316. CHEATING THE ‘FIRE’ ISN’T ALWAYS BAD, ANYWAYS.

Penulis : Nisrina Habibaty
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Belanda, sebuah negara yang (sebenarnya) mengalami nasib yang sama dengan Indonesia (sama-sama pernah dijajah), namun memiliki nasib yang berbeda dengan Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. Belanda menjadi salah satu negara Eropa dengan indeks kebahagiaan yang tinggi di kawasan Eropa. Menurut survei yang dilakukan oleh Gallup-Healthways pada tahun 2014, poin utama yang menyebabkan tingginya indeks kebahagiaan Belanda adalah, pendapatan warga Belanda yang tinggi serta lingkungan sosial yang nyaman untuk berinteraksi. Artinya, Belanda mampu menjanjikan pendapatan yang cukup bagi warganya serta memiliki kondisi sosial yang mampu menciptakan rasa nyaman dalam proses interaksi penduduknya. Bagaimana mungkin, dua negara dengan histori yang sama, namun memiliki nasib yang berbeda?

The answer is, Belanda mampu merubah hambatan menjadi sebuah kesempatan.

image001
Amsterdam at Night. Belanda saat ini, padahal kita sama-sama pernah dijajah(?)
(Sumber: tourismsee.com/amsterdam-nightlife)

Meskipun kondisi geografis Belanda ‘sedikit’ kurang menguntungkan, namun Belanda tetap mampu menjadi salah satu negara dengan kemampuan maritim yang tangguh di jaman kolonialisme. Belanda mampu menjadikan daerahnya tahan dari terjangan banjir meskipun berada di dataran rendah. Teknologi yang dikembangkan Belanda pun terus mengalami perkembangan. Tidak heran, hingga saat ini Belanda masih menjadi jujukan bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya.

Inovasi-inovasi terus dilakukan, begitu pula dengan elemen ‘api’ yang dimiliki oleh negara ini. Meskipun Belanda bukanlah sebuah negara yang berada di garis khatulistiwa, Belanda mampu memanfaatkan api terbesar yang dunia miliki saat ini! Yap! Belanda mampu memanfaatkan matahari untuk membantu kehidupan mereka sehari-hari. Hebatnya, Belanda mengaplikasikan matahari tersebut sebagai SolaRoad, dimana jalanan yang ada dilengkapi dengan solar cell untuk menyimpan cadangan energi bagi Belanda. Jargonnya sederhana, ‘Let us add value to the roads’, jalanan bukan lagi sekedar tempat untuk berjalan, beraktivitas, namun juga sebagai tempat untuk menyimpan energi yang dapat digunakan untuk menghemat penggunaan bahan bakar fosil yang mencemari lingkungan.

image002
SolaRoad, salah satu inovasi yang super-awesome!
(Sumber: trouw.nl/tr/nl/4492/Nederland/article/detail/3772949/2014/10/21/Zonnecel-om-op-te-fietsen)

Proyek ini sudah dilakukan di Noord-Holland province, dan menghabiskan dana yang cukup besar. Inilah yang seharusnya ‘dicontek’ dari Belanda, ‘they’re brave to invest something big, to gain something bigger in the future’. Selain menggunakannya sebagai jalan raya, solar cell juga digunakan untuk menghidupi kebutuhan listrik di rumah-rumah di Belanda. Setidaknya, hal tersebut mampu mengurangi kebutuhan listrik Belanda hingga 95 euro. Coba bayangkan jika teknologi solar cell ini digunakan di Indonesia yang pada dasarnya adalah negara tropis yang setiap tahunnya selalu ‘dihujani’ oleh panas matahari? Mungkin kita tidak lagi memerlukan listrik berbahan bakar fosil?

image003
Zonnepanelen yang ada di rumah-rumah Belanda. Bayangkan rumah kita yang dialiri tenaga terbarukan!
(Sumber: zonnepanelen-info.nl)

Indonesia tidak boleh hanya berfikir mengenai permasalahan jangka pendek, Indonesia harus memulai untuk berfikir tentang permasalahan jangka panjang. Kita sudah punya contoh dari negara yang sama-sama pernah terjajah, mengapa harus sungkan ‘mencontek’ jika itu memang untuk kebaikan Indonesia di masa depan.
So, cheating the ‘fire’ isn’t always bad, right?

REFERENSI:
State of Global Well-Being; Result Of The Gallup-Healthways Global Well-Being Index
id.wikipedia.org/wiki/Belanda
Havermans, Onno. 2014. Zonnecel om op te fietsen. www.trouw.nl
Zonnepanelen in Nederland. www.zonnepanelen-info.nl