343. Dialog Dua Angin Tentang Tanah

Penulis : Aprida Nur Riya Susanti
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Kata angin yang kutemui tadi sore, katanya, “It’s not about the destination, it’s about the journey”

Aku suka bertanya pada angin, “Mau kemana hari ini?”

Dia bilang,”Kemanapun yang kau mau”

“Tapi aku tak tahu jalannya. Akan seperti apa jalanannya. Jauhkah? Gelapkah? Ramai atau sepi “. Lalu kincir-kincir meniupkanku ke negeri yang jauh. Katanya itu negeri yang cantik. Sama seperti negeriku. Negeri ini juga cantik dengan caranya sendiri. Cara yang baru.

“Tapi Angin…aku takut dengan perjalanan”, aku serius berkata, tapi dia tenang tersenyum di depanku. Begitu saja.

“Ini negeri yang tak akan membiarkanmu merasa sendiri. Aku tahu kau takut berjalan sendirian. Disana ada jalan-jalan yang bersinar. Yang setiap langkah kakimu di malam hari tidak akan gelap pekat. Aku akan meminta Solaroid dan Glow in the dark untuk menemanimu. Aku tahu kau mau ke Keukenhof bukan? Bunga-bunga disana memang cantik luar biasa. Bisa kubayangkan bagaiamana sulitnya mengajakmu pulang jika sudah berada disana. Kau pasti mau-mau saja menjadi tukang cabut rumput disana. Apapun asalkan kau bisa melihat pemandangan itu setiap pagi dan malam hari kau akan mengucapkan selamat tidur pada seluruh bunga di sejauh matamu menjangkaunya. Tapi ini kita belum di Keukenhof. Kita harus kesana dulu. Ini agak jauh perjalanannya. Aku punya penawaran bagaimana kalau kita kesana naik sepeda.”

“Sepeda. Apa tidak salah? ?

“Tidak. Disana orang-orang lebih banyak yang memakai sepeda. Bukan. Bukan memakai. Orang-orang disana begitu menikmati sepeda. Bukan berarti mereka tidak punya mobil. Mereka hanya menggunakan mobil disaat-saat yang memang diperlukan saja. Tapi untuk sehari-hari mereka lebih menikmati bersepeda. Tidak akan terasa jauh. Apa yang ada di kanan dan kirimu akan membuatmu lupa. Sudah seberapa jauh kau bersepada”

“Baiklah. Mari kita mulai perjalanan kita”

“Kau sudah siap? Pakai jaket dan syal ya… ini negara yang dingin. Ada musim dinginnya”

“Sudah-sudah. Aku sudah siap”

“Baiklah….berangkat. Selamat menikmati perjalanan. Kau akan melihat banyak yang istimewa disini. Aku juga kan mengenalkanmu pada teman-temanku disini. Kau pasti akan kagum begitu bertemu dengan mereka”

“ Benarkan? Mereka seperti apa memangnya?”

“Mereka adalah teman. Membantu dan memberi”

“Aku tidak sabar bertemu mereka”

“Kau sudah bertemu salah satunya. Dia istimewa karena dia yang pertama di dunia. Tengoklah kebawah. Dia jalanan ini. Sepanjang matamu memandang. Itu dia. Perkenalkan, namanya Solaroid.”

image002

“Apa yang istimewa? Dia seperti jalanan biasa di negeriku?”

“Dia tidak diam. Dia dirancang untuk menyerap sinar tenaga surya yang diubah menjadi sumber energi di kendaraan di atasnya. Ini adalah proyek jalur revolusioner khusus tenaga surya yang pertama di Dunia. Istimewa bukan? Di siang hari dia menyerap tenaga surya dan menggunakan energi tersebut untuk menyalakan listrik di jalan-jalan, dan untuk saat ini memang hanya untuk jaringan nasional. Kata Sten de wit, seorang yang ahli fisika ini yang turut membantu pengembangan dari proyek ini, katanya dengan teknologi terbaru ini, sepeda dan mobil listrik akan dapat mengisi bahan bakar atau men-charger yang ada di sepanjang jalur sepeda itu. Dia istimewa bukan”.

“Keren sekali. Bagaimana membuatnya? Sulitkah?”

