317. Laser Pembersih Perlintasan Kereta Belanda

Penulis : Arifanny Faizal
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Setiap tahunnya, negara-negara Eropa dan Amerika Utara mengalami masalah keterlambatan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Bahkan bukan hanya keterlambatan, kadang kala juga berujung dengan adanya pembatalan keberangkatan dan kedatangan kereta. Kejadian-kejadian seperti itu biasanya terjadi setiap musim gugur datang. Tentu dalam hal ini para penumpang sangat dirugikan.

image002
Sumber: nederlandsindie.com

image004
Sumber: tumblr.com/iheartnature

Ternyata, keterlambatan dan pembatalan itu terjadi karena hal yang cukup sepele: daun. Ketika musim gugur daun-daun akan mulai berguguran sehingga jatuh ke tanah. Termasuk juga daun-daun yang berasal dari pohon-pohon di sekitar rel kereta. Daun-daun itu berguguran dan menumpuk di dalam rel kereta. Daun-daun itu menutupi rel kereta. Ketika kereta melintas, maka akan terjadi pemadatan materi daun (terutama pada daun-daun basah) sehingga daun menjadi keras, menempel dan akhirnya menghambat laju kereta. Ketika kereta melaju, rel sebagai landasan kereta akan terasa lebih licin. Akhirnya kereta terpaksa melakukan pengereman berkali-kali karena rel yang terasa licin. Apabila dikalkulasikan waktu pengereman itu, maka waktu pengereman akan bertambah menjadi dua kali lipat dari biasanya. Hal ini tentu nantinya mempengaruhi waktu tempuh kereta ke stasiun tujuan. Akhirnya terjadi lah keterlambatan dan pembatalan kereta yang merugikan para penumpang. Ketika keterlambatan dan pembatalan jadwal satu kereta terjadi pada suatu hari, maka mau tidak mau itu juga akan berakibat buruk pada jadwal kereta selanjutnya di hari yang sama.

Menurut laporan New Scientist, bahwa pada musim gugur daun yang jatuh di rel kereta telah ikut andil dalam keterlambatan kereta selama ini. Angka keterlambatannya pun tidak main-main, pada tahun 2013 di Inggris misalnya, daun yang jatuh itu telah menyebabkan sekitar 4,5 juta jam keterlambatan. Cukup serius kan?

Tentu saja keterlambatan kereta menimbulkan protes dari pengguna kereta di Belanda. Sebagaimana kita ketahui, waktu adalah salah satu hal yang sangat dihargai di Belanda. Oleh karenanya, ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan setiap alat transportasi menjadi penting pula bagi para pengguna transportasi. Namun terkadang memang terjadi hal-hal yang menghambat perjalanan itu sendiri. Menurut para penumpang kereta di belanda, “Ini terjadi setiap tahunnya di setiap musim gugur. Mengapa perusahaan kereta tidak bisa melakukan antisipasi ataupun mengatasi hal ini?”
Sebenarnya berbagai metode untuk mengatasi masalah yang terjadi di Eropa dan Amerika Utara ini sudah banyak dilakukan sejak dulu. Seperti metode penyikatan/penggosokan (brushing), penggilingan (grinding), jet es (ice jets) dan jet air (water jets). Penggunaan pasir dan air sempat menjadi pilihan, tapi terbukti tidak efektif. Penggunaan laser juga sudah pernah diuji terhadap Network Rail pada tahun 1999 oleh perusahaan LaserThor asal Inggris. Laser yang digunakkan bersuhu 5000 derajat celcius dan mampu untuk memusnahkan daun 25.000 kali per detik. Ketika dilakukan pengujian di laboratorium, laser dapat bekerja dengan baik. Namun ketika diuji coba pada kereta yang berjalan kencang, getaran yang ditimbulkan kereta bergerak membuat laser tersebut tidak dapat bekerja secara optimal. Maklum saja, saat itu laser itu hanya bisa bekerja pada kecepatan 10 km per jam. Akhirnya Network Rail tidak jadi menggunakan teknologi laser. Sebagai gantinya, Network Rail menggunakan jet air bertenaga tinggi.

