335. Pembendung Lautan dan Penakluk Badai

Penulis : Lita Vidyastuti M
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Air adalah salah satu elemen penting dan bernilai tinggi dalam kehidupan. Saat ini, dunia menghadapi berbagai macam tantangan dalam bidang pengairan. Belanda sebagai salah satu negara maju dan sejahtera memiliki ikatan sejarah yang sangat mendalam dengan air. Air menjadikan Belanda sebagai negara yang terdepan dalam inovasi dan teknologi pengairan. Karena pengalaman yang kuat dan mumpuni dalam bidang ini, Belanda terdorong untuk berkontribusi membantu dunia mengahadapi tantangan pengarian.

Belanda adalah salah satu negara dengan perkembangan inovasi yang mutakhir pada berbagai elemen kehidupan, salah satu nya inovasi pada elemen air. Negara yang memiliki luas wilayah sekitar 41.500 kilometer persegi ini merupakan tempat tinggal bagi sekitar 16,80 juta jiwa pada tahun 2013. Kondisi unik dari negara ini adalah sepertiga luas wilayahnya berada dibawah permukaan laut dan 60 persen penduduk nya tinggal di daerah rawan tersebut. Kondisi tersebut ‘memaksa’ pemerintah dan ilmuan Belanda untuk berinovasi sebagai upaya untuk melindungi negaranya dari terjangan air laut.

Sejarah mencatat, pada tahun 1287 dan 1421 banjir besar terjadi di Belanda, ribuan penduduk menjadi korban dengan kerugian finansial yang sangat besar. Sebagai pencegahan dari terulangnya kejadian tersebut maka tanggul-tanggul sederhana dibuat, terutama untuk melindungi pertanian warga dari air laut. Kejadian tersebut mengawali proyek yang ambisius pada zaman itu yaitu membendung lautan.

Namun, tanggul-tanggul sederhana itu tidak dapat menahan badai tahunan yang menerjang Belanda pada musim dingin. Sampai pada awal tahun 1953 banjir mematikan akibat naik nya air laut di Laut Utara dengan ketinggian sekitar 6 meter diatas rata-rata permukaan air laut menerjang dan meluluhlantakan negeri van oranje tersebut. Banjir dan gelombang yang sangat besar menghancurkan tanggul-tanggul pertahanan. Belanda yang sebagian wilayahnya berada dibawah permukaan laut menderita kerugian yang paling besar dibanding negara tetangga, dengan korban jiwa sekitar 1.800 orang. Kejadian tersebut mendorong pemerintah dan para ilmuan Belanda untuk membangun sistem tanggul yang lebih stabil dan kuat untuk menggantikan sistem tanggul yang lama.

image001

Setelah peristiwa banjir mematikan pada tahun 1953, komisi megaproject Delta Works dibentuk. Delta Works merupakan project pembangunan bendungan, tanggul dan pemecah badai dengan memperpendek garis pantai di wilayah Barat Daya Belanda untuk melindungi wilayah yang lebih rendah dari permukaan air laut.

image003

Tanggul yang dibangun dengan sistem pertahanan terbaru tersebut dibuat berdasarkan reevaluasi dari sistem yang sudah ada. Beberapa faktor ditingkatkan dalam sistem tanggul terbaru ini, antara lain, design sistem tanggul yang kuat untuk menahan badai catastrophic yang terjadi setiap 1.000 tahun sekali; project ini pun menjadikan daerah rawa dan sungai sebagai area resapan banjir; monitoring yang lebih baik juga diterapkan terhadap sistem pengawasan dari tanggul ini, sistem pengawasannya dilengkapi dengan fiber-optic dan sensor elektronik yang melaporkan kondisi dan ketinggian air laut ke statsiun pemantau. Sistem tanggul terbaru ini sangat bergantung kepada perawatan dan monitoring yang teratur, ketika semua dalam proporsi yang seimbang, daerah pesisir dan delta sungai pun dapat menjadi wilayah yang bersahabat bagi masyarakat yang secara geografis tinggal dibawah permukaan laut.

Namun, pada tahun 1995, air kembali menguji pertahanan Belanda. Faktor geografis kembali menjadi alasan utama, karena tiga sungai utama, Rhine, Meuse dan Scheldt, yang mengaliri daratan Eropa bermuara di Belanda dan curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan volume air sungai meningkat drastis. Kejadian ini menyebakan banjir hebat dan evakuasi besar-besaran dalam sejarah Belanda bagi sekitar 250.000 penduduk di daerah delta sungai. Kejadian ini kembali mengusik ilmuan Belanda untuk berinovasi dengan air.

image005

Banjir kali ini disebabkan oleh meningkatnya volume air hujan, maka penangulangannya tidak lagi dengan menambah tinggi dan memperbesar ukuran tanggul, namun menambah ruang bagi air sungai (room water project). Room water project menjadikan sungai sebagai tempat penampungan air hujan sementara dengan membuat sungai lebih dalam dan lebar serta memindahkan atau memperkuat tanggul-tanggul di dekat sungai. Program ini tidak hanya sebagai perlindungan bagi 4 juta penduduk yang tinggal di daerah delta sungai, akan tapi menjadikannya sebagai ruang terbuka hijau.

image007

Sesuai perkembangannya, Delta Works menjadi bagian dari Delta Plan yang merupakan sebuah megaproject yang komprehensif dan berkesinambungan, serta tidak hanya pembangunan infrastruktur sebagai pertahanan terhadap air, tapi juga penyediaan air bersih dan inovasi dalam proses pemurnian air. Saat ini, hampir 99,9% perumahan di Belanda memiliki akses terhadap air bersih dan layak konsumsi dan kembali menjadikan Belanda terdepan dalam inovasi dan teknologi pengolahan air.

