284. Solar Shirt Is The New Black

Penulis : PRISKA CESILIA ROSIDA SIAGIAN
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Banyak diantara kita yang kemana-mana bawa power bank untuk menjamin smartphone ngga mati karena kehabisan baterai. Smartphone memang sudah jadi kebutuhan utama banyak orang, buktinya kita pasti milih balik ke rumah kalau smartphone ketinggalan ketimbang dompet yang ketinggalan.

Nah menangkap “pasar” pengguna smartphone yang selalu butuh listrik, akhirnya dibuatlah power bank. Dan saat pertama keluar, orang rela antri berjam-jam demi dapatin itu “colokan listrik” berjalan. Sekarang bahkan lebih ekstrim lagi, berhubung gadget orang kota bukan cuman smartphone tapi juga tablet, alhasil dicarilah power bank yang bisa menyimpan listrik dalam kapasitas besar. Ini membuat hubungan antara gadget dan power bank seperti Romeo dan Juliet, tak terpisahkan.

Tapi karena power bank harus memberi “makan” banyak gadget kita akhirnya ukuran power bank lebih sering lebih besar dari pada gadget-nya. Ukuran power bank berkapasitas besar ada yang sebesar kotak pensil sampai yang sebesar kotak perhiasan. Ini bikin bawaan kita makin banyak, rem to the pong alias rempong!

Untuk menghapus ke-rempong-an itu, seorang desiner asal Belanda, Pauline van Dongen membuat baju yang bisa dijadiin battery charger untuk smartphone kita. Keren kan! Listriknya di dapat dari mana? Bajunya dicolokin gitu atau gimana? Bisa dicuci ngga tuh baju? Santai jangan norak gitu dengar kita ngga perlu repot-repot lagi bawa power bank ke mana-mana.
Jadi van Dongen membuat baju yang berfungsi sebagai battery charger ini dengan menempelkan 120 film solar cells tipis. Yup baju ini mengubah solar alias sinar matahari menjadi listrik yang dapat dipakai untuk mengisi ulang baterai gadget kita. Iya gadget apapun – mulai dari smartphone, tablet, kamera sampai GPS – selama ada sambungan USB- bisa diisi ulang listriknya di baju ini.
Nama keren dari bajunya adalah solar shirt. Van Dogen memang dikenal sebagai disainer Belanda yang sangat ingin membuat teknologi bisa senatural mungkin berinteraksi dengan kehidupan manusia. Itu artinya teknologi yang diciptakan tidak “membebani” ibu bumi. Maka tidak heran kalau van Dogen selalu membuat karya-karya yang sangat ramah lingkungan sampai ia disebut sebagai salah satu pionir wearable technology.

image001

Tidak cuman itu, van Dogen juga menyebutkan kalau solar shirt ini juga menjadi gebrakan baru untuk dunia fashion. Dia berhasil mentransfer catwalk ke highstreet fashion. “We’ve taken solar fashion from the catwalk to the high street, with an attractive yet practical garment that people could wear every day,” ucap van Dogen seperti dikutip dari NL Times.

Trus bagaimana sebenarnya cara kerja solar shirt ini? Yang perlu kita lakukan hanyalah memakai solar shirt di bawah matahari. Begitu ada sinar matahari, 120 film solar cells yang dijahit ke dalam bahan baju akan menangkap energinya dan mengubahnya menjadi listrik. Pada siang hari, solar shirt bisa menghasilkan sekitar 1 watt listrik yang bisa dipakai untuk mengisi baterai smartphone berjam-jam. Sedangkan ketika kita masuk ke dalam ruangan yang tidak ada sinar matahari, solar shirt akan menyimpan energi listriknya sehingga sewaktu-waktu kita butuh mengisi baterai gadget, solar shirt siap sedia.

Material bahannya juga dibuat sangat ringan sehingga terlihat seperti pakaian biasa. Bahkan kita tetap terlihat stylish karena bahannya juga didisain untuk nyaman digunakan dan mengikuti bentuk tubuh. Jadi jangan langsung dibayangkan tampilan kita akan seperti tiang panel surya yang kaku. Van Dogen tetap memberikan sentuhan keindahan ala dunia fashion.

Dan berita baiknya, solar shirt ini bisa dicuci! Penting banget info ini, karena berarti kita bisa memakainya berulang-ulang kali tanpa takut rusak meski dicuci. Kecanggihan ini bisa diwujudkan van Dogen karena ia bekerja sama dengan Holst Center, lembaga yang bergerak pada penelitian serta pengembangan teknologi yang ada di Belanda.

image001

Holst Center menciptakan film solar cells yang dapat berintegrasi baik dengan bahan pakaian. Film solar cells yang diciptakan dilengkapi dengan fungsi penangkap sinar, pengubah energi, dan sensor. Bentuk film solar cell pun sangat tipis sehingga ketika dijahit ke dalam bahan tidak berat. Plus film solar cell juga lentur sehingga pabrik dan desainer yang mau membuat solar shirt dapat mengaplikasikannya pada berbagai model pakaian.

Jadi sudah siap mengambil bagian dalam wearable technology di dunia fashion? Kalau melihat apa yang diciptakan van Dogen bersama Holst Center, saya sih yakin banget bisa keliatan stylish pakai baju tenaga surya alias solar shirt. Kayanya sebentar lagi akan ada warna baru di dunia fashion yaitu, solar shirt is the new black.

Sumber foto: http://paulinevandongen.nl/