339. Rahasia Dibalik Keberhasilan Pengelolaan Air Negeri Kincir Angin

Penulis : RELITA OLYVIA FAUDINA
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Jika mendengar pengelolaan air terbaik di dunia, tak ada hal lain yang terlintas di benak saya selain Belanda, negara yang memiliki nama lain Netherland atau Nederland yang berarti “ Negara yang berada di tanah rendah”. Meskipun negara ini topografinya sangat rendah dan rata karena sebagian besar wilayahnya terletak di bawah permukaan laut dan terendam, namun air tidak menjadi hambatan bagi negara ini untuk maju dan menjadi salah satu raksasa di benua eropa dengan inovasi teknologi airnya. Mungkin sudah nalurinya bagi manusia untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, serta memanfaatkan keunggulan dan kelemahan secara bersamaan.

Sistem drainase, pengelolaan air, pencegahan pasang air laut yang tinggi, dan inovasi pembangunan di daratan maupun perairan, menjadi jawaban mengapa negara ini tak pernah takut akan ancaman banjir seperti halnya di Indonesia.

Sama halnya seperti Indonesia, dahulunya Belanda merupakan negara yang rawan akan bencana banjir, sejak abad ke-11 mereka mulai sadar akan bahayanya dan bertindak untuk menciptakan inovasi dalam penanganannya. Polder, adalah sistem pengelolaan pertama kali yang dibuat Belanda, sistem ini dilakukan dengan membuat tanggul-tanggul tinggi yang mengelilingi dataran rendah. Dimana daerah air buangan seperti air hujan, air bekas penggunaan rumah tangga dikumpulkan pada sebuah kanal ataupun sungai besar dan pada akhirnya dipompakan ke badan air yang lebih tinggi dan bermuara ke laut. Sehingga jika terdapat kelebihan air pada kanal atau daerah tersebut yang akan mengakibatkan banjir, maka air berlebih tersebut akan dipompa keluar dari sistem Polder menuju laut, dimana laut merupakan wilayah yang luas sebagai daerah tampungan ataupun pengalihan. Sistem ini disempurnakan pada abad ke-13 dengan menggunakan kincir angin, dimana kincir angin berperan untuk memompa dan mengalirkan air yang tergenang menuju bagian-bagian air yang lebih tinggi dan besar seperti kanal dan laut, sehingga daratan akan kembali kering.

image001
Sketsa Sistem Polder
Sumber : Google Images (www.iamexpat.nl/app/webroot/upload)

Sistem Polder merupakan inovasi teknologi yang sangat ramah lingkungan dan mudah dibuat, sehingga seringkali sistem ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun masyarakat Belanda pun senantiasa membuat sistem ini di sekitar pemukimannya. Pada abad ke-17, selain dijadikan sebagai alat yang digunakan untuk membantu sistem Polder, kincir angin juga digunakan sebagai sumber energi terpenting di Belanda. Kincir angin tidak hanya digunakan untuk memompa air dari lahan agar tetap kering, tetapi juga digunakan untuk menggiling gandum, menggerakkan gergaji, memotong kayu untuk membuat kapal, dan masih banyak lagi. Hingga saat ini, kurang dari 1000 kincir angin masih tetap bertahan dan dirawat sebagai bagian dari warisan Belanda.

image003
Kincir Angin sebagai Pemompa Air pada Sistem Polder
Sumber : Google Images (4.bp.blogspot.com)

Namun perjuangan dan pergerakan Belanda dalam bidang pengelolaan tata air tidak berhenti sampai disitu saja. Sistem Polder memiliki kelemahan yakni tidak dapat mengatasi bencana banjir besar yang terjadi di Belanda pada tahun 1953 yang menewaskan hampir 2000 korban jiwa, dan lebih dari 150.000 Hektar kawasan Belanda terendam banjir. Sistem Polder dengan tanggul-tanggulnya tidak dapat mengatasi jumlah genangan air dalam volume yang besar. Namun, negara pioneer dalam bidang air ini, tidak ingin berputus asa dan mengalah dengan keadaan topografi yang dimilikinya. Dalam waktu 21 hari pasca bencana tersebut, Belanda merencanakan sistem teknologi pengelolaan air raksasa yang dinamakan Delta. Delta merupakan salah satu proyek pembangunan teknologi yang sangat hebat dan seringkali disebut sebagai ke-delapan keajaiban dunia. Sistematika pembangunan Delta yakni berupa pembangunan 65 pilar-pilar beton raksasa yang dibangun di bawah permukaan laut, dimana pembangunan ini mulai dilakukan pada tahun 1958 di kawasan Sungai Hollandse Ijssel. Delta merupakan teknologi yang dibangun untuk melindungi daratan Belanda dari tingginya pasang air laut, yang dapat menahan air dengan volume yang sangat tinggi. Bukan hanya itu, pembangunan Delta juga disempurnakan oleh teknologi berstandar tinggi berupa silinder hidrolik yang digunakan untuk memompa genangan air laut di daratan sehingga daratan kembali kering. Pembangunan Delta sendiri memiliki banyak keuntungan antara lain : 1) kebutuhan air bersih untuk pertanian terpenuhi 2) keseimbangan air di kawasan Delta meningkat 3) pembangunan Delta mendukung lalu lintas antar pulau dan semenanjung 4) sebagai sarana transportasi air untuk mendukung kerjasama antar negara 5) pembangunan Delta mempengaruhi perkembangan kawasan sebagai kawasan wisata.