“Tentu saja. Dulu ini adalah mimpi. Tapi orang-orang di negeri kami masih percaya pada mimpi. Seperti mimpi kami mengeringkan laut. Jalanan ini juga diawali dari mimpi. Lalu orang-orang mulai berpikir cara untuk menjadikannya nyata. Ini dibuat menggunakan beton yang ditanam dengan panel surya kemudian dibungkus dalam kaca tempered, untuk mencegah selip pada ban jika dilewati, hal ini juga sudah di antisipasi dengan menambahkan anti-selip khusus dalam jalur ini. Kau tahu…jalanan ini tidak diam. Dia bisa menghasilkan 140 kilowatts selama 16 hari. Kalau kau membangunnya di negerimu, pasti banyak sekali watt yang akan dihasilkan. Jalananan di negerimu lebih panjang bukan dari pada disini. Semakin panjang jalan, semakin banyak energi yang akan dihasilkan. Ini investasi masa depan.”

“Wahh…keren sekali. Aku senang berkenalan dengannya.”

“Dia juga senang bisa memberimu apa yang dia punya. Sebentar lagi malam, kita akan segera bertemu dengan temanku yang lain.”

“Bagaimana kalau kita kita berhenti dulu? Kita cari penginapan dan besok baru melanjutkan perjalanan. Aku tidak suka gelap. Bersepeda dalam gelap sepertinya juga berbahaya.”

“Justru itu. Namanya Glow. Lengkapnya Glow In The Dark. Dia saudara Solaroid. Dia juga jalanan yang tidak diam. Dia juga memberi. Yang ini bahkan akan bisa kau lihat langsung dengan matamu. Tanpa kuberitahu kau pasti sudah bisa tahu keberadaannya. Asal kau tidak menutup mata, kau akan langsung melihatnya di depanmu”
“Benarkan…dimana dia? Aku tidak melihat siapapun yang baru.”

“Sebentar lagi. Saat gelap benar-benar datang, dia akan ada di sekitarmu, di depanmu. Kau pasti akan suka dan memintaku untuk menemanimu mengenalnya sepanjang malam. Kau mungkin akan lupa mengantuk.”

“Apa dia sekeren itu sampai bisa membuatku tidak mengantuk? Apa dia teman yang menyenangkan?”

“Tentu saja. Glow sangat cantik. Dia bisa membuatmu merasa nyaman dalam gelap. Perjalanan malammu akan menyenangkan. Kau akan lupa pada ketakutanmu pada gelap. Dia bisa membuatmu tersenyum sendiri bahkan di pertama kali kau melihatnya. Lihatlah kedepan. Itu dia.”

image004

“Amazing”

“Bagaimana ? Dia cantik kan?”

“Cantik sekali. Kau benar. Aku suka melihanya.”

“Sudah kukatakan bukan? Kau pasti tersenyum sendiri saat melihatnya. Dia teman yang menyenangkan”

“Bagaimana orang-orangmu menbuatnya?”

“Seorang desainer di negeri ini, Daan Roosegaarde, dan sebuah firma teknik sipil, Heijmans, yang membuatnya. Keduanya menjadi pusat perhatian karena membangun jalan Glow-In-The-Dark yang pertama di dunia. Ini jalan yang bercahaya. Jalan futuristik ini dicat dengan menggunakan cat yang dicampur dengan serbuk luminescent yang menyerap sinar matahari di siang hari dan kemudian memancarkan cahaya hijau di malam hari selama lebih dari 10 jam. Jalan ini dibangun oleh Roosegaarde sebagai jalan yang interaktif, ramah lingkungan dan aman, terutama di daerah pedesaan yang kurang penerangan jalan. Bagaimana ? apa kau masih takut bersepeda di malam hari?”

“Tidak. Aku jadi suka bersepeda di malam hari. Jalanannya indah sekali. Ini jalanan yang hidup. Dia benar-benar menemani sepanjang perjalanan”.

“Aku senang kau menikmati jalanan disini. Semoga suatu hari aku bisa berkunjung ke negerimu. Kita bisa bersepeda mengunjungi tempat-tempat yang cantik disana”

“Tentu. Suatu hari nanti, jalanan di negeri juga tidak akan diam saja. Dia pasti melakukan sesuatu”

“Aku tidak sabar mengunjungi negerimu. Hei…kita sampai di Keukenhof. Itu dia”

“Terima kasih sudah mengantarkan. Ini perjalanan yang menyenangkan”

“sama-sama”

Referensi :

http://www.dream.co.id/news/canggih-jalur-khusus-sepeda-bisa-jadi-charger-mobil-listrik-141114n.html

http://www.dream.co.id/news/canggih-jalur-khusus-sepeda-bisa-jadi-charger-mobil-listrik-141114n.html

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/14/7275/664xauto-canggih-jalur-khusus-sepeda-bisa-jadi-charger-mobil-listrik-141114n.jpg

http://www.greeners.co/ide-inovasi/jalan-glow-dark-pertama-di-dunia/

http://geewi.com/blog/di-belanda-ada-jalan-bermandikan-sinar-bulan/