333. “Kuda besi’:Kemudahan transportasi dulu,kini,dan esok.

Penulis : PRIMA NUR PUJIASTUTI
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

image001

Sekitar tahun 1800 alat transportasi di Indonesia masih mengandalkan tenaga non mesin seperti manusia,hewan,air dan angin(perahu).Tenaga manusia dapat ditemui pada gerobak dan beberapa transportasi tradisional lainnya misalnya sejenis becak sedangkan untuk alat trasportasi yang menggunakan tenaga hewan dapat ditemui pada alat transportasi seperti kereta kuda,kereta kencana,dan beberapa gerobak besar. Transportasi menggunakan tenaga non mesin ini memakan waktu yang lebih lama misalnya untuk pengiriman barang dari wilayah A ke wilayah B yang berjarak 20 kilometer menggunakan gerobak dengan tenaga manusia ditempuh dalam waktu 2-3 hari perjalanan.Lamanya waktu perjalanan juga membuat anggaran perjalanan semakin tinggi.

Masuknya Belanda ke Indonesia sekitar tahun 1860an yang semula berniat mencari sumber rempah-rempah namun ahirnya tergiur dengan kesuburan tanah di Indonesia membuat mereka(Belanda) berambisi untuk menguasai seluruh kekayaan alam di Indonesia.Penjajahan mulai dilakukan di bumi Nusantara ini.Rakyat Indonesia dipaksa untuk melakukan kerja paksa tanpa upah yang wajib dilakukan oleh laki-laki kaum pribumi sehingga mereka tidak dapat mencari nafkah secara maksimal bagi keluarganya.Fasilitas yang layak tidak didapatkan bagi para pekerja rodi tersebut.Makanan sehari-hari mereka hanyalah bubur ransum dan air putih untuk satu kali makan,tak jarang para pekerja rodi tersebut jatuh sakit saat bekerja di proyek milik Belanda namun yang didapat bukanlah perawatan medis tapi cambukan dari pengawas pekerja.

Proyek-proyek yang dilakukan Belanda antara lain pembuatan jalan,pembuatan kereta api sebagai alat transportasi,pembuatan terowongan,dan pembuatan rel kereta api.Pada tahun 1864 perusahaan swasta milik Belanda yaitu NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Mij) memperkenalkan kereta api untuk alat transportasi di Indonesia.Jalur kereta api pertama yang dibuat pada 17 Juni 1864 adalah jalur Kemijen-Tanggung,Kabupaten Semarang.Jalur yang dibuat sepanjang 26 kilometer dan diresmikan oleh Gubernur Jenderal L.A.J Baron Sloet Van Den Beele.Pada tanggal 18 Februari 1870 NISM membangun jalur Semarang-Solo-Yogyakarta.

Di wilayah Batavia-Bogor pemerintah Hindia Belada mendirikan Staats Spoorwegen untuk membangun jalur lintasan kereta api Batavia-Bogor pada tanggal 10 April 1869.Jalur Surabaya-Pasuruan-Malang pada tanggal 16 Mei 1878 dan 20 Juli 1879 dibuka jalur Bangil-Malang.Proyek pembangunan rel kereta api pada jaman penjajahan Belanda ini dilakukan di seluruh kota-kota besar di pulau Jawa.Pembangunan proyek kereta api pada masa penjajahan Belanda ini tujuan utamanya adalah untuk mempermudah mobilitas warga Belanda yang ada di Indonesia terkait urusan bisnis(pengangkutan rempa-rempah,minyak bumi dan lain seabgainya).

Setelah Indonesia merdeka semua proyek pembangunan Belanda d Indonesia termasuk kereta api masih dipertahankan oleh rakyat Indonesia namun terus diperbaharui dari segi mesin dan desain diharapkan dapat menghemat waktu perjalanan dan ramah lingkungan.Saat ini di tahun 2015 transportasi darat berupa kereta api sangat membantu mobilitas warga,jarak yang berpuluh-puluh kilometer jauhnya dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar dua sampai tiga jam saja.Dulu pada taun 1800an jika warga Jogja ingin ke Solo jarak ditempuh dalam waktu dua sampai tiga hari namun sekarang dengan kereta api yang terus diperbaharui dari segi mesin dan desain,jarak tersebut daat ditempuh dalam waktu dua hingga tiga jam saja(asumsi jarak 60 kilometer).Harapan penulis semoga Indonesia dapat menemukan energi ramah lingkungan untuk kereta api dan proyek monorail dan trem segera direalisasikan untuk membantu mengatasi kemacetan di Indonesia.

Sumber gambar:trains model and info.com
Kereta api Argo Bromo Anggrek,wikipedia.com
Sumber referensi tulisan:Sejarah Kereta Api Dishub DIY.com