298. “Transformasi Sang Penari Angin di Atas Langit Harumnya Tulip yang Memikat Pemujanya”

Penulis : Ariono Verdianto
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Krisis energi sejatinya bukan hal baru lagi untuk dijadikan alasan dalam mencari solusi pembekalan energi yang dihadapi oleh masyarakat modern dalam memenuhi kebutuhan energinya sebagai komponen utama dalam kehidupan. (Shepperd, 1990) Berbagai inovasi teknologi telah banyak dikembangkan dalam menemukan jawaban tantangan kebutuhan tersebut bahkan hal ini telah berlangsung berabad-abad silam. Kincir angin merupakan simbol bagi negara Belanda adalah salah satu tranformasi teknologi kuno yang juga telah mengalami perubahan bentuk serta penambahan fungsi. (Holland.com, 2015)

Kincir angin yang sudah menjadi salah satu teknologi andalan Belanda tersebut merupakan perkembangan yang panjang dari kincir angin zaman kuno yang pertama kali ditemukan di Persia pada abad ke-7 M. Hal ini dapat dilihat dari kronologi muncul kincir angin di Eropa khususnya lagi Belanda yang kemuculan dimulai dari abad ke-12 dan ke-13. (Anonymous, 2001) Hingga sejarahwan pun, Joseph Needham, mengatakan bahwa sejarah kincir angin benar adanya berawal dari peradaban Islam. (Haryono, 2013) Namun belum ditemukan bukti nyata yang menyatakan awal mula teknologi ini berkembang, tetapi keadaan sekarang tidak menggambarkan bahwa kincir angin Belanda bukan merupakan revolusi teknologi kuno yang berasal dari peradaban masyarakat arab. Hal ini disebabkan karena teknologi kincir angin di timur tengah tidak mengalami perkembangan seperti halnya yang terjadi di Belanda serta diperkuat dengan perbedaan bentuk kincir di kedua zaman tersebut. Roda angin zaman kuno, Persian wildmill, menggunakan kincir angin horizontal berporos vertikal sedangkan Eropa khususnya Belanda menggunakan kincir angin vertikal berporos horizontal yang mengalami penyempurnaan konstruksi misalnya bentuk sayap yang menyesuaikan kecepatan angin yang berhembus. (Handayani, 2011)

Kincir angin dikenal sebagai roda angin dalam masyarakat kuno ini telah dijelaskan secara terperinci dalam sebuah kitab Nukhbat Al-Dahr (Kosmografi) oleh Al-Dimauntsyqi yang ditulis sekitar tahun 700H/1300M. (SI, 2008) Roda angin seperti dayung besar ini pertama kali digunakan mulai untuk tujuan pertanian-memipil jagung dan mempompa air- hingga tujuan industri– menghaluskan gula tebu dan penggiling. Pemanfaatan kincir angin dalam masyarakat Belanda semakin meluas, hal ini terlihat penggunaannya sebagai sarana komunikasi, mengalihkan air dan angin, mengasah kayu, memproduksi kertas serta mengeluarkan minyak dari bijinya. Hamparan kincir angin yang membentuk sebuah kontemplasi arsitek diatas rumput hijau yang terbentang di setiap sudut negara yang terkenal dengan kembang Tulip ini pun menjadi sebuah daya tarik wisata asing lebih khususnya lagi di Kinderdijk. (Holland.com, 2015) Belanda telah menetapkan tanggal 13 Mei sebagai momen untuk mengingat pentingnya kincir angin bagi masyarakatnya. Pada hari ini wistawan mendapatkan sebuah kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan, dimana pemilik kincir angin mengizinkan untuk mendekati kincir angin mereka serta akan menjelaskan prinsip kerja kincir angin yang dimilikinya.

Pada akhir abad kesembilan belas, ketertarikan kincir angin dikembangkan pada penggunaan tenaga angin sebagai penghasil tenaga listrik. Kemudian lengan-lengan kayu itu pun bertransisi menjadi sebuah generator turbin angin dalam menghasilkan sumber listrik DC untuk pengisian baterai. Lantas bagaimana nasib kincir angin saat ini terlebih kemajuan teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat? Kincir angin telah mengalami berbagai tantangan dan hambatan dalam transformasi perkembangannya hingga saat ini menjadi sebuah pembangkit listrik yang dapat menghasilkan listrik dalam jumlah yang cukup besar. (Shepperd, 1990)

Kini berabad sudah sang penari angin menjulang ke angkasa di negara yang identik dengan warna orange tersebut. Sebuah inovasi yang melahirkan peradaban baru yang bermula dengan keadaan alam yang tidak bersahabat. Teknologi yang sangat memperhatikan estetika dan efekfitas penggunaannya. Dengan kata lain, inovasi yang sangat pantas untuk terus dikembangkan karena tidak hanya mementingkan kepentingan sesaat tetapi juga bagaimana bisa untuk berdampingan dengan sang alam hingga keharmonisan itu dirasakan oleh sang pemiliknya. Kita sadari atau tidak, Belanda telah berhasil mengembangkan teknologi yang prinsipnya sangat sederhana menjadi alat membawa manfaat yang besar.

Referensi
Anonymous. (2001, 02 26). www.let.rug.nl. Retrieved from http://www.let.rug.nl: http://www.let.rug.nl/polders/boekje/history.htm
Handayani, E. S. (2011, 06 17). ekasarihandayani.blogspot.com. Retrieved from http://ekasarihandayani.blogspot.com: http://ekasarihandayani.blogspot.com/2011/06/belanda-sang-negeri-kincir-angin.html
Haryono, M. (2013, 09 15). kompasiana. Retrieved from www.kompasiana.com: http://m.kompasiana.com/post/read/590042/1/integrasi-keilmuan-antara-sains-dan-islam.html
Holland.com. (2015, 04 26). Holland.com. Retrieved from http://www.holland.com: http://www.holland.com/us/tourism/article/dutch-windmills.htm
Shepperd, D. G. (1990). Historical Development of the Windmill. New York: Nasa Aeonautics Space and Administration.
SI, P. (2008). Sumbangan Islma Kepada Ilmu dan Peradaban Modern. Jakarta: Komunitas bambu.