299. Belajar Dari Belanda

Penulis : Abby Fadhillah Yahya
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Belanda adalah salah satu negara yang terletak di Eropa Barat. Belanda berbatasan dengan Jerman di sebelah timur, laut utara di sebelah utara dan barat, dan Belgia di sebelah selatan. Belanda adalah salah satu negara dengan luas terkecil di Eropa barat. Kalaulah dihitung dari luas wilayah, Belanda merupakan salah satu negara terkecil di Eropa barat setelah Luxemburg. Luas wilayah Belanda kini adalah 41.526 KM dengan luas wilayah perairan 18,41% dari luas wilayah daratannya. Ini pun setelah wilayah tersebut mengalami reklamasi pantai. Sebelum dilakukan reklamasi panntai, negara ini mungkin lebih kecil dari luas aslinnya yang sekarang. Bahkan, konon terdapat suatu daerah di Belanda yang terletak di bawah permukaan air. Karena dari itulah, apabila kita berkunjung ke Belanda, kita melihat sangat banyak kota-kota di Belanda yang mempunyai banyak kanal.

Belanda juga sangat terkenal dalam hal teknologi. Bisa dilihat dari banyaknya produk-produk yang dihasilkan dari negeri ini. Sebagai contoh yang terkenal ialah Philips, pesawat Fokker, truk DAF dan lain-lain. Akan tetapi, topic teknologi industry diatas tidak akan dibahas lebih lanjut disini.

Belanda pada awalnya merupakan daerah yang berada dibawah pemerintahan kaisar Romawi suci. Setelah Julius Caesar menaklukkan suku Galia, bangsa Belanda dan bangsa Belgia sekitar tahun 58 SM. Julius Caesar membuat sebuah propinsi di beberapa bagian wilayah di Belanda, seperti Maastricht, Utrecht dan Nijmegen. Karena letak Belanda yang persis berada di delta sungai Rhein, maka tentara Romawi membangun banyak Bandar. Belanda berdaulat pada masa Belanda diperintah oleh adipati Bourgogne yang memerintah dari bagian utara Prancis, sekitar abad ke 15.

Kata Belanda sendiri (Netherlands), berasal dari bahasa Inggris “nether” yang berarti rendah dan “lands” yang berarti tanah. Dalam bahasa Jerman pun “nieder” dan “lande” juga mempunyai makna demikian. Karena keterbatasan yang dimiliki oleh Belanda secara geografis, masyarakat Belanda memanfaatkan segala sesuatu yang terdapat di Negara Belanda, terutama air dan angin. Seperti telah disebutkan diatas, Belanda mempunyai banyak kanal, dikarenakan banyak daerah yang terletak di bawah air (polder). Belanda juga memiliki banyak kincir angin.

Belanda berhasil memperluas wilayahnya dengan mereklamasi pantai. Caranya, dengan cara mengeringkan air (pantai) lalu memompa (mengalirkan) air tersebut melalui perangkat manual. Perangkat manual tersebut ialah kincir angin. Maka dari itu tak heran jika negeri ini juga terkenal dengan negeri kincir angin. Mengingat, kincir angin bagi masyarakat Belanda mempunyai manfaat yang begitu besar, dan kehidupan masyarakat belanda juga tidak bisa dilepaskan dari kincir angin.

Belanda, meskipun terkenal dengan negeri kincir angin, tetapi Belanda bukanlah negara pertama yang mempelopori adanya kincir angin. Adalah Iran, negara yang pertama kali mempeloporkan kincir angin, dimana, pada masa itu masyarakat menggunakan kincir angin sebagai sumber energi.

Kincir angin sendiri mulai menyebar di dataran Eropa pasca perang salib, yaitu pada abad ke 13. Dan Belanda lah, negara di Eropa yang mempopulerkan penggunaan kincir angin tersebut. Kincir angin digunakan oleh masyarakat Belanda untuk mereklamasi pantai. Adanya kincir angin bagi masyarakat Belanda, sangat menjamin mampu memompa air keluar agar tidak terjadi banjir.
Karena konstruksi wilayahnya yang rendah, Belanda juga memiliki banyak tanggul. Tanggul tersebut berfungsi untuk menampung air setelah dipompa yang bertujuan untuk mencegah banjir dan air pasang.

Pada era kontemporer, ketika energi yang semuanya tergantung pada minyak bumi kian langka, Belanda mempu memanfaatkan dua dari potensi yang dimiliki Belanda yaitu angin dan air sebagai sumber energi. Kincir angin, selain berguna untuk memompa air tanggul, juga dapat digunakan sebagai kepentingann industri. Demikian pula dengan tanggul. Tanggul yang ada dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air.

Yang juga menarik dari Belanda adalah kondisi tanahnya. Dengan letak wilayah yang sangat rendah, otomatis juga berpengaruh terhadap kondisi tanah di wilayah Belanda. Meskipun, kondisi tanah di Belanda tidak memungkinkan dalam hal pertanian, namun, masyarakat Belanda mampu mengolah komdisi tanah agar layak dijadikan lahan pertanian. Salah satunya dengan membudidayakan tanaman kentang.
Belanda juga berhasil melakukan intensifikasi terhadap sektor pertanian dan pangan. Dengan cara intensifikasi lahan pertanian dengan sistem kluster terpadu, dan keberadaan dari institusi riset atau perguruan tinggi yang memang didirikan untuk menopang sektor ini secara berkelanjutan. Karena itulah, belanda meskipun memiliki kondisi geografis yang tidak memungkinkan untuk lahan pertanian, tetapi Belanda tidak bergantung kepada negara-negara lain

Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa Belanda, dengan luas wilayah kecil dan dengan kondisi geografis yang tidak memungkinkan, mampu memanfaatkan segala sesuatu yang ada baik dari SDA (sumber daya alam), maupun SDM (sumber daya manusia) untuk meningkatkan kualitas dan taraf kehidupan masyarakat Belanda. Masyarakat Belanda juga mampu mengembangkan teknologi dari hal-hal yang remeh semisal teknologi kincir angin dan waduk sebagai sistem energi. Dan mereka pun mampu mengolahnya. Sudah semestinya, Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah, belajar dari negeri Belanda bagaimana cara mengolah sumber daya alam yang melimpah agar tidak bergantung kepada negara lain.

Referensi:
Id. Wikipedia/ Belanda
http://ekasarihandayani.blogspot.com/2011/06/belanda-sang-negeri-kincir-angin.Diakses pada sabtu 25 April 2015 pukul 21.59
http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera. Diakses pada ahad 26 April 2015 pukul 06.30
http://news.detik.com/read/2013/11/17/173444/2415273/103/pada-belanda-kita-belajar-tani-dan-pangan. diakses pada ahad 26 April 2015 pukul 07.08