302. Untuk Mereka yang Masih dalam Kegelapan

Penulis : Dessy Amelia Herianti
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Elemen api merupakan elemen yang tak jarang dikonotasikan dengan makna negatif. Hal ini tidak lain dikarenakan kecenderungannya yang susah diatur dan dapat dengan mudah merusak apa saja. Namun demikian, sama seperti elemen lainnya, elemen api memiliki peranan yang tidak dapat digantikan begitu saja dengan elemen lainnya, sebut saja peranannya sebagai sumber penerangan.
Selama ini, mungkin kita menganggap penerangan adalah kebutuhan kecil yang tidak terlalu mendesak. Atau bahkan beberapa menganggap itu bukanlah suatu kebutuhan mengingat betapa mudahnya akses penerangan yang kita miliki saat ini. Sesederhana menekan saklar, lalu lampu terang benderang akan menyala.

image002
Sumber gambar : http://waka-waka.com/media/judelande_with_wakawaka_light.jpg

Tapi tahukah kamu bahwa sedikitnya masih ada 1,2 milyar orang di dunia yang belum terakses jaringan listrik?
Tahukah kamu bahwa milyaran orang yang belum terakses jaringan listrik tersebut masih mengandalkan lilin dan lampu minyak tanah sebagai sumber penerangan di malam hari?
Dan tahukah kamu bahwa sumber penerangan seperti diatas tercatat menjadi penyebab kematian lebih dari 200.000 orang setiap tahunnya?

image003
Sumber gambar : http://www.mgmc.nl/images/Maurits-Groen-website_000.jpg

Adalah Maurits Groen, seorang berkewarganegaraan Belanda yang pertama kali menyadari betapa mendesaknya kebutuhan akan penerangan di wilayah yang belum tersambung jaringan listrik. Groen dan timnya pertama kali menyadari ini ketika mereka sedang mengikuti kompetisi pembuatan lampu untuk piala dunia 2010 di Afrika Selatan. Mereka dikejutkan dengan keadaan beberapa daerah yang minim sumber penerangan karena belum terakses jaringan listrik.

Sebagian besar penduduk masih menggunakan lilin atau lampu minyak tanah sebagai sumber penerangan di malam hari. Padahal, rendahnya tingkat keamanan pada sumber penerangan konvensional seperti ini sering menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Selain itu, asap yang ditimbulkan dari lampu minyak tanah mengandung bahan berbahaya yang dapat merusak paru-paru. Tahukah kamu bahwa pemakaian lampu minyak tanah dalam ruangan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang sama seperti seorang perokok yang mengkonsumsi 2 bungkus rokok per harinya?

Groen dan timnya bertekad akan kembali lagi ke afrika untuk memberikan solusi atas masalah yang mereka lihat. Mereka menghabiskan waktu hampir dua tahun sebelum akhirnya dapat merilis WakaWaka pada tahun 2012.

image005
Sumber gambar : http://waka-waka.com/logos/

Kata “WakaWaka” diambil dari kata Swahili yang berarti “Bersinar Terang”. WakaWaka hadir dengan misi ambisius untuk dapat menerangi semua orang yang masih hidup dalam kegelapan.

To light up everyone who was still living in darkness

WakaWaka hadir dalam bentuk lampu LED yang aman dan dapat menjangkau siapa saja. Tidak adanya jaringan listrik bukan menjadi penghalang untuk memiliki sumber penerangan yang layak. WakaWaka hadir dengan memanfaatkan energi matahari yang pasti dapat diakses semua orang. Selain itu, WakaWaka juga didesain dengan bentuk yang menarik dan didukung dengan kemampuan untuk diletakan dalam berbagai posisi. WakaWaka dapat diletakan di atas meja, di atas botol, atau bahkan digantung seperti gambar di bawah.

image007
Sumber gambar : http://waka-waka.com/products

Setelah membaca sampai sini, pasti ada beberapa dari kalian yang berpikir :

Dimana Inovasinya? Bukankah lampu yang menggunakan energi matahari sudah cukup mainstream?

