315. Belanda Kembangkan Alga, Solusi Energi Cinta Bumi

Penulis : AGISTA RULLY SARASWATI
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Apa sih yang paling ditakutkan oleh penduduk Bumi saat ini? Sinyal Wi-Fi tak terdeteksi? Baterai yang cepat habis? Atau Simbol loading yang tak kunjung usai? Bukan, bukan, dan bukan. Penduduk Bumi akan lebih khawatir apabila tak ada lagi udara sehat yang dapat dihirup atau lapisan ozon yang berlubang semakin besar. Dewasa ini kampanye cinta Bumi seperti hemat listrik, hemat air ataupun kampanye organik semakin gencar. Tujuannya adalah agar Bumi masih dapat ditinggali hingga jutaan tahun mendatang. Nah lo!

Kekhawatiran utama penduduk Bumi salah satunya adalah lapisan ozon yang berlubang semakin besar. Apa saja sih yang menyebabkan lapisan ozon berlubang? Perlu diketahui bahwa emisi gas asam arang (CO2) yang berasal dari kendaraan bermotor dan emisi pabrik dan gas CFC (chloroflorcarbon) merupakan pemicu lubang ozon semakin besar. Dampaknya? Dari pencairan es di Kutub yang menyebabkan volume air laut meningkat, efek gas rumah kaca hingga kanker kulit. Seram kan? Pantas dong, kalau lapisan ozon semakin berlubang akan menimbulkan kekhawatiran khalayak ramai.

Selain itu, lalu lintas penerbangan yang meningkat sebesar 4.7% per tahun memprediksi pada tahun 2032 akan terdapat sebanyak 29.220 yang mengudara. Bisa membayangkan kan betapa ramainya lalu lintas udara 17 tahun lagi? Bisa bayangkan juga berapa banyak emisi yang dihasilkan oleh 29.220 unit pesawat terbang yang mengudara tersebut? Bisa jadi lapisan ozon akan berlubang sebesar benua Afrika kalau begitu ya?

Amsterdam dengan Bandara Schiphol yang menduduki peringkat ke-5 bandara tersibuk di dunia dengan perubahan 10.1% dan KLM yang termasuk dalam 10 besar Maskapai terbesar di dunia mulai menyadari bahwa dibutuhkan bahan bakar dari energi alternatif yang ramah lingkungan. Oleh sebab itu KLM menggagas ide untuk mengembangkan bahan bakar kerosin yang berasal dari gangga (algae) yang dapat mengurangi efek gas rumah kaca yang dihasilkan oleh pembakaran mesin pesawat terbang.

Kita perlu tahu!
Kerosin adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150 °C and 275 °C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Saat ini Kerosin lebih banyak digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ, malam). Kerosin didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus, dalam sebuah unit Merox atauhidrotreater, untuk mengurangi kadar belerang dan pengaratannya.

Ketika dibakar, Kerosin akan menghasilkan karbon dioksida, salah satu gas rumah kaca. Bersamaan dengan pembakaran batu bara, pembakaran kerosin adalah penyumbang bertambahnya CO2 di atmosfer. Jumlah CO2ini meningkat dengan cepat di udara semenjak adanya revolusi industri, sehingga saat ini levelnya mencapai lebih dari 380ppmv, dari sebelumnya yang hanya 180-300ppmv, sehingga muncullah pemanasan global.

Alternatif bahan bakar dari pengembangbiakkan Alga
Dengan karakteristik mudah terurai dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan bahan bakar jauh lebih banyak dibandingkan dengan tanaman lain, Alga dapat menjadi solusi bahan bakar masa depan. Sadar akan hal ini dan merasa memiliki tanggung jawab tinggi sebagai negara yang berkontribusi di dunia penerbangan, Belanda terlebih dahulu mencetuskan penelitian lebih lanjut akan kegunaan Alga. Hal ini membuktikan bahwa Bangsa Belanda memang dianugerahi intelenjensia tinggi untuk senantiasa melakukan inovasi dan terobosan baru.