Namun sebenarnya laser dapat dikatakan lebih unggul daripada jet air bertenaga tinggi. Jet air bertenaga tinggi cukup merepotkan penggunaannya karena air dalam tangki perlu sering diisi ulang. Selain itu, jet air bertenaga tinggi dapat merusak rel kereta itu sendiri. Sementara penggunaan laser dipercaya para peneliti tidak akan merusak rel kereta.

Akhirnya berbagai tim peneliti di Belanda seperti di antaranya NS, Prorail dan Strukton Rail terus melakukan inovasi teknologi laser pembersih rel kereta ini. Belanda mencoba untuk membuat laser yang tidak terganggu dengan getaran atau guncangan yang ditimbulkan dari kereta yang berjalan. Namun, laser tersebut harus tetap pada fungsi awalnya: mampu membinasakan daun yang selama ini menjadi hambatan lalu lintas kereta di musim gugur. Oleh karenanya, bersama tim Professor Dirk Schipper dari Twente University, peneliti-peneliti universitas TU mengembangkan alat untuk mengukur gesekan antara roda dengan rel (tribometer) yang menyebabkan getaran. Adanya tribometer tersebut juga dapat menurunkan tingkat gesekan dapat diturunkan apabila sudah mencapai ambang batas. Dengan demikian, efektifitas laser pembersih pun dapat diukur juga nantinya dan menjadi lebih optimal.

Baru-baru ini, pada Desember 2014, perusahaan kereta Belanda Nederlandse Spoorwegen bekerja sama dengan Delft University of Technology dan penemu Inggris melakukan uji coba penggunaan laser di kereta Nederlandse Spoorwegen. Laser diuji coba terhadap dua kereta Nerderlandse Spoorwegen, salah satunya berseri DM-90, untuk memusnahkan daun yang ada di rel kereta. Laser yang digunakan bernama Laser Railhead Cleaner (LRC). Laser tersebut ditempelkan oleh peneliti di depan roda kereta. Fungsinya tentu saja untuk membersihkan rel kereta dari hambatan daun yang berjatuhan.

image005
Sumber: newscientist.com

Teknologi ini menggunakan cahaya inframerah untuk memusnahkan penumpukan daun pada rel sebelum roda kereta tumpukan itu. Sehingga ketika kereta melintasi bagian rel itu, kereta tidak akan mendapatkan hambatan apapun. Laser tersebut juga akan mengeringkan rel kereta untuk mencegah daun-daun baru yang jatuh menumpuk. Dengan demikian, kereta dapat berjalan dengan lebih cepat dan sampai di stasiun tujuan tepat waktu meskipun sedang musim gugur.

image007
Sumber: dailymail.co.uk

Menurut peneliti laser yang sedang dikembangkan ini tidak akan merusak rel. Hal ini karena laser ini bekerja pada panjang gelombang 1.064 nanometer dan kecepatan 50 mph (80 km/jam) yang memungkinkan dapat diserap daun dan bahan organik lainnya seperti minyak, tetapi tidak oleh logam. Dengan demikian, laser hanya bisa membersihkan benda-benda organik seperti daun dan minyak. Sehingga dijamin tidak akan merusak rel kereta.

Daftar Bacaan

http://www.slashgear.com/netherland-trains-to-be-equipped-with-track-clearing-lasers-06358617/

http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2860418/End-line-autumn-train-delays-Dutch-begin-trials-zap-leaf-litter-tracks-LASERS.html

http://www.newscientist.com/article/mg22429984.800-lockedon-lasers-burn-through-leaves-on-train-lines.html#.VT0bk5NjjIV

http://delta.tudelft.nl/article/zapping-the-leaves-from-the-rails/28710

http://spectrum.ieee.org/tech-talk/transportation/safety/dutch-trains-prove-that-everything-is-better-with-lasers

http://autotekno.sindonews.com/read/934079/124/kereta-api-di-belanda-gunakan-laser-bersihkan-lintasan-1417937769