287. Belanda: Dari Lawan Jadi Kawan

Penulis : Fauziah Syifa Purworini
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Jika kalian pikir ini tentang persahabatan, maka itu jawaban yang benar!

Eitsss tapi tenang dulu sobat. Benar sih ini tentang persahabatan, tapi bukan kisah persahabatan Harry Potter, Hermione dan Ron, melainkan tentang musuh lama yang kini menjadi sahabat baik Belanda.

“Musuh? Inggris?Yaelaah itu sih karena zaman perang dulu doang kaliiii!”

Ups maaf sobat, kalian salah total!

Musuh Belanda ini tidak lain adalah air. Padahal sampai saat ini Belanda berhubungan erat dengan air, aneh sekali bukan. Rasanya terkesan sepele karena mana mungkin negeri semaju Belanda pernah bermusuhan dengan air, namun itulah kenyataannya.

Taukah kamu dua per tiga wilayah Belanda rentan terkena banjir air laut?

Yap, hal itu benar adanya loh dan tentunya membuat negeri van Oranje ini pusing bukan kepalang! Posisi Belanda yang lebih rendah dari laut memaksa mereka memutar otak agar daratan yang ada tidak habis disapu ombak laut.

Sobat, dahulu pada 1953 pernah ada peristiwa watersnoodramp yang membuat masyarakat Belanda bertekad untuk menjaga negerinya seaman mungkin. Bagaimana tidak, peristiwa watersnoodramp merupakan masa kelam yang separuh tanahnya tersapu ombak yang menyebabkan hampir 2000 orang meregang nyawa. Tidak heran Belanda dikenal sebagai negeri tenggelam. Tentunya tidak semudah membalikan tangan bagi negeri penghasil keju ini membangun daratan yang bebas dari ancaman air, maka mereka bekerja maksimal membangun negeri tulip ini secara bertahap.

image002
1.1 watersnoodramp di Belanda tahun 1953

Mereka mengambil langkah awal, yaitu membuat teknologi Delta Works. Tercatat 13 bendungan raksasa menjadi proyek besar pembangunan tanggul untuk menahan gelombang laut. Tujuannya apa sih, sobat? Selain agar terhindar dari sapuan air laut, tentunya juga agar tidak terulang peristiwa watersnoodramp.

Hal tersebut ternyata mampu mengamankan negeri Kincir Angin ini. Masyarakat Belanda pun tak perlu khawatir lagi akan kedatangan ombak yang merendam tempat tinggalnya.

Nah, efektif banget buat mengatasi banjir kan? Indonesia sepertinya bisa nyontek kesana hingga Jakarta tak terus kebanjiran.

Sobat, ternyata sempitnya daratan yang dimiliki Belanda, tak menghalangi mereka untuk berinovasi tiada henti. Air yang dulu menjadi ancaman, kini telah menjadi kawan karena prinsip hidup orang Belanda sekarang adalah leven met water. Rumah tinggalpun mereka sulap mengapung di atas air!

Eitsss tidak ada kata sulap bagi Belanda, yang ada hanyalah inovasi inovasi dan inovasi! Bermula dari terulangnya kejadian banjir besar yang menimpa wilayah Maasbommel, teknologi menghasilkan rumah terapung yang sangat kreatif. Inovasi terbaru dari negeri sepatu kayu ini mampu menahan kenaikan air untuk mencegah banjir. Sukses diterapkan di Maasbommel, rumah terapung inipun menjadi pionir untuk turut diterapkan di wilayah Belanda lainnya, seperti Amasterdam dan Rotterdam.

image004
1.2 Rumah-Rumah Terapung di Belanda

image006
1.3 Cara Kerja Rumah Terapung

Belanda yang kerap kali kebanjiran segera move on! Mereka justru memunculkan ide kreatif lain dibalik banjir itu, karena bagi mereka tidak selamanya banjir membawa petaka.

“kok bisa banjir bukan petaka???”

Iya donggg, apa sih yang nggak bisa di negeri pusatnya para inventor? Banjir justru membawa berkah untuk mereka. Banjir datang membawa campuran tanah, lumpur, dan juga pasir yang tentunya memberikan kesuburan bagi tanah Belanda. Hal ini tidak di sia-siakan oleh masyarakat Belanda, mereka memanfaatkan campuran lumpur tersebut untuk menanam bunga tulip yang cantik berbagai warna, bahkan 65% bunga tulip di dunia diproduksi di negeri kecil nan mempesona ini.

image008
1.4 Bunga Tulip Tumbuh Subur di Belanda

Wah entah rasanya Indonesia harus senang karena negeri Belandapun ternyata berulang kali mendapat cobaan banjir seperti apa yang dialami Indonesia. Atau bahkan malu karena sampai zaman sekarangpun negara kepulauan ini masih sering didatangi banjir sebagai tamunya, sedangkan Belanda sudah lama tidak kedatangan tamu itu. Pastinya Indonesia harus berkaca dari negeri di bawah laut ini untuk membuat banjir bukan lagi sebagai ancaman.

Referensi:
1. http://www.neeltjejans.nl/en/delta-works/
2. http://www.berkuliah.com/2014/07/50-fakta-menarik-tentang-belanda.html
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
4. http://www.spiegel.de/international/spiegel/amphibious-houses-dutch-answer-to-flooding-build-houses-that-swim-a-377050.html

Referensi Gambar:
1. http://www.metrohippie.com/as-modest-mouse-sings-float-on/
2. http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/09/11/yang-mengapung-di-negeri-kincir-angin-492503.html
3. https://blogs.cornell.edu/hort/2011/07/07/top-planting-tulips-cuts-labor