355. A Never Ending Battle

Penulis : Luh Putu Widianingsih
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Perang? Siapa sih yang suka dengan sebuah peperangan? Bahkan untuk kebanyakan orang akan merasa takut hanya dengan mendengar kata tersebut. Apalagi harus mengalami a never ending battle, sebuah peperangan tanpa henti yang selalu mengancam jiwa.

Bayangkan apa yang dirasakan oleh Belanda, sebuah negara kecil di Eropa dengan luas daerah 41,526 km2, yang harus selalu siaga menghadapi pertempuran yang tak berujung. Melawan siapa? Tentunya bukan melawan negara lain, teroris, ataupun kelompok separatis, melainkan berjuang menghadapi alam.

Eitss, jangan salah! Alam terkadang jauh lebih mengerikan dan membahayakan ketika ‘murka’. Ganasnya terjangan semesta ini telah dirasakan oleh Belanda. Salah satu ‘serangan’ yang masih segar dalam ingatan bangsa ini yakni yang terjadi pada tahun 1953. Ada 1836 jiwa melayang, 200 hektare lahan pertanian hancur total, 47 ribu bangunan luluh lantah, 67 tanggul jebol, dan dua desa hilang dari peta, akibat banjir bandang yang terjadi pada masa itu.

image002
Banjir besar tahun 1953 (sumber: http://www.digitaljournal.com)

Untungnya Belanda bukan negara yang hanya akan berpangku tangan terhadap masalah yang terjadi. Berbagai upaya dilakukan dan benteng pertahanan pun dibagun guna menghadang musuh utama bangsa ini. Ya, terjangan banjir akan selalu menghantui karena hampir 55% permukaan Belanda lebih rendah dari permukaan laut. Oleh karena itu the Dutch, sebutan untuk orang-orang Belanda, segera membuat rencana pembangunan sejumlah bendungan, tanggul, dan storm surge barriers (penghalang arus badai) yang disebut dengan proyek Delta Works. Tujuan utama proyek Delta adalah melindungi wilayah tepian sungai (delta) Rhine-Meuse-Scheldt dari terjangan air laut.

Delta Works merupakan teknologi pengelolaan air yang sangat hebat yang membutuhkan waktu hampir setengah abad (1953-1997) untuk menyelesaikannya. Dana yang tak sedikit (sekitar 8 miliar dolar) juga dihabiskan guna meriset teknologi dan menciptakan cara-cara baru untuk mencegah terjadinya banjir. Selain biaya pembuatan yang mahal, delta works juga memerlukan 500 juta dolar tiap tahunnya hanya untuk perawatan bangunannya. Namun, perjuangan bangsa Belanda tak sia-sia. Terbukti proyek tersebut mampu ‘mengamankan’ Belanda dari serangan air bah dan menjadi inspirasi bagi negara lain atas sistem pengelolaan airnya yang terbaik di dunia.

Dalam proyek ini, 13 bendungan raksasa dibangun. Bendungan Ooster Dam (The Oosterschelde Stormvloedkering) merupakan bendungan yang terpanjang dalam rangkaian proyek Delta (hampir mencapai 64 kilometer dengan 64 dermaga di sepanjang tanggul). Tanggul ini memiliki konstruksi yang rumit dan rancangan bangun paling kompleks yang pernah dibuat manusia. Sehingga The Economist menjulukinya “Miracle of the Netherlands.” Karya para jenius hidraulik Belanda ini juga disebut sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia modern oleh American Society of Civil Engineers.

image004
Bendungan The Ooster Dam (sumber: http//:www.winwinfaizah.wordpress.com)

Bendungan terakhir yang selesai dibangun (pada tahun 1997) dan merupakan barriers yang paling terkenal adalah Maeslantkerin. Maeslantkerin dibangun di muara Nieuwe Waterweg, kanal yang menjadi gerbang masuk ke Pelabuhan Rotterdam. Tanggul ini terdiri dari dua lengan raksasa dengan panjang masing-masing 300 meter. (Kompas, 29 November 2008).

image006
(Maeslantkering http://www.quieroalgodiferente.com)

Delta works juga menciptakan konsep baru dalam penangulangan banjir yang disebut dengan Delta Norm. Konsep kerja Delta Norm adalah dengan mengidentifikasi daerah-daerah utama yang harus dilindungi dari banjir dengan menggunakan perhitungan statistika atas besar kerusakan terhadap properti, lost production, juga jumlah korban jiwa. Sehingga pelaksanaan pembangunan tanggul akan terlebih dahulu difokuskan pada daerah-daerah tersebut. Tanggul-tanggul ini kemudian dibangun terbentang dari seluruh daratan Zeeland yang langsung berhadapan dengan Laut Utara.

image008
Peta megaproyek Delta Works (sumber: http://www.deltawerken.com )

Kendati telah menciptakan sebuah benteng pertahanan yang luar biasa, proyek Delta Works tidak berhenti begitu saja. Belanda selalu siaga terhadap ‘serangan musuh’ yang mungkin terjadi setiap saat. Perubahan cuaca serta permukaan air laut yang terus naik akibat pemanasan global, membuat Belanda terus memikirkan strategi-stategi jitu guna melindungi negaranya. Berbagai upaya untuk memperkuat bendungan dan tanggul yang ada terus dilakukan. Karena bagi Belanda, tidak ada kata lengah maupun lelah dalam menghadapi pertempuran yang tak berujung ini.

Referensi:
- https://ayahaan.wordpress.com/2010/04/19/laut-dibendung-tanggul-dibangun/
- http://www.tempo.co/read/news/2014/03/24/206564804/Kisah-Delta-Si-Penumpas-Banjir-Hadir-di-Pertemuan-Boediono
- http://pandri-16.blogspot.com/2012/05/sejarah-awal-berdiri-negara-belanda.html
- http://id.wikipedia.org/wiki/Delta_Plan