321. Adaptasi Kota (Adapting Cities) Melalui Pengembangan Konsep Designing Integrated Spatial Smart Water Solutions

Penulis : I Gede Wyana Lokantara
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Beberapa program dan teknologi terkait manajemen air kita dapat menyimpulkan bahwa Belanda memang benar-benar sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang terjadi saat ini dengan inovasi-inovasi manajemen air dan tanahnya. Proyek Zuiderzee dan tanggul-tanggul sungai pun sudah mulai ditinggalkan karena dianggap sudah tidak memadai lagi untuk menghadapi perubahan iklim dan cuaca yang semakin tidak pasti. Kini negara tersebut lebih berfokus pada inovasi untuk beradaptasi dengan alam dibandingkan dengan membatasi diri dari alam melalui benteng-benteng dan tanggul-tanggul untuk mencegah air laut dan sungai-sungai besarnya. Inovasi yang terus menerus dikembangkan ini membuat Belanda menjadi negara dengan kemampuan manajemen air dan tanah yang terbaik di dunia sehingga Belanda hampir selalu terlibat dalam berbagai proyek besar terkait manajemen air dan tanah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Prinsip-prinsip yang dikembangkan adalah:
• Trends in Innovation: perlindungan terhadap banjir yang cerdas dan berkelanjutan.
• Living in a Delta: pengembangan wilayah yang menghadap ke air.
• Challenging Delta Dilemmas Worldwide: mengurangi resiko dan menghindari bencana.

Air adalah kebutuhan hidup manusia yang sangat penting. Dunia menghadapi banyak tantangan terkait dengan masalah air. Berdasarkan teknologi yang pernah dikembangkan, Belanda merasa bertanggung jawab untuk berjalan di barisan depan membentuk masa depan kota untuk menciptakan ketersediaan air yang berkelanjutan. Dalam dekade mendatang, mayoritas penduduk dunia akan hidup di lingkungan perkotaan. Berdasarkan kondisi saat ini jumlah orang yang tinggal di kota-kota delta yang rendah diperkirakan akan meningkat sebanyak 70%. Kota-kota padat penduduk akan menjadi sangat rentan terhadap perubahan iklim. Ruang kota kondisinya terbatas, oleh karena itu keahlian teknis serta desain tata ruang kreatif akan diminta untuk menemukan dan menerapkan solusi. Grontmij and Bosch Slabbers landscape dan desain urban menawarkan sebuah pendekatan terpadu untuk membantu kota-kota menjadi adaptif iklim. Solusi seharusnya tidak murni teknis, tetapi nilai tambah bagi kualitas hidup pada waktu yang sama. Kesadaran kerentanan dampak perubahan iklim, seperti naiknya permukaan air laut, dan peningkatan risiko banjir dan debit sungai, menjadi lebih terlihat. Cepat berkembang daerah rentan terhadap tekanan panas dan air gangguan yang disebabkan oleh curah hujan yang ekstrim. Banyak kota delta harus berurusan dengan sumber daya air yang sangat tercemar.

a) Adapting Cites Smart Water Solutions In Jakarta
Grontmij menganggap tantangan climate adaptive menjadi pendorong bagi kota untuk melakukan pembangunan kembali, dan memanfaatkan sebagai keuntungan bukan hanya ancaman. Perubahan iklim membuat kita kembali desain perkotaan, sebagai langkah skala yang diperlukan. Proses mengembangkan kombinasi cerdas dari fungsi yang harus meningkatkan adaptivitas iklim dan kekuatan dan kebertahanan kota-kota. National Capital Pesisir Terpadu pembangunan Jakarta, Indonesia adalah sebuah contoh khas dari pendekatan ini adalah pengembangan rencana induk untuk melindungi Jakarta dari banjir kenaikan muka air laut. Masalah utama dari ibukota Indonesia adalah bahwa bagian utara kota ini tenggelam oleh tidak kurang dari 7,5 sentimeter per tahun. Daerah ini sudah di bawah permukaan laut dan menderita genangan periodik.

image002
Sumber: http//netherland/News _ Hollandtrade.htm

Pendekatan Grontmij untuk pengembangan master plan adalah untuk menghubungkan manajemen air untuk perbaikan sosial ekonomi dan investasi. Sebuah off-shore retensi danau besar juga akan berfungsi sebagai sumber air minum di masa depan. Tanggul laut di sekitar danau akan diintegrasikan di kota tepi laut baru yang besar di laut, berbentuk seperti Agung Garuda, simbol nasional Indonesia. Kota baru akan menawarkan Jakarta perspektif ekspansi ke masa depan. Solusi untuk kemacetan lalu lintas, sanitasi dan air bersih di kota yang ada yang terintegrasi.

