360. Save Earth : Konversi Sampah Menjadi Energi

Penulis : FATMA WATI
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Jika seseorang menyebut kata “tanah” maka yang terbayang dalam pikiran saya adalah dimana kita membangun rumah sebagai tempat tinggal, sesuatu yang hampir setiap hari kita gunakan sebagai pijakan, tempat dimana kegiatan pertanian dan perkebunan dilakukan, bahkan menambang sesuatu dari tanah juga dilakukan. Kalau begitu, ternyata tanah selalu berkaitan dengan banyak aspek dalam kehidupan kita. Maka sudah sepantasnyalah ia dikatakan sebagai salah satu elemen kehidupan. Jika dalam berbagai aspek kehidupan kita banyak melibatkan tanah, maka sudah sepantasnya kita menjaganya, baik tekstur, kondisi, kesuburan, maupun berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan pelestarian tanah.

Berbicara tentang pelestarian tanah juga berarti mengkaji hal-hal yang dapat merusak tanah. Salah satu hal yang paling populer dan umum menurut perspektif saya yang dapat menyebabkan rusaknya tanah yaitu sampah. Bagaimana tidak, sampah adalah benda kecil yang dampaknya begitu besar. Setiap orang menghasilkan sampah dalam berbagai aktivitasnya sehingga tidak heran jika jumlah sampah meledak.

Menurut wikipedia “sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses”. Hal ini berarti sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaiannya. Dalam proses-proses alam, sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi, karena menurut keterpakaiannya tidak layak lagi maka benda tersebut kita sebut sampah. Sampah yang dibuang saja ke lingkungan dapat menyebabkan genangan air sampah dan tempat berkumpulnya hama. Dengan demikian hal ini menyebabkan polusi, baik tanah, air, maupun udara. Oleh karena itu, sampah haruslah dikelola dengan baik agar tidak terjadi polusi, baik polusi udara, polusi air, dan polusi tanah.

Salah satu metode yang paling populer untuk menanggulangi masalah sampah yaitu pembakaran. Hal ini dikarenakan cara ini sangat mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, cara ini tidaklah aman. Pembakaran sampah berdampak buruk pada lingkungan karena gas-gas hasil pembakaran yang berbahaya bagi kesehatan. Metode lainnya yaitu penimbunan darat atau penguburan sampah. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang tidak terpakai, lubang bekas pertambangan, atau lubang-lubang dalam. Sebuah lahan penimbunan darat yang dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang higienis dan murah. Sedangkan penimbunan darat yang tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan. Dengan kata lain, cara pengelolaan ini lama kelamaan tidak lagi aman karena mengingat jumlah sampah yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Lahan yang dibutuhkan sebagai tempat untuk menguburnya pun semakin luas. Jika pada satu lahan terdapat terlalu banyak sampah yang ditimbun, maka proses alami yang diharapkan dapat menghancurkan sampah ini tidak dapat berjalan dengan baik. Alternatifnya adalah penambahan lahan yang mengakibatkan lahan yang seharusnya dapat digunakan sebagai lahan produktif akan tersita. Pada akhirnya, polusi tanah akan semakin sulit dicegah.

Beberapa inovator melakukan pendauran ulang terhadap sampah. Akan tetapi kegiatan daur ulang yang dilakukan dengan cara sederhana masih dirasa kurang efisien dalam mengatasi permasalahan ledakan sampah ini. Untuk mengatasi masalah ini, Belanda pun memunculkan ide kreatifnya. Hal ini juga berkaitan dengan kegiatan mendaur ulang sampah. Tetapi tidak sekedar mendaur ulang sampah menjadi barang berguna. Belanda mendaur ulang sampah dengan cara mengkonversi benda-benda yang kita sebut sampah ini menjadi energi. Yang paling mengesankan dari ide kreatif ini bagi saya adalah momen kemunculan ide ini. Saat kebanyakan negara di dunia ribut tentang nuklir sebagai sumber energinya, Belanda justru memikirkan teknologi untuk mengoptimalkan energi alternatif dari pengolahan sampah. Belanda membentuk AEB (Afval Energie Bedrijf). AEB merupakan perusahaan terbesar penghasil energi listik berbasis sampah. AEB kemudian membuat Waste Fired Power Plant (WFPP). WFPP inilah yang berfungsi untuk mengkonversi sampah menjadi energi.

image002
Gambar 1. Waste Fired Power Plant (WFPP) di Amsterdam

Bagaimana Belanda melakukannya?
Belanda memang terkenal sebagai negara yang kaya akan inovasi, terutama dalam hal energi. Di tahun 2012, Komisi Eropa menetapkan Belanda dan Austria sebagai pemilik program manajemen sampah terbaik di Eropa. Sehingga tidak heran jika Belanda mampu membuat WFPP. Adapun secara sederhana fungsi kerja WFPP dapat dilihat pada skema berikut.

image004
Gambar 2. Schematic Overview

Secara ringkas, proses konversi sampah menjadi energi yaitu sampah dibakar sehingga menghasilkan panas (proses konversi thermal). Kemudian panas dari hasil pembakaran digunakan untuk memanaskan air menjadi uap dengan bantuan boiler. Uap bertekanan tinggi ini kemudian digunakan untuk memutar turbin yang telah dihubungkan ke generator dengan bantuan poros. Generator akan menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan ke rumah-rumah. Adapun prinsip kerja WFPP secara sederhana dapat dilihat pada gambar berikut.

image006
Gambar 3. Prinsip Kerja WFPP Secara Sederhana

Setelah dikembangkan secara berkelanjutan, sampai saat ini WFPP memiliki tingkat efisiensi energi sebesar 32% dan merupakan yang tertinggi di dunia. Dan setiap tahunnya lebih kurang 1,4 juta ton sampah dibakar menjadi energi. Ini merupakan hasil yang luar biasa.
Dengan fakta yang demikian, impor sampah mungkin-mungkin saja terjadi. Memang lucu kedengarannya “impor sampah”. Akan tetapi mungkin saja terjadi kan? Hal ini akan dapat membantu negara lain dari permasalahan sampah. Dan akan lebih baik lagi jika negara-negara lain mencontoh inovasi baik ini untuk diterapkan pula dinegara masing-masing untuk menyelamatkan bumi kita, terutama dari bahaya sampah. Karena semua manusia bertanggung jawab untuk menjaga alamnya, baik tanah, air, api, dan udara. Baik tanggung jawab secara pribadi maupun bernegara.

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_Research_Centre_of_the_Netherlands

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah

http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah

http://www.belcarra.ca/reports/WTE_In_Amsterdam.pdf

http://www.cleanenergyactionproject.com/CleanEnergyActionProject/Waste-to-energy_Case_Studies_files/Amsterdam%20Waste%20Fired%20Power%20Plant.pdf

http://www.news.tridinamika.com/4209

http://www.rvo.nl/sites/default/files/CN-NL%20Bioenergy%20WS%208%20May%202013%20(Waste%20incineration%20Amsterdam%20Peter%20Simoes%20AEB).pdf