354. Beradaptasi dengan Air

Penulis : Subkhi Abdul Aziz
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Hidup didaerah yang tanahnya berada dibawah permukaan laut membuat orang – orang di negeri belanda harus berjuang mempertahankan tanahnya dari genangan air. Pengembangan Keahlian dan keterampilan dalam pengelolaan air pun menjadi tuntutan penting untuk dapat bertahan dari serangan air.

Sekitar tahun 1000 masehi orang – orang yang tinggal dibagian utara belanda mencoba bertahan dari serangan air dengan membangun tanggul. Tanggul – tanggul yang dibuat tersebuat lalu dihubungkankan dengan tanggul –tanggul kecil yang sudah ada sebelumnya. Gabungan tanggul – tanggul tersebut menghasilkan tanggul besar sepanjang 126 km dan melindungi area seluas 800 km2. Tanggul itu dikenal sebagai Westfriese Omringdijk. Westfriese Omringdijk ini menghubungkan kota-kota Enkhuizen, Hoorn, Alkmaar, Schagen, Medemblik dan kemudian kembali ke Enkhuizen.

image002
Westfriese Omringdijk – http://www.omringdijk.nl/node/423

Ancaman banjir besar merendam dataran – dataran rendah dibelanda. Pada tahun 1170 banjir besar telah menghanyutkan area rawa – rawa gambut yang luas, memperbesar laut wadden dan menghubungkan danau almere dibagian tengah negari belanda dengan laut utara. Akibat banjir besar ini terciptalah zuiderzee.

image004
Zuiderzee – http://rabbel.nl/zuiderzee.html

Banjir besar terus menghantui negeri belanda. Banjir st. Elizabeth 1 terjadi pada 19 november 1404 menyebabkan kerusakan besar di daerah provinsi zeeland dan holland, banjir merusak apa saja yang dilaluinya hingga menghancurkan bagian tanggul – tanggul penahan banjir. 17 tahun setelah banjir st. Elizabeth 1, terjadi badai besar yang menghempas daerah disisi laut utara dan tepat pada tanggal 19 november 1421 terjadi banjir st. Elizabeth 2 pada lokasi yang sama. Banjir tersebut menenggelamkan 30 desa didaerah provinsi zeeland dan Holland serta menyebabkan 2.000 orang meninggal dunia.

Banjir yang selalu mengancam negeri belanda membuat orang – orang belanda memutar otak untuk berinovasi mengembangkan kincir angin. Kincir angin dibelanda yang dahulu fungsinya untuk menggiling gandum dan biji-bijian, pada tahun 1400 mulai dilakukan pengembangan fungsi menjadi pemompa air. Kincir angin dimodifikasi lalu dimanfaatkan untuk memompa air keluar tanggul dan mengembalikannya ke sungai yang letaknya lebih tinggi daripada tanah. Kincir angin menjadi sesuatu yang penting terhadap kehidupan masyarakat dibelanda untuk mempertahankan tanah agar terbebas dari ancaman banjir. Pembangunan kincir angina pun gencar dilakukan sampai ratusan tahun sesudahnya.

Inovasi lain dalam tata kelola air juga dilakukan dengan membuat Pannerdens Kanaal. Pannerdens Kanaal adalah daratan yang dikeruk untuk dijadikan sungai buatan agar dapat mempertemukan sungai rhine dengan percabangan sungai Ijssel dan nederrijn. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan lalu lintas sungai dan mempermudah pengaturan dalam tata kelola air. Pembangunan Pannerdens Kanaal dimulai sejak 1701 sampai tahun 1709.

Untuk mengurusi masalah pengelolaan air dibelanda, pemerintah belanda pada tahun 1798 mendirikan Rijkswaterstaat atau kementrian infrastruktur dan lingkungan. Tugas utama kementrian ini adalah melaksanakan pekerjaan umum dalam pembangunan infrastruktur dan melakukan pengelolaan air diseluruh wilayah negeri belanda termasuk melakukan perlindungan dan pencegahan terhadap bencana banjir.

