307. Mengeluh Karena Polusi Udara? Mari Berkaca Pada Belanda

Penulis : Dwi Priwandni
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Bumi terbentuk dari empat elemen, api, tanah, air, dan udara. Empat elemen inilah membentuk keseimbangan kehidupan di bumi. Tapi, pernakah kalian mendengar mereka bersuara karena ulah tangan kalian? Ketika tanah longsor dan kebakaran hutan karena penebangan liar, ketika banjir melanda pemukiman karena sampah, dan ketika udara mulai tidak berpihak kepada manusia dengan memberikan CO2 yang lebih banyak dibandingkan O2. Suara hati ke-empat elemen tersebut telah memberitahu kepada kita keadaan bumi ini. Bertepatan hari bumi yang baru-baru ini diperingati tanggal 22 April kemarin, apa yang sudah masyarakat Indonesia lakukan untuk keadaan lingkungan di sekitar? Tindakan kecil apakah yang pernah kalian lakukan untuk bumi? Jangankan melakukan tindakan kecil, apakah kalian pernah berpikir jumlah polusi udara yang dihasilkan negara kita? Mari saya ajak kalian ke negeri kincir angin, Belanda. Kenapa harus Negara Belanda? Dari segi fisik, Negara Belanda tidak ada apa-apanya dibandingkan Negara Indonesia. Dari kata ‘Nederland’ saja kita tahu bahwa Negara Belanda memiliki tanah yang rendah – 2/3 bagian daratannya berada dibawah permukaan laut. Walaupun dari segi fisik Belanda tidak ada apa-apanya, Belanda termasuk negara yang patung diacungi jempol dalam hal inovasi, termasuk inovasi dalam mengurangi pencemaran udara di negaranya.

Saya mengambil permasalahan yang ada di Indonesia tentang kemacetan di kota-kota besar Indonesia. Karena dalam permasalahan ini, banyak warga-warga Indonesia yang suka mengeluh jika terjadi macet dan selain itu polusi yang dikeluargan dari gas buang kendaraan di Indonesia semakin meningkat. Bagaimana di Belanda? Dalam mengurangi polusi udara, pasti sudah tahu bahwa Belanda pengguna sepeda terbanyak di dunia. Alat transportasi yang ramah lingkungan ini menjadi alat transportasi yang wajib dan terpopuler di Belanda. Walaupun pada awalnya, Pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan tentang pengembangan penggunaan sepeda bukan karena masalah polusi udara yang tercemar, tetapi karena krisis bahan bakar minyak yang melanda Belanda di tahun 1972. Karena permasalahan inilah, warga Belanda menjadi cinta pada sepeda. Untuk menbuat rasa nyaman dan aman warga Belanda dalam menggunakan sepeda, pemerintah Belanda menyediakan berbagai fasilitas-fasilitas, diantaranya jalan khusus bersepeda, area parkir yang luas, plang untuk sepeda, GPS tracking for bicycle, rubbish bin for bike dan jalan glow in the dark.

Selain didukung dengan fasilitas yang disediakan, berbagai inovasi sepeda dikeluarkan oleh Negara Belanda ini, seperti Vrachtfiets (sepeda kargo), dan bus sekolah berbentuk sepeda. Onno Sminia dan Louise-Pierre (mahasiswa Delft University of Technology) tahun 2010, menciptakan Vrachfiets. Sepeda inovasi ini merupakan solusi untuk orang-orang dalam mengangkut barang-barang berat. Inovasi ini dapat mengurangi jumlah gas buang yang dihasilkan oleh truk-truk pengangkut barang. Tak hanya itu manfaatnya, sepeda ini dapat menghasilkan energi dari tenaga surya saat muatan yang dianggkut sangat berat. Yang kedua, bus sekolah berbentuk sepeda. Sepeda inovasi ini sangat unik dan hanya ada di Belanda. Bus sekolah sepeda ini diperuntunkan untuk anak sekolah berumur 4-12 tahun dan berkapasitas penumpang 10 orang. Sama seperti Vrachtfiets, bus sekolah sepeda ini dapat mengurangi emisi gas buang dari bus sekolah yang biasa digunakan di negara-negara lain karena bus sekolah sepeda ini cara menggunakannya sama seperti cara kerja sepeda, yaitu dikayuh dan ada mesin cadangan yang mempunyai kecepatan 16 km/jam (digunakan jika anak-anak mulai kelelahan). Tak sampai disini inovasi yang dikembangkan Belanda, baru-baru ini dibangun jalan sepeda bertenaga surya, sepanjang 230 kaki di kota Krommenie. Jalanan ini terbuat dari modul beton persegi dan sel surya yang dilengkapi dengan kaca anti pecah. Diharapkan solaroad ini akan digunakan lampu jalanan, lampu lalu lintas, dan kebutuhan rumah tangga.

Vrachtfiets
image002

image001

Bus Sekolah
image003

Solaroad
image005

Perkembangan inovasi dari Belanda yang dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk lebih mementingkan lingkungan sekitar. W orld Bank telah menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi, dan Mexico. Dari hasil penelitian, sumbangan terbesar pencemaran udara di Indonesia adalah pengguna kendaraan bermotor sekitar 85%. Jelas saja jika warga Indonesia sering terjebak macet. Tetapi mereka belum sadar jika akibat kemacetan adalah salah kita sendiri. Dan, mereka semakin bangga dan derajat sosialnya terangkat ketika mengguna mobil. Apakah benar? Padahal jika kita menggunakan sepeda, jalan akan lebih longgar dan polusi udara akan berkurang.

Padahal dari segi kekayaan hutan di Indonesia, Indonesia tidak pantas menjadi penyumbang polusi tertinggi. Segala modal yang dimiliki, sesungguhnya Indonesia bisa menjaga agar tidak terjadi pencemaran udara. Hanya butuh tekat semangat, kesadaran diri sendiri, usaha, kenyakinan, dan inovasi agar lebih menjadi yang terbaik.

Referensi :
m.kompasiana.com/post/read/520856/2/tingkat-pencemaran-udara-indonesia-tertinggi-ketiga-di-dunia-bagaimana-cara-mengatasinya.html
www.solaroad.nl/hoe-is-het-idee-ontstaan/
marketingbestseller.blogspot.in/2012/05/di-belanda-sepeda-bis-sekolah.html?m=1
www.bakfiets-en-meer.nl/2014/02/17/introducing-the-mighty-vrachtfiets/