Pusat penelitian Jülich telah meneliti bagaimana membuat bahan bakar pesawat efisien dari Alga agar di masa depan dengan lalu lintas penerbangan yang semakin meningkat, pesawat dapat beroperasi menggunakan bahan bakar organik yang tidak berbahaya bagi bumi. Peneliti mencoba tiga metode untuk mengembangbiakkan alga untuk mengetahui pada kondisi apakah alga berkembang, dan menghasilkan minyak terbanyak?

Salah satu metodenya adalah mengembangbiakkan dalam kantung dari bahan sintetis, dalam posisi vertikal. Hal tersebut bisa dilakukan di dalam atau di udara terbuka. Metode lainnya adalah dengan menggantungnya dalam posisi melintang. Air menetes melewati tumbuhan itu hingga ke lantai. Karena ruangan dihangatkan, terciptalah situasi seperti dalam rumah kaca. Akibatnya, alga tumbuh lebih cepat. Satu kilogram alga mengikat kira-kira dua kilogram karbondioksida, dan mengubahnya menjadi senyawa organik, dan terutama menjadi minyak, yang nantinya diolah menjadi kerosin untuk menggerakkan pesawat terbang. Diharapkan pengembangan bahan bakar ini akan siap diproduksi dalam skala besar dan menguntungkan perekonomian sekitar 10-20 tahun mendatang.

Pengembangbiakkan Alga sendiri dapat ditumbuhkan secara efektif dengan kebutuhan air yang begitu sedikit (hal ini juga termasuk kegiatan cinta bumi lo!) serta tidak memerlukan lahan yang luas karena dapat dikembangbiakkan dalam kantong sintetis seperti pada penjelasan sebelumnya. Selain hemat air, ramah lingkungan (udara) dan lahan, ternyata pengembangbiakkan Alga dapat menggunakan medium limbah cair. Potensi pengembangan bahan bakar dari Alga ternyata begitu menguntungkan bagi kelestarian Bumi bukan?

Berkaca dari kreatifitas dan segala macam inovasi asal negeri Tulip, seharusnya kita dapat mengikuti napak tilas mereka untuk senantiasa menciptakan sesuatu yang baru dan memberi manfaat baik bagi diri sendiri, bangsa dan negara, maupun masyarakat Internasional.

Referensi
1. Bagaimana Ozon Bisa Berlubang [http://teknik.ums.ac.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=69]
2. Pemanasan Global Akibat Kerusakan Lapisan Ozon [https://ahmadfahrijal.wordpress.com/2013/10/26/globalwarming/]
3. Begini Lalu Lintas Udara pada 2032 [http://www.tempo.co/read/news/2013/09/24/061516266/Begini-Lalu-Lintas-Udara-pada-2032]
4. Daftar Maskapai Penerbangan Terbesar di Dunia [http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_maskapai_penerbangan_terbesar_di_dunia]
5. 5 Fakta Inovatif dari Si Oranye Belanda [http://www.ramadoni.com/5-fakta-inovatif-dari-si-oranye-belanda/]
6. Pesawat berbahan bakar Alga [http://www.dw.de/pesawat-berbahan-bakar-alga/g-17645743]
7. Zuhra Ssi. Msi, Cut Fatimah. Proses penyulingan, proses, penggunaan minyakbumi. Jurusan Kimia, Universitas Sumatera Utara
8. Biofilter >> Potensi Produksi Berkelanjutan Biofuel dari Alga menggunakan Limbah Cair.
9. [http://mayangsunyoto.lecture.ub.ac.id/2012/01/potensi-produksi-berkelanjutan-biofuel-dari-alga-menggunakan-limbah-cair/]
10. Pemanfaatan Alga Sebagai Sumber Energi (Biodiesel) [http://sutrisnopasaribugorat.blogspot.com/2013/10/pemanfaatan-alga-sebagai-sumber-energi.html]