Di luar sana mungkin memang sudah ada banyak produk lampu yang juga memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energinya. Namun, WakaWaka berbeda.

Dari segi teknologi : Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pihak independent, WakaWaka merupakan lampu tenaga surya paling efisien yang ada pada hari ini. Penyebabnya ada pada chip khusus yang berhasil digunakan WakaWaka sehingga dapat menaikan efisiensi hingga dua kali lipat. Chip khusus ini biasanya hanya digunakan pada telepon genggam, namun tim WakaWaka berhasil menggabungkannya pada lampu WakaWaka. Selain itu, seolah tidak terpengaruh dengan segala kecanggihan yang dimilikinya, WakaWaka tetap berhasil berkomitmen menjadi lampu low cost, yang bahkan dapat digapai oleh mereka yang berpendapatan $2 setiap harinya.

Dari segi ekonomi : Penggunaan lampu WakaWaka dapat menghemat pengeluaran untuk membeli minyak tanah. Dimana untuk masyarakat yang belum terakses jaringan listrik, pengeluaran untuk minyak tanah menghabiskan sekitar 20% dari penghasilan mereka setiap hari. Penggunaan WakaWaka dapat menghemat biaya energi sebesar 7.378.471 dolar setiap tahunnya.

Dari segi lingkungan : WakaWaka merupakan lampu ramah lingkungan karena menggunakan energi surya. Seperti yang kita ketahui, energi surya tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang dapat berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada bahan bakar fosil. Penggunaan WakaWaka dapat mengurangi emisi CO2 sebanyak 173.573 ton setiap tahunnya.

Dari segi pendidikan : Semenjak kehadiran WakaWaka, anak-anak pada daerah yang belum terakses listrik dapat membaca dan mengerjakan pekerjaan rumah mereka pada malam hari. Hadirnya WakaWaka menambah 172,121,955 jam produktif per tahun yang dapat digunakan baik untuk belajar maupun untuk bekerja.

Dari segi keselamatan dan keamanan : WakaWaka dapat diandalkan sebagai sumber penerangan di malam hari, sehingga dapat mengurangi jumlah angka kebakaran yang sering terjadi karena penggunaan lampu minyak tanah. Selain itu, tidak semua pekerjaan dapat ditunda untuk dilakukan pada pagi hari kan? Dengan adanya WakaWaka masyarakat tetap dapat beraktivas atau bekerja normal walaupun pada malam hari.

image009
Sumber gambar : https://twitter.com/WakaWakaLight/status/588974757909045248/photo/

Penghargaan : Dari awal tahun peluncuran hingga sampai saat ini, WakaWaka tidak pernah absen dalam memenangkan penghargaan setiap tahunnya. Penghargaan tersebut diantaranya : Accenture Innovation Awards pada tahun 2012, Promotional Gift Award pada tahun 2013, Good Industrial Design pada tahun 2014, dan CES Innovation Award pada tahun 2015.

image011
Sumber gambar : http://waka-waka.com/awards/

Dengan segala kelebihan yang sudah dijabarkan diatas ditambah dengan sederet prestasi yang telah dimilikinya, masih bisakah kalian berpikir bahwa WakaWaka hanya lampu bertenaga surya “mainstream”? :)

WakaWaka provides light where it’s a true requirement. It’s not a gadget or a toy, but it contributes to the quality of life. The altruistic character of this innovation really makes a difference for places where it’s needed the most. – Juri Accenture Innovation Awards 2012.

Referensi :

http://waka-waka.com/

http://waka-waka.com/mission/#story-so-far

http://waka-waka.com/impact/

http://waka-waka.com/awards/

https://twitter.com/WakaWakaLight

http://wakawakafoundation.org/about/

http://wakawakafoundation.org/benefits/

http://www.theguardian.com/sustainable-business/sustainability-consultant-entrepreneur-stories-sell

http://www.forwardgeek.com/article/VIDEO-WakaWaka-Power-Compact-Solar-Power-Station-Light-Blasts-Through-Kickstarter-Goals-20130103-page2