Nereda® adalah salah satu teknologi pemurnian air terbaru yang dikembangkan ilmuan Belanda dan telah diakui dunia. Setelah diteliti dan dikembangkan selama 20 tahun, teknologi pemurnian air dengan bantuan bioteknologi ini diluncurkan pada bulan Mei 2013. Proses pemurnian air adalah tahapan yang panjang dan komplek, namun dengan Nereda®, proses pemurnian air menjadi lebih cepat dan efisien.

image009

Selama hampir 100 tahun, bioteknologi dimanfaatkan untuk pengolahan air limbah di Belanda. Melalui Nereda®, untuk pertama kalinya bioteknologi inovatif yaitu aerobic granular biomass digunakan. Dengan teknologi baru ini, bakteri dalam bentuk granul padat yang kaya akan oksigen akan mengubah air limbah menjadi air yang bebas fosfat dan amonia (nitrogen). Dalam pengaplikasiannya, teknologi ini dapat diterapkan dalam skala rumah tangga maupun industri dengan berbagai kemudahan dan keunggulan.

Nereda® adalah teknologi pemurnian air yang inovatif, berkelanjutan, berbiaya rendah dan berbagai keunggulan lainnya. Salah satu keunggulan Nereda® yaitu granul bakteri yang mudah bercampur dengan air limbah dan endapan yang dihasilkan sangat mudah dipisahkan dari air yang telah dimurnikan. Sehingga, waktu, energi dan tempat pemurnian yang dibutuhkan lebih efisien dibanding proses pemurnian air lainnya dengan penghematan energi sebesar 30% dan ruang pemurnian sebesar 20%. Keunggulan lainnya adalah proses pemurnian yang sederhana, hasil pemurnian yang jernih dan tak berbau, dan bebas bahan kimia. Dengan segala kelebihan Nereda® ini memungkinkan pengaplikasiannya di negara berkembang.

Nereda® merupakan penemuan penting bagi Belanda dan menjadikan Belanda sebagai pionir dan pendobrak teknologi pemurnian air. Kebermanfaatan Nereda® bagi negara berkembang pun menjadi fokus pengembangan bagi Belanda. Banyak negara berkembang dan miskin yang memiliki akses terbatas terhadap air bersih karena minimnya berbagai faktor, terutama teknologi pemurnian air. Nereda® menawarkan metode pemurnian air yang mudah, berkelanjutan, tahapan yang sederhana dan pembiayaan yang efektif.

Belanda sebagai pionir dalam berbagai inovasi pengairan telah banyak berkontribusi terhadap penyediaan air bersih maupun pengelolaan pengairan di dunia. Tidak ada teknologi yang dengan cepat dan tepat menyelesaikan masalah pengairan, akan tetapi, inovasi yang berkelanjutan, terintegrasi dan komprehensif yang Belanda ciptakan telah membantu banyak masyarakat dunia.

Jumlah kata: 998 kata

Referensi

Brain, Marshall dan Robert Lamb. 2005. “What is a levee?. Diakses pada tanggal 24 Maret 2015 dari HowStuffWorks.com. http://science.howstuffworks.com/engineering/structural/levee2.htm.
Delft Univeristy of Technology. “Nereda: Efficient Waste Water Treatment”. Diakses pada tanggal 10 April 2015 dari http://www.tnw.tudelft.nl/en/research/health-energy-and-environment/highlights/nereda-efficient-waste-water-treatment/.

Delta Programme Commissioner. 2014. “Delta Programme 2015”. Diakses pada tanggal 28 Maret 2015 dari http://www.deltacommissaris.nl/english/delta-programme/delta-programme-2015/index.aspx.

Dutch Water Sector. “Our History”. Diakses pada tanggal 28 Maret 2015 dari http://www.dutchwatersector.com/our-history/.

Meijer, Roy. 2012. “Mark van Loosdrecht wins Lee Kuan Yew Water Prize 2012”. Diakses pada tanggal 12 April 2015 dari http://www.tnw.tudelft.nl/en/current/latest-news/article/detail/mark-van-loosdrecht-wint-lee-kuan-yew-water-prize-2012/.

Ministry of Foreign Affairs. 2014. Made in Hooland: Water. Diakses pada tanggal 28 Maret 2015 dari http://www.hollandtrade.com/media/hollandtrade-publications/made-in-holland/pdf/2014_05_water_A4_lowres.pdf.

Oosthoek, K. J. “Dutch river defences in historical perspective”. Diakses pada tanggal 24 Maret 2015 dari http://www.eh-resources.org/floods.html.
Royal HaskoningDHV. “Nereda, the natural way of treating wastewater”. Diakses pada tanggal 12 April 2015 dari http://www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/projects/nereda-the-natural-way-of-treating-wastewater/106.
Shaw, James. 2012. “The Dutch Develop Smarter Flood defences”. Diakses pada tanggal 25 Maret 2015 dari iamexpat.nl: http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/the-dutch-develop-smarter-flood-defences.

Water and The Dutch. “Delta Technology”. Diakses pada tanggal 28 Maret 2015 dari http://waterandthedutch.com/delta/.

World Bank. “The Netherlands”. Diakses pada tanggal 24 Maret 2015 dari http://www.worldbank.org/en/country/netherlands.