309. Dari Saksi Bencana ke Inovasi Pemadam Api

Penulis : Lucia Priandarini
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Di Belanda, bahkan seorang pelukis pun menciptakan inovasi yang mengubah dunia.

Jan van der Heyden (1637 – 1712) berusia 15 ketika pada 6 Juli1652 ia menyaksikan api membakar Old Town Hall Dam Square, di area tempatnya tinggal. Dalam ingatannya, van der Heyden merekam detail peristiwa bagaimana pemadam kebakaran Amsterdam berjuang menyelamatkan bangunan itu. Namun api menyebar jauh lebih cepat dari kesigapan penyelamatan sehingga tidak ada satupun bagian bangunan yang selamat.

Metode penyelamatan yang dilakukan saat itu masih sangat sederhana: orang-orang yang membawa ember-ember berisi air, terpal basah yang dilemparkan ke area yang terbakar, serta tiang panjang untuk menumbangkan dinding kayu yang terbakar. Momen yang melekat dalam ingatan Heyden itu tak hanya ia tuangkan di atas kanvas, tapi juga terus terbawa hingga dewasa.

image002

Sejak saat itu ia terus mengabadikan setiap peristiwa kebakaran yang terjadi di Amsterdam di atas kanvas. Jumlahnya mencapai sekitar 80 lukisan. Jan van der Heiden sendiri adalah seorang pelukis pemandangan kota yang dapat disejajarkan dengan Rembdrandt. Ia belajar melukis dari seorang pelukis kaca dan kemudian mengembangkan bakatnya secara otodidak.

Dua dasawarsa setelah peristiwa itu, pada 1672 van der Heiden dan adik laki-lakinya, Nicolaas van Der Heyden yang seorang ahli hidrologi, mengembangkan alat yang menjadi standar baru dan dasar pengembangan pemadam kebakaran modern di masa kemudian. Alat ini berupa selang dari bahan kulit sepanjang 50 kaki (15 meter) yang dijahit menyerupai kaki sepatu boot panjang. Alat ini memungkinkan pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air langsung ke berbagai sumber api.

Saat itu, pemadam kebakaran masih berupa bak yang diisi air secara manual, untuk kemudian dipompa dan disemprotkan keluar. Mesin ini sendiri pun harus ditempatkan sangat dekat dengan sumber api sehingga justru membahayakan nyawa petugas pemadam sendiri. Sarana tersebut dianggap sangat tidak efektif karena hanya berfungsi menangani api di satu area dan sulit digerakkan ke sana kemari.

image004

Penemuan Heyden dianggap sebagai terobosan karena selang pemadam kebakaran didesain untuk mengeluarkan air dengan tekanan tertentu agar air dapat langsung mematikan sumber api. Meski saat itu tekanan dari dalam selang air tersebut tergolong masih rendah, namun penempatan mulut selang yang didesain khusus membuat air dapat menyembur lebih akurat.

Selang dengan kawat di sepanjang kulit dijahit untuk menjaganya tetap kaku dan kokoh sehingga air dapat mengalir dengan lancar. Selang kulit ini terhubung langsung dengan hidran atau tabung air, sehingga memudahkan untuk dibawa ke sana kemari. Sebelumnya, sumber air untuk menangani kebakaran berasal dari sumur atau sumber air alami sehingga memperlambat proses pemadaman dan menyulitkan jika di sekitar lokasi tidak ada sumber air.

image006

Tidak hanya itu, Heyden bahkan menulis Buku Panduan Pemadam Kebakaran (Branspuiten-boek) yang diterbitkan pada 1690. Dalam bahasa Inggrisnya, berjudul The Description of the Newly Discovered and Patented Hose Fire Engine and Its Way of Extinguishing Fires. Ia sendiri juga yang menggambar ilustrasi dalam buku yang menjadi petunjuk penggunaan pompa manual untuk memadamkan api di Amsterdam. Buku yang hingga kini masih dapat diihat di perpustakaan buku langka ini menjadi buku panduan pemadam kebakaran pertama di seluruh dunia yang dipublikasikan.

image008

Dimulai sejak 1672, mesin ciptaan Heyden yang terbukti berperan besar tersebut dibuat dalam jumlah banyak dan dibeli bangsawan-bangsawan seperti Pangeran Peter dan William of Orange di Inggris. Inovasi yang bernilai tinggi itu mendatangkan manfaat ekonomis yang juga sepadan dengan nilai gagasan Heyden. Transaksi-transaksi itu menjadikannya salah satu orang terpandang di Amsterdam.

Pada 1685, posisi tersebut membuatnya dapat menata ulang pasukan pemadam kebakaran di Amsterdam dengan cara cerdas: membagi kota menjadi beberapa distrik dan menempatkan mesin beserta petugas di tiap area tersebut untuk memadamkan api. Cara ini sangat efektif meminimalkan keterlambatan dalam menangani api dan kini menjadi standar pengaturan hampir di seluruh dunia.

image010

Para petugas pemadam kebakaran saat itu adalah relawan yang dilatih dan dievaluasi tiap tahun oleh Heyden. Meski tidak dibayar, namun mereka akan didenda jika datang terlambat ke lokasi kebakaran. Saksi mata di sekitar yang sedang menjalankan wajib militer diwajibkan untuk membantu memadamkan api. Jika tidak, topi dan mantel mereka akan disita. Sementara itu, korban yang diduga lalai hingga menyebabkan kebakaran diwajibkan untuk membayar biaya pemadaman api.

Salah satu alat ciptaan Heyden hingga kini masih dapat dilihat di Wassenaar Brandweermuseum atau Museum Pemadam Kebakaran, berdampingan dengan berbagai koleksi bersejarah lain. Pada ulang tahun mereka, 1 Maret 2014 lalu, Koordinator Brandweermuseum, Kees Plaisier, menyebut Jan Van der Heyden sebagai pahlawan abad 17.

Di masa itu, kebakaran adalah bencana paling berbahaya sekaligus paling mudah terjadi. Hampir seluruh rumah di abad itu masih menggunakan kayu sebagai bahan utama. Sementara penerangan pun masih banyak bergantung pada lilin dan tungku api pemanas ruangan. Sedikit saja kesalahan dapat menyulut kebakaran besar yang karena tak dapat segera ditangani berisiko membumihanguskan seluruh kota.

Tidak hanya merevolusi metode pemadaman api, pada 1669 Heyden juga menciptakan skema lampu jalan di Amsterdam yang digunakan dan diadopsi banyak kota serta negara dan bertahan hingga 1840. Inovasi Van der Heyen menjadi dasar teknologi pemadam kebakaran yang bertahan hingga 200 tahun kemudian untuk digantikan teknologi yang lebih modern.

image012

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Jan_van_der_Heyden

http://www.tedmed.com/resources/displaygallerypicture?galleryPictureId=44482

http://www.dutchnews.nl/features/2014/02/master_dutch_painter_revolutio/

http://www.crownshoptalk.com/History%20of%20Fire%20Hose.pdf

http://en.wikipedia.org/wiki/Fire_hose

http://en.wikipedia.org/wiki/Jan_van_der_Heyden

https://graphicarts.princeton.edu/2015/01/30/jan-van-der-heyden-and-his-firefighting-book/