukan seorang ilmuwan sekaligus seniman bernama Berndnaut Smilde asal Belanda yang memprakarsai ide ini.

image002

Seniman kelahiran Groningen, 1978 itu pun terinspirasi membuat awan hujan sejenis namun di dalam ruangan. Cukup sederhana saja konsep pembuatan awan ini. Mulanya suhu dan kelembaban udara dalam ruangan diatur pada tingkat tertentu. Kemudian, asap putih disemburkan dari semacam mesin kabut. Terakhir, untuk efek dramatis, pencahayaan dimainkan di belakang semburan asap.

Melihat awan buatan Smilde ini mungkin bisa digunakan untuk efek di film-film majik ala Harry Potter ya? Ya, kan saya sudah bilang kalau Belanda istana para penyihir. Tapi sayangnya, awan ini hanya bertahan beberapa detik saja. Tak sampai disitu, Smilde tetap ingin orang-orang turut melihat dan menafsirkan karyanya seperti ketika kita menebak-nebak bentuk awan semasa kecil. Maka, diabadikanlah awan ini lewat jepretan kamera dengan latar yang unik dan hasilnya adalah mahakarya seni.

Smilde memang pantas menyandang gelar sebagai pionir seniman awan atas ide cerdasnya ini. Tak heran, kini seni yang disebut “indoor clouds” ini pun mendunia. Mulai dari muncul di media-media ternama dunia seperti BBC dan Washington Post. Lalu, pameran-pameran di berbagai negara seperti Amerika dan Inggris. Bahkan, pemotretan awan ini pun pernah dilakukan di Belgia dan beberapa kota di Amerika. Yang paling dahsyat lagi, awan dalam ruangan ini masuk dalam penemuan-penemuan terbaik sepanjang tahun 2012 yang tak ternilai harganya versi majalah TIME.
Belum selesai sampai disini. Yuk kita jalan-jalan memakai Payung Pintar.

image003

Payung ini amat cerdas karena dapat mendeteksi curah hujan. orang yang berjasa dalam penemuan ini adalah Rolf Hut, dari Delft University of Technology, Belanda. Ia menciptakan teknologi tersebut untuk memudahkan informasi mengenai cuaca hujan dengan sumber yang berasal dari masyarakatnya sendiri, melalui payung yang digunakan tanpa mengandalkan alat pengukur ilmiah.
Payung pintar ini mempunyai sensor di permukaan payung yang dapat mendeteksi ketika air mengenainya. Setelah itu, perangkat bluetooth di payung ini akan mengirimkan informasi melalui telepon yang dapat diakses di komputer. Sensor yang bernama piezo ini akan mengukur berdasarkan getaran dari seberapa banyak tetesan hujan mengenai payung pintar ini. Penemuan ini diharapkan menjadi tonggak informasi mutakhir dalam memahami cuaca. Dengan banyak orang yang menggunakan payung pintar ini, dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami hidrologi di perkotaan serta memprediksi segala tindakan bila dilanda cuaca buruk seperti banjir.

Sebelumnya, pernah ada pendeteksi curah hujan dengan mengandalkan kaca jendela pada mobil yang secara otomatis menonaktifkan wiper ketika sedang mendeteksi hujan, dan kecepatan wipernya akan menyesuaikan dengan seberapa banyak tetesan air hujan tersebut.

Ayo, kita masih dibuat bingung dan heran ya? Itu baru hal kacil, bagaimana jika suatu hotel terbangun dari suatu bekas tank di pelabuhan. Itulah yang dilakukan oleh Denis Oudendjik.

image004

Seorang arsitek asal belanda ini menemukan banyak tank bekas penyelamatan yang biasa digunakan di laut lepas pada saat pengeboran minyak. Dia menggunakan pemikiran baru dengan menjadikannya hotel kapsul. Awalnya mungkin terkesan aneh, tapi dengan mengutak-atik sedikit tata letak, penggunaan cat, hingga beberapa perabotan sederhana, menyulap tank bekas ini menjadi hotel.

Dengan merogoh dompet sebesar 70 – 150 euro, orang-orang sudah bisa bercerita atas pengalaman barunya tidur di kapsul terapung yang didalamnya sudah dilengkapi kasur bulu domba empuk, DVD player lengkap dengan koleksi film 007, penyetel musik hingga lampu disco ini. Benar-benar ide unik, simple, dan dia berhasil menjadi pelopor pertama hotel kapsul dari tank penyelamatan.

Beda ceritanya dengan apa yang pasangan suami istri Carla Comello dan Willem Koornstra lakukan. Melihat Derek yang jarang digunakan di pelabuhan untuk memindahkan container, membuat mereka menemukan ide gila dengan menyulapnya menjadi hotel.

image005

Hotel yang terletak di tepi laut Harlingen, bagian utara Belanda ini, menunjukan sensasi yang luar biasa dalam melihat panorama. Kamar hotel digantung pada ketinggian 17 meter yang perlu lift untuk mencapainya. Kemudian pengunjung bisa sesuka hati menggerakan Derek salah satunya dengan memutar ruangan 360 derajat, membuat pemandangan elegan terlihat sejauh mata memandang. Ide sederhana ini berhasil membuat pasangan ini menjadi kaya raya. Mereka mengukir namanya dengan bangga sebagai pencetus pertama hotel Derek di pelabuhan.

Namun belum puas jika kita belum menyaksikan sendiri kreasi-kreasi itu sendiri bukan?

Eits, jangan lupa, bagi rakyat Indonesia tidak akan ragu pastinya. Bukankah karya-karya orang Belanda tersebut sudah kita lihat bahkan kita gunakan dalam kehidupan kita? Pada jaman kolonial, Belanda di Indonesia kerap membangun rel kereta api, terowongan, jembatan layang, dan lain-lain. Yang masih dan terus dikembangkan hingga saat ini oleh Warga Indonesia. Mungkin tak akan mustahil kalau kita akan meneruskan khasanah keilmuan mereka yang berbasis teknologi kreatif dan inovatif.

Sumber Referensi:
palingseru.com

http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/netherlands-is-fifth-most-innovative-eu-country

http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/the-netherlands-ranks-6th-in-2012-global-innovation-index

http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/501247-payung-pintar-ini-bisa-deteksi-curah-hujan

http://ilmuunik34.blogspot.com/2014/12/ilmuwan-hebat-berhasil-menciptakan-awan.html

http://www.berndnaut.nl/works.htm

http://www.sfartscommission.org/gallery/2013/conversation-6-jason-hanasik-berndnaut-smilde/

http://www.slate.com/blogs/behold/2013/02/21/berndnaut_smilde_capturing_the_fleeting_moments_of_clouds_created_inside.html