290. ROOM FOR THE RIVER

Penulis : ERNITA J. SIHOTANG
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image001

Air merupakan salah satu elemen kehidupan penting bagi umat manusia. Namun, apabila air memberi dampak yang membahayakan bagi umat itu sendiri, apa yang dapat kita lakukan? Salah satu bahaya intensitas air adalah banjir. Tidak terkecuali bagi negara maju seperti negara Belanda, pun tidak lepas dari bahaya banjir seperti yang terjadi di tahun 1530 yang menewaskan lebih dari 100.000 jiwa.

Secara geografis Belanda merupakan negara berpermukaan rendah dengan kira-kira 20% wilayahnya , dan 21 % populasi berada di bawah permukaan laut dan 50 % tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut yang beresiko terkena dampak banjir dari Laut Utara atau sungai Rhine, Maas dan Schelt serta anak-anak sungainya.

Belajar dari hal ini Belanda mendirikan direktorat khusus yang menangani masalah air yang disebut Rijkswaterstaat. Direktorat ini bertugas untuk mengendalikan banjir secara keseluruhan. Berbagai inovasi dan penelitian seperti pompa mekanik, material-material baru, dan modeling hidrolik dikembangkan. Proyek-proyek pembuatan tanggul dan reklamasi pun ditingkatkan. Sehingga lambat laun Belanda dapat mencegah terjadinya banjir.

Namun dengan perubahan iklim, peningkatan populasi dan dan investasi ekonomi, Belanda sadar akan potensi kerugian yang dapat disebabkan oleh banjir. Seperti terjadinya peningkatan level air sungai pada tahun 1993 dan 1995 yang pada akhirnya memaksa 250.000 orang untuk mengungsi.

Pada tahun 2006 Belanda mengembangkan proyek yang dinamakan Room for the River. Proyek senilai $2.8 milyar ini meliputi 4 sungai yakni sungai Rhine, Meuse, Waal, dan IJssel. Proyek ini dirancang pemerintah untuk mengalirkan kelebihan air sungai menuju laut dan menampung lebih banyak kelebihan air sebelum menggenangi kota. Sungai akan diberi ruang untuk mengalirkan air pada lebih dari 30 lokasi.

Dibiayai oleh pemerintah, proyek ini telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan regional bekerjasama dengan Dewan Perairan atau Hoogheemraadschappen dan rekan sektor swasta. Proyek ini rencananya akan selesai pada akhir tahun 2015.

Ide utama dari proyek Room for the River ini adalah mengembalikan daerah dataran banjir alami ke sungai. Dengan memperluas daerah dataran banjir dan memindahkan masyarakat ke tempat yang lebih aman, Room for the River membiarkan sejumlah besar air untuk melewati negeri yang terkenal dengan bunga tulip itu. Proyek ini adalah harapan bagi masyarakat dimana badai diperkirakan menyebabkan air hujan ekstrim dalam waktu singkat.

Beberapa tindakan yang dilakukan dalam proyek ini adalah :
1. Merendahkan Level Daerah dataran banjir
Bagian bawah daerah dataran banjir akan diturunkan lebih dalam. Menambah kedalaman daerah dataran banjir harus dilakukan karena kumpulan sedimen di area setelah banjir yang berlangsung bertahun-tahun.
2. Memindahkan Tanggul
Tanggul akan dipindahkan lebih jauh dari tepi sungai. Ini akan membuat ruang tambahan dalam daerah dataran banjir untuk sungai selama musim banjir.
3. Mengurangi Ketinggian Groin
Groin atau struktur hidraulik yang dibangun dari tepi sungai yang memotong aliran air, akan diturunkan untuk membiarkan pengaliran air saat level air meningkat lebih cepat.
4. Melepas Hampatan
Hambatan-hambatan di lokasi-lokasi sepanjang sungai dilepas atau dimodifikasi, misalnya jembatan.
5. Membangun Ruang Hijau
Pada saat musim dingin dimana debit puncak rendah, ruang hijau ini dapat dimanfaatkan menjadi banyak hal seperti padang penggembalaan ternak, taman kota, ruang publik. Apabila musim panas tiba ketika debit puncak sungai meningkat, sempadan secara otomatis difungsikan sebagai saluran air.
6. Memperkuat Tanggul

Untuk lebih jelas dapat dilihat di diagram berikut ini :
image003
diagram Room for the River

image004
Room for the River di kota Deventer

image006
dalam proses Room for the River Waal

Bagi negara yang separuh wilayahnya merupakan daerah dengan ketinggian kurang dari satu meter di bawah permukaan air laut dan beresiko terkena banjir, Belanda membuktikan dengan penelitian, inovasi dan kerjasama mereka dapat mengatasi banjir dengan baik.

Jan Hendrik Dronkers, direktur umum Rijkswaterstaat berkata, “Setiap kali ada krisis, kami melihatnya sebagai kesempatan”.
Mari melihat kesempatan untuk mengatasi masalah. Jika Belanda bisa, Indonesia juga seharusnya bisa. Jika mereka bisa, kita juga seharusnya bisa. Dengan kemauan, kerjasama dan keseriusan akan selalu ada pengharapan.

Sumber:

https://atviana.wordpress.com/2014/03/23/room-for-the-river-tata-ruang-pengelola-banjir-di-sempadan-sungai/

http://en.wikipedia.org/wiki/Room_for_the_River_%28Netherlands%29

http://www.nce.co.uk/news/water/special-report-plugging-the-floods-will-mean-going-dutch/8663479.article

http://nextcity.org/daily/entry/best-country-water-management-the-netherlands

http://www.ruimtevoordewaal.nl/en/room-for-the-river-waal/

http://supermodulor.com/room-river-dutch-flood-control/

Foto diambil dari :

http://www.schiffsunion.de/reisedetails/Rhein,_Holland,_Belgien_-_Silvester__Duesseldorf_-_Antwerpen_-_Amsterdam_-_Duesseldorf_mit_der_MS_Rhein_Prinzessin_7095.php