Zuiderzeewerken adalah proyek besar untuk mencegah ancaman banjir dari laut utara. Tanggul besar dibangun sepanjang 20 mil yang menghubungkan desa den oever di provinsi holandia utara dengan desa zurich di provinsi friesland. Tanggul ini berfungsi untuk mengamankan daerah zuiderzee dari ancaman badai yang datang dari laut utara, sebagai saluran masuk air garam dari laut utara dan mengubahnya menjadi air tawar pada danau Ijsselmeer, tanggul ini juga digunakan sebagai jalur lalu lintas transportasi. Setelah daerah zuiderzee tertutup oleh tanggul, mulailah dilakukan reklamasi lahan dengan membangun polder atau tanggul dibeberapa daerah zuiderzee. Setelah polder selesei dibangun, air yang ada didalam polder dibuang ke danau ijsselmer dengan cara dipompa. Lahan – lahan yang berhasil direklamasi adalah wieringemeer, noordoostpolder dan flevoland. Sekitar 90% lahan hasil reklamasi ini dimanfaatkan untuk area pertanian.

image005
Zuiderzeewerken – http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works

Zuiderzeewerken berhasil mengamankan sisi utara negeri belanda dari ancaman badai laut utara, kini giliran sisi selatan negeri belanda yang dilanda banjir besar pada tahun 1953. Badai besar di laut utara menyebabkan gelombang air setinggi 5.6 m diatas permukaan laut, gelombang besar tersebut menerjang negara-negara disekitar laut utara termasuk bealnda, belgia, inggris dan scotlandia. Belanda yang sebagian tanahnya terletak dibawah permukaan laut memanfaatkan tanggul untuk menahan terjangan gelombang pasang air laut. Namun besarnya gelombang yang terjadi pada sabtu malam 31 januari 1953 sampai minggu pagi 1 februari 1953 membuat tanggul-tanggul penahan gelombang air hancur. Akibat badai besar ini menyebabkan kerusakan parah hingga terdapat 1.836 korban meninggal dunia dibelanda dan paling banyak korban berasal dari provinsi zeeland.

20 hari setelah banjir yang terjadi tahun 1953, pemerintahan belanda membentuk komisi delta. Komisi delta bertugas memberikan arahan tentang pelaksanaan proyek delta. Rencana pengembangan daerah delta untuk meningkatkan keamanan wilayah delta dibagian barat daya belanda dari serangan badai gelombang yang terjadi di laut utara dengan membangun bendungan dimuara sungai rhine, meuse dan schledt. Proyek delta mulai dijalankan pada tahun 1958 dengan membangun penghalang banjir pada sungai Hollandse Ijssel yang merupakan cabang dari sunagi rhine. Pada tahun – tahun selanjutnya dibangun banyak bendungan, penghalang banjir dan penghalang gelombang badai laut di muara sungai bagian barat daya belanda. Proyek delta ini dinyatakan selesei pada tahun 1997 dengan seleseinya proyek hartelkering yang berfungsi sebagai penahan gelombang badai laut dan proyek maeslantkering sebagai penghalang banjir.

image007
Proyek delta – http://www.aguanomics.com/2012/08/dutch-deltaworks.html

Kini proyek tata kelola air yang dilakukan oleh Rijkswaterstaat belanda berfokus pada pembuatan ruang baru untuk menapung debit air sungai yang berlebih. Proyek ini mulai dijalankan setelah mendapat persetujuan dari pemerintah belanda pada tahun 2007.

Dalam hal pengelolaan air minum, pemurnian air ditingkatkan dengan pengembangan filter pasir, penggunaan klorin dan ozon sebagai disinfektan dalam proses pengolahan air minum. Pemurnian air minum ini menyebabkan belanda terbebas dari penyakit kolera dan tifus sejak tahun 1920. Namun mulai tahun 2005 penggunaan klorin mulai banyak digantikan dengan menggunakan sinar UV atau ozon sebagai bahan disinfektan dalam proses pengolahan air minum.

Air yang dahulu menjadi ancaman dinegeri belanda secara bertahap ditaklukan oleh orang – orang belanda dengan keahlian dan teknologi dalam pengelolaan air. Air dimanfaatkan pengelolaannya sebagai sarana transportasi, irigasi area pertanian, dan sumber air minum bagi warga dinegeri belanda.

Sumber:
- http://www.eh-resources.org/floods.html
- http://www.dutchwatersector.com/our-history/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works
- http://www.deltawerken.com