Desain adaptasi kota National Capital Pesisir Terpadu oleh Belanda ini pada intinya terdapat waduk retensi dengan total 75km2 berfungsi sebagai waduk raksasa, waduk ini untuk sementara menyimpan air sungai yang dialirkan ke dalamnya sebelum air ini dipompakan ke luar. Muka air di dalam waduk retensi ini berfluktuasi 2,5 meter, yang menciptakan ruang untuk penyimpanan. Stasiun pompa terbesar di dunia akan dibangun untuk mempertahankan muka air di dalam batas yang ditetapkan. Muka air di danau retensi dapat pada waktunya diturunkan untuk mempermudah aliran sungai apabila sungai tersebut mengalami penurunan muka tanah lebih lanjut. Penurunan ini akan menyebabkan perbedaan ketinggian yang lebih besar antara muka air di danau retensi dan muka air di laut. Akan tetapi, beda tinggi yang dapat diterima di bagian luar tanggul laut sudah dalam batas yang ditentukan.

Memasok air minum bermutu untuk penduduk Jakarta saat ini merupakan tugas yang menantang. Air perpipaan dan distribusinya hanya sanggup mencapai sebagian kecil populasi. Waduk retensi ini dapat saja, sejalan dengan waktu, menjadi sumber air baku untuk Jakarta. Untuk keperluan ini ketinggian operasional yang perlu dinaikkan pada saat musim kemarau hingga +0,65 m LWS 2012 agar tidak melewati muka air minimum. Pada tahun kering, waduk raksasa ini dapat menjamin pasokan air yang terandalkan sebanyak 7 m3/detik pada musim kemarau, yang bertambah hingga 30 m3/detik pada musim hujan. Dengan menggabungkan sumber air melimpah ini dengan sumber-sumber lain (termasuk penggunaan air tanah yang berkelanjutan), Ibukota dapat dipasok dengan air perpipaan sepanjang tahun.

b) Adapting Cities Smart Water Solutions Ho Chi Minh, Vietnam
Kota adaptasi iklim Ho Chi Minh, Vietnam selama 20 tahun terakhir, salah satu contoh yang paling dinamis perkembangan kota yang pesat telah terjadi yang telah semakin terkena dampak perubahan iklim. Bosch Slabbers berinovasi pada Strategi Adaptasi Iklim (CAS) untuk Kota Ho Chi Minh di Vietnam (HCMC), yang merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pelaksanaan CAS ini akan berubah menjadi kota Ho Chi Minh yang paling adaptip iklim dan paling menarik kota di Asia Tenggara. Inti dari desain adaptasi kota ini adalah untuk mempersenjatai kota terhadap banjir, baik dari laut maupun sungai, untuk meningkatkan kualitas air dan untuk membuat pasokan air bersih yang berkelanjutan. Satu set langkah-langkah telah dikembangkan untuk tujuan ini, yang tidak hanya akan menjamin keamanan air dan pasokan air, tetapi juga akan membuat air fitur mengidentifikasi paling penting kota. Bosch Slabbers landscape dan desain urban memberikan desain sebagai solusi untuk keselamatan air, ketersediaan air dan kualitas air yang namun pada saat yang sama juga menambah nilai ekonomi, ketahanan ekologi dan sosial dan kualitas ruang.

Berdasarkan pengembangan teknologi yang telah dikembangkan oleh Belanda dengan berbagai inovasinya tentu saja memberikan harapan kedepan tentang kota-kota di dunia khususnya kota-kota yang mengalami masalah dalam mengatasi banjir dan manajemen air di daerah perkotaan yang menjadi dampak akibat perubahan iklim yang terjadi, terutama kenaikan muka air laut, curah hujan yang tinggi dan sebagainya melalui designing integrated spatial smart water solutions dan Indonesia akan merasakan inovasi tersebut.

Referensi
DutchWaterSector .Smart water solutions for urban deltas
Master Plan, NCICD Jakarta Oleh Belanda
http//netherland/News _ Hollandtrade.htm

http://www.bosch-slabbers.nl

http://www.rebuildbydesign.org/project