image005
Delta, sistem pertahanan dan pengendalian air di Belanda
Sumber : Google Images (www.deltawerken.com/Deltaworks)

Selain itu, akhir-akhir ini Belanda telah mengembangkan perumahan di atas air, yang disebut Woonboot. Woonboot merupakan inovasi rumah yang dibuat dengan memanfaatkan kapal-kapal transportasi yang tidak terpakai lagi. Rumah Woonboot ini pun sangat mirip dengan rumah-rumah umumnya, baik dari bentuk, dekorasi, peralatan, meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan rumah pada umumnya. Woonboot memiliki sistem pembuangan yang terintegrasi dan diatur oleh negara, sehingga tidak dikhawatirkan akan mencemari kualitas air di Belanda. Bukan hanya itu, masyarakat yang tinggal di rumah Woonboot tidak perlu khawatir akan terjadinya banjir ataupun peningkatan volume air, hal ini dikarenakan sudah ada Dam-dam raksasa yang mengatur pergerakan dan keluar masuknya air melalui kanal-kanal besar di Belanda. Woonboot menjadi salah satu kemenarikan wisata yang ada di Belanda, selain kincir angin dan tulip yang menjadi ikon wisata Belanda, yang hampir seluruhnya tercipta dari sistem pengelolaan air negeri tersebut.

image007
Rumah Woonboot di salah satu kanal, Belanda
Sumber : Google Images (www.holland.com/upload_mm/c/)

Sudah banyak hal yang dilakukan Belanda untuk mengatasi bencana banjir, membuat dataran rendah dan tergenang menjadi daratan kering, serta menjadikannya sebagai sebuah keunggulan negara yang tidak dimiliki negara lain. Semua itu mereka lakukan dengan menciptakan inovasi teknologi canggih pengelolaan air dan sikap masyarakat negara Belanda yang berpikiran terbuka dan senantiasa menerima teknologi baru demi keberlangsungan hidup dan kelestarian negaranya.

Banyak hal yang dapat kita ambil pelajaran dari negeri ini, salah satunya pengelolaan tata air mereka yang spektakular yang telah saya jelaskan sebelumnya, dimana dengan teknologi-teknologi pengelolaan air tersebut, Belanda tidak hanya menjawab satu permasalahan, yakni penanganan banjir saja, tetapi permasalahan-permasalahan lain seperti pertanian, peternakan, pariwisata, pembangunan, dan lain-lain pun ikut terjawab.

Banyak yang tidak mengetahuinya, Negara Belanda sebenarnya sudah menerapkan teknologi-teknologi tersebut di Indonesia. Seperti halnya di Banjarmasin, yakni wilayah yang memiliki karakteristik geografi yang hampir sama dengan halnya Belanda. Memiliki sungai ataupun kanal-kanal besar yang sebenarnya memiliki potensi untuk pengembangan transportasi air dan perdagangan. Bukan hanya itu, perumahan diatas air pun sudah diterapkan disana sebelumnya, hanya saja tipikal dan sikap masyarakat Indonesia yang terlalu pesimis menjadikannya tidak berkembang. Seharusnya kita memiliki sikap yang ingin belajar, membuang hal buruk, mengambil pelajaran yang baik, menerapkan dan meneruskan serta menginovasi pelajaran dan pengalaman tersebut untuk keberlangsungan hidup manusia kedepannya, sehingga masalah demi masalah yang ada di Indonesia pun dapat diselesaikan melalui tangan-tangan orang yang ingin belajar seperti halnya Belanda.

Referensi :
www.deltawerken.com/Deltaworks/23.html
www.nesoindonesia.or.id/tinggal-di-belanda/geografi
Niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/318
Raisamelia.blogspot.com/2013/05/belanda-berhasil-taklukkan-banjir.html?m=1