357. Belanda, Sang Negeri Multi-Inovasi

Penulis : Benediktus Giovanito Antaputra
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Apakah hal pertama yang muncul di benak Anda ketika mendengar kata “Belanda”? Sebagian orang akan membayangkan kincir angin berlatar padang rumput dan langit biru. Tak lupa gambaran tersebut dihiasi pula oleh semarak bunga tulip. Sebetulnya, tidak ada yang salah dari gambaran ini. Tapi apakah hanya itu yang akan Anda temukan di Negeri Kincir Angin? Ternyata, Belanda memiliki banyak keajaiban lainnya yang tidak diketahui orang awam.

Saya akan membahas sedikit situasi geografis negara Belanda. Belanda adalah suatu negara yang tanahnya sangat datar. Alhasil, sebagian besar wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut. Permasalahan ini dipersulit dengan keberadaan tiga sungai besar yang membentang lewat negara Belanda: sungai Rhine, Meuse, dan Scheldt, yang membentuk delta di barat daya Belanda. Tentu Anda bisa membandingkan situasi ini dengan Jakarta, bukan? Belanda acap kali dilanda banjir akibat meluapnya sungai, badai yang tiba-tiba datang, dan seterusnya. Solusi yang diberlakukan Belanda memiliki beberapa tahap. Sebelum keberadaan teknologi mutakhir, mereka membangun duinen (pematang raksasa) dan dijken (tanggul air) sederhana. Sesuai dengan strukturnya yang sederhana, duinen dan dijken dibangun dengan satu tujuan: melindungi daerah Belanda yang rawan banjir.

Seiring berjalannya waktu, dataran yang dilindungi duinen dan dijken mengering. Proses tersebut dipercepat dengan dibangunnya sistem drainase dan pompa pembuangan. Akhirnya, terbentuklah polder. Polder adalah daratan yang direklamasi berkat perlindungan duinen. Air hujan yang berlebih bukan lagi menjadi masalah bagi Belanda; mereka membangun bendungan antara polder-polder yang memiliki curah hujan tinggi. Selesai sudah perjuangan Belanda. Mereka telah berhasil menangkal banjir! Namun, ternyata Belanda terlalu cepat merayakan kejayaannya. Pada tahun 1953, tanggul raksasa dipinggir pantai provinsi Zeeland bocor, mengakibatkan tewasnya ternak dan peduduk, serta tenggelamnya provinsi tersebut. Apakah semua usaha Belanda sia-sia? Mereka berpikiran sebaliknya. Dispereert niet, moto Belanda yang artinya “jangan putus asa”, membara dalam hati rakyat Belanda. Pemerintah Belanda pun mendedikasikan suatu kementrian untuk memusatkan seluruh tenaga mereka demi mencegah kebanjiran.

Lahirlah “Proyek Delta” atau yang juga dikenal sebagai Delta Works. Delta Works memanfaatkan teknologi terkini untuk memastikan bencana tahun 1953 tak akan terulang lagi. Delta Works diberlakukan dalam beberapa tahap di bawah pengawasan Komisi Delta. Pertama, diputuskan untuk membendung beberapa muara sungai. Kemudian, setelah konstruksi bendungan selesai, dibangunlah storm surge barrier (penghalang badai) pada tahun 1958 di muara sungai Hollandse Ijssel, diikuti pembangunan 2 bendungan lagi di muara sungai Veerse Gat dan Zandkreek pada tahun 1961, yang pada akhirnya memacu terbentuknya Veerse Meer (Danau Veerse).

image001

Tahap pembangunan berikutnya yaitu pembangunan pintu air di muara sungai Haringvliet. Alhasil, air Haringvliet pun menjadi tawar, serupa dengan yang terjadi di sungai Veerse. Sayang, hal yang serupa tidak bisa diterapkan di sungai Schelde Timur. Warga lokal mengkhawatirkan terganggunya keseimbangan ekosistem sungai Schelde yang unik. Selain itu, pembangunan bendungan akan mengusik kegiatan industri perikanan sungai Schelde. Pada akhirnya, pemerintah setuju untuk berkompromi. Pembangunan bendungan disubstitusi dengan pembangunan sejumlah pintu air yang hanya akan ditutup saat badai dan saat ketinggian air meningkat. Ternyata kompromi tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. Penghalang badai sungai Schelde Timur mendapat kehormatan menjadi salah satu struktur terbesar di dunia.

image002
Gambar 2 Maeslantkering/Maeslant Barrier

Terakhir, dibangunlah Maeslant Barrier, salah satu keajaiban dunia (lihat gambar 2). Penghalang badai ini mampu menahan terjangan ombak hingga sebesar 350 mega Newton! Kekuatan sebesar ini mampu membalikkan kapal seukuran Maeslant Barrier, namun desainnya yang revolusioner mampu menahan terjangan badai.

Dengan demikian selesailah perjuangan Belanda melawan elemen air. Tapi apakah perjuangan Belanda hanya sampai di situ? Hanya waktu yang akan menentukan.

Referensi :

http://fajrivictory.blogspot.com/2015/04/dispereet-niet-mantra-magis-bangsa.html?view=sidebar

http://www.deltawerken.com/Deltaworks/23.html

https://www.facebook.com/notes/science-of-universe/air-ancaman-dan-sahabat-orang-di-belanda/10150216445500150

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

https://lenidisini.wordpress.com/2010/04/07/belanda-banjir-dan